RADARBANDUNG.ID, CIANJUR – Ribuan warga Cibeber menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam menghadiri Milangkala Sanggar Seni Hibar, yang digelar bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Dari sore hingga larut malam, orang tua, remaja, pemuda, dan anak-anak dengan penuh semangat berpartisipasi dalam acara terbesar yang pernah digelar di Desa Sukaraharja.
Perayaan HUT ke-21 Sanggar Seni Hibar di Cibeber, yang digelar di Lapangan Pasir Munding, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dihadiri oleh pelawak terkenal dari Jawa Barat seperti Kang Inoi SOS, Ogi SOS, Aman-Amin, Ki Daus, Kang Anton, A. Dikdik, Kang Ohang, dan Ceu Popon. Turut hadir penyanyi dangdut berbakat dari Subang, Novia Rozma.
Camat Cibeber, Ardian Atoillah, menyampaikan rasa syukurnya atas acara tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa seni dan tradisi budaya Sunda masih diminati, terutama di kalangan pemuda, remaja, dan anak-anak. “Alhamdulillah, respons masyarakat Cibeber untuk menghadiri acara ini sungguh luar biasa. Ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap seni dan budaya Sunda di Cibeber masih sangat tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa acara Milangkala Sanggar Seni Hibar di Cibeber juga merupakan bentuk syukur karena salah satu kesenian budaya yang diusung sebagai perwakilan dari Cianjur, yaitu Ngarak Posong, menjadi sorotan utama dalam perayaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda baru-baru ini. “Jadi, nilai-nilai seni dan budaya yang tinggi sudah tertanam di masyarakat. Itulah mengapa setiap ada acara prosesi budaya seperti ini, antusiasme masyarakat tinggi, seperti yang kita lihat sekarang,” ujarnya.
Ia mencatat bahwa acara Milangkala Sanggar Seni Hibar kali ini adalah yang paling meriah dibandingkan sebelumnya. “Biasanya, setiap sanggar seni atau kelompok juga mengadakan acara. Tapi kali ini yang paling meriah dengan banyak tamu. Bahkan ada artis. Ini mungkin juga yang membuat masyarakat tertarik untuk datang dengan antusias ke acara ini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan AQUA dalam acara ini. “Saya sangat senang dengan kontribusi AQUA dalam menghidupkan kembali seni dan budaya Sunda. Di wilayah kami, AQUA adalah perusahaan besar pertama yang bersedia mendukung acara seperti ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap kerja sama dengan AQUA dapat berlanjut di masa depan. “Kami berharap kerja sama antara AQUA dan masyarakat Cibeber dapat terus berlanjut di masa mendatang, terutama dalam mendukung seni dan budaya di sini,” tambahnya.
Ketua Karang Taruna Desa Sukaraharja di Cibeber, Kang Iking, juga menyambut baik acara Milangkala Sanggar Seni Hibar ini. Ia mengatakan acara yang sangat meriah ini juga membantu UMKM setempat untuk berjualan di sekitar lokasi acara. “Karena ini pertama kalinya acara sebesar ini digelar di sini. Biasanya, acara tidak semeriah ini. Paling banter, hanya masak dan makan bersama,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada AQUA yang telah mendukung acara ini. Terlebih lagi, menurutnya, acara ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional Sunda di masyarakat, terutama di kalangan anak-anak, remaja, dan pemuda. “Saya berharap dukungan AQUA tidak hanya sekali ini saja, tetapi bisa berlanjut,” ujarnya.
Ditemui di area acara, Kang Ade, warga Desa Sukaraharja yang berprofesi sebagai petani, juga mengungkapkan kegembiraannya menyambut acara ini. “Sebagai warga, kami senang, gembira, dan juga mendukung acara ini. Apalagi acara ini sangat meriah dan ada artisnya,” ujarnya.
