Pagar Gema Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) mendesak pemerintah untuk menyediakan kuota bagi guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua PGMNI KBB menyatakan bahwa organisasi terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi guru madrasah swasta untuk diberi kesempatan mengikuti seleksi PPPK.

“Perjuangan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mewujudkan keadilan dan pengakuan negara atas dedikasi guru madrasah swasta, yang telah banyak berkontribusi bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, banyak guru madrasah di Kabupaten Bandung Barat saat ini menerima honorarium yang sangat kecil. Hal ini harus menjadi pertimbangan untuk memprioritaskan guru madrasah swasta.

“Dari sisi kesejahteraan, kondisi guru madrasah swasta masih sangat memprihatinkan dan beragam. Guru yang sudah sertifikasi ‘inpassing’ rata-rata berpenghasilan di bawah 3 juta Rupiah per bulan, sedangkan yang belum hanya sekitar 2 juta,” jelasnya.

“Belum lagi, banyak guru madrasah swasta, khususnya di tingkat pendidikan anak usia dini Raudhatul Athfal (RA), hanya menerima honor sekitar 500 ribu Rupiah, bahkan ada yang serendah 150 ribu per bulan,” lanjutnya.

Dia menekankan, kondisi ini jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan tanggung jawab dan peran strategis guru madrasah swasta dalam mendidik generasi bangsa.

“Di KBB, banyak guru madrasah swasta yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun. Mempertimbangkan masa kerja dan pengalaman mereka, guru-guru ini layak diprioritaskan untuk mengikuti program PPPK,” tegasnya.

Dia berharap pemerintah memperhatikan kondisi guru madrasah swasta. Perjuangan guru madrasah swasta di seluruh Indonesia memainkan peran penting dalam pendidikan nasional.

“Selain itu, penempatan kembali di madrasah asal juga menjadi harapan besar, agar proses pendidikan bisa berjalan optimal tanpa memutus ikatan pengabdian puluhan tahun yang telah dibangun,” tutupnya.

Pagar Gema Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI)

Pagar Gema Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan organisasi nasional mahasiswa di Indonesia. Didirikan pada 1959 dengan tujuan menyatukan mahasiswa Muslim dan mempromosikan nilai-nilai Islam dalam kerangka nasionalisme Indonesia dan pendidikan tinggi. Organisasi ini secara historis berperan dalam aktivisme mahasiswa dan wacana pembangunan nasional.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

“Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan kategori pekerjaan di sektor publik Indonesia. Ini merujuk pada pegawai negeri yang dipekerjakan berdasarkan kontrak kerja tetap, sebuah sistem yang diperkenalkan untuk memberikan fleksibilitas dan keahlian khusus dalam tenaga kerja pemerintah dibandingkan dengan pegawai negeri sipil (ASN) tetap. Reformasi ketenagakerjaan ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memodernisasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik.

Kabupaten Bandung Barat

Kabupaten Bandung Barat adalah wilayah administratif di Jawa Barat, Indonesia, yang dibentuk pada 2008 setelah pemekaran dari Kabupaten Bandung yang lebih besar. Daerah ini dikenal dengan pemandangan dataran tinggi, puncak vulkanik seperti Tangkuban Parahu, dan perkebunan teh, menawarkan iklim yang lebih sejuk dan atraksi alam dekat Kota Bandung. Secara historis, kawasan ini merupakan bagian dari jantung budaya Sunda dan perkembangannya dibentuk oleh pertanian era kolonial Belanda dan ekspansi urban modern.

Raudhatul Athfal (RA)

“Raudhatul Athfal (RA)” adalah lembaga pendidikan Islam di Indonesia, khususnya program pendidikan anak usia dini untuk anak berusia 4-6 tahun. Secara historis, RA berkembang sebagai bagian dari sistem *Raudhatul Athfal* yang lebih luas di bawah Kementerian Agama, bertujuan memberikan pembelajaran dasar yang mengintegrasikan pengetahuan umum dengan nilai-nilai dan pembentukan karakter Islam sejak dini.

KBB

Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “KBB” karena ini bukanlah tempat atau situs budaya yang diakui secara luas dan unik. Akronim ini bisa merujuk pada banyak hal berbeda, seperti bisnis lokal, acara, atau organisasi.

Untuk memberikan ringkasan yang akurat, silakan berikan nama lengkap atau konteks yang lebih spesifik (misalnya, “KBB di Indonesia” atau “situs sejarah KBB”).