PT Dahana, melalui unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL), sekali lagi memberikan bantuan sarana usaha kepada penyandang disabilitas.
Kali ini, bantuan berupa satu set gerobak penjual minuman dingin diserahkan kepada Dasuki, warga Desa Kamarung Pagaden, Subang.
Manajer TJSL PT Dahana menyatakan bahