Pembalap muda tim Astra Racing Team (AHRT), Algifari, siap meraih pencapaian baru di putaran ketiga kategori MX2 Indonesia 2025, yang akan berlangsung di Sirkuit Akmil, Jawa Tengah, akhir pekan ini (26-27 Juli 2025).

Setelah mengamankan posisi kedua podium pada balapan pertama seri sebelumnya, yang digelar di Sirkuit Pangkalan Udara Malimpung, Pinrang, Sulawesi Selatan, ia bertekad untuk bertanding dengan semangat juang tinggi.

Sekarang, dengan kondisi fisik yang lebih baik dan persiapan intensif, ia optimis dapat memberikan performa terbaiknya bersama CRF250R di Sirkuit Akmil yang menantang, yang dikenal menguji keterampilan dan daya tahan para pembalap.

“Pelajaran berharga dari putaran kedua di Pinrang telah membantu saya dan tim untuk mempersiapkan diri lebih baik. Saya siap bertanding lebih kuat di putaran ini dengan CRF250R dan, tentu saja, membidik hasil terbaik.”

Saat ini, ia menempati posisi keempat dalam klasemen sementara MX2 dengan total 54 poin, hanya terpaut satu poin dari posisi ketiga.

Konsistensi akan menjadi kunci dalam empat putaran tersisa musim ini, dan acara ini merupakan peluang krusial untuk mengurangi selisih poin.

Dua balapan pertama kategori MX2 akan dipertandingkan pada hari Minggu (27 Juli 2025). Balapan pertama akan dimulai pukul 12:07, dilanjutkan dengan balapan kedua pukul 15:33. Seluruh kompetisi MX2 dapat disaksikan langsung di YouTube.

Sirkuit Akmil

**Sirkuit Akmil** adalah sirkuit balap yang terletak di Indonesia, dikenal karena menyelenggarakan acara otomotif lokal dan regional. Meskipun informasi sejarah yang mendetail terbatas, sirkuit ini telah mendapatkan popularitas di kalangan penggemar karena tata letaknya yang menantang dan fasilitasnya. Sirkuit ini berkontribusi pada pertumbuhan budaya motorsport di Indonesia dengan menyediakan panggung untuk kompetisi dan pelatihan.

Sirkuit Pangkalan Udara Malimpung

Sirkuit Pangkalan Udara Malimpung adalah sirkuit balap yang terletak di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Awalnya dibangun sebagai pangkalan udara pada era kolonial Belanda, tempat ini diubah menjadi sirkuit, menyelenggarakan acara seperti Kejuaraan Motor Nasional Indonesia. Tempat ini menggabungkan relevansi sejarah dengan motorsport modern, menarik penggemar lokal dan internasional.