Sebagai orang tua, ia sangat berharap acara seni dan budaya Sunda terus diperkenalkan
Sanggar Seni Hibar
Sanggar Seni Hibar adalah ruang seni kontemporer yang berlokasi di Phnom Penh, Kamboja, didirikan pada tahun 2019 oleh seniman Khchao Sreymao dan kurator David Cam. Ruang ini berfungsi sebagai platform kolaboratif bagi seniman lokal baru dan mapan, dengan fokus pada praktik seni eksperimental dan yang berorientasi sosial. Sanggar ini memainkan peran kunci dalam merevitalisasi kancah seni kontemporer Kamboja, yang terganggu oleh rezim Khmer Merah pada tahun 1970-an.
Lapangan Pasir Munding
Lapangan Pasir Munding adalah area terbuka yang indah yang terletak di wilayah Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia, yang dikenal dengan perbukitan hijau yang rimbun dan pemandangan pedesaan sekitarnya yang panoramik. Secara historis, situs ini telah digunakan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat setempat, dan baru-baru ini menjadi populer sebagai tujuan wisata untuk berkemah, mendaki, dan menikmati matahari terbenam. Namanya, “Pasir Munding,” berarti “Pasir Kerbau,” yang mencerminkan hubungan masa lalu area ini dengan penggembalaan kerbau dan praktik pertanian tradisional.
Desa Sukaraharja
Desa Sukaraharja adalah permukiman tradisional yang terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, yang dikenal karena melestarikan warisan budaya dan adat istiadat Sunda. Sejarahnya berawal dari era Kerajaan Galuh, dengan desa yang mempertahankan tradisi kuno dalam arsitektur, pertanian, dan kehidupan komunal. Saat ini, desa ini berfungsi sebagai tujuan wisata budaya di mana pengunjung dapat merasakan kehidupan desa Jawa pedesaan yang autentik dan upacara tradisional.
Kecamatan Cibeber
Kecamatan Cibeber adalah wilayah administratif yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Secara historis, wilayah ini merupakan bagian dari lanskap pertanian daerah tersebut, yang dikenal dengan sawah dan budaya tradisional Sunda. Saat ini, Cibeber terus berkembang sebagai kecamatan pedesaan, menyeimbangkan warisan lokal dengan infrastruktur modern.
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cianjur adalah sebuah wilayah di Jawa Barat, Indonesia, yang terkenal akan kekayaan warisan budaya dan keindahan alamnya, termasuk Gunung Gede Pangrango yang ikonik. Secara historis, wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Sunda dan kemudian menjadi daerah kunci pada era kolonial Belanda, dengan ibu kotanya, Kota Cianjur, berfungsi sebagai pusat perdagangan dan pertanian. Saat ini, Cianjur terkenal akan kesenian tradisionalnya, seperti pertunjukan “Wayang Golek”, serta produksi beras wangi dan kuliner lokalnya.
Jawa Barat
Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terkenal akan kekayaan warisan budaya dan pemandangan alamnya yang menakjubkan, termasuk gunung berapi, perkebunan teh, dan sumber air panas. Secara historis, provinsi ini merupakan pusat Kerajaan Sunda Pajajaran sebelum dipengaruhi oleh kesultanan Islam dan kemudian kekuasaan kolonial Belanda. Saat ini, provinsi ini tetap menjadi pusat seni, tradisi, dan kuliner Sunda yang semarak, dengan Bandung sebagai ibu kotanya yang ramai.
Ngarak Posong
Ngarak Posong adalah acara budaya tradisional dari Kabupaten Karo di Sumatera Utara, Indonesia. Acara ini menampilkan prosesi meriah di mana peserta membawa struktur kayu berhias, yang dikenal sebagai “posong”, sambil berjalan dan menari mengikuti musik tradisional. Secara historis, acara ini merupakan bagian dari upacara pernikahan, melambangkan keluarga mempelai pria yang membawa hadiah ke keluarga mempelai wanita, dan mencerminkan kekayaan warisan budaya masyarakat Karo.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda adalah prosesi budaya tahunan yang diadakan di Jawa Barat, Indonesia, untuk merayakan kalender dan warisan Sunda. Acara ini menampilkan kostum tradisional, musik, dan pertunjukan, seringkali diarak dari Gedung Sate di Bandung ke situs bersejarah lainnya. Acara ini bertujuan untuk menghormati sejarah Sunda dan mendorong pelestarian budaya di kalangan generasi muda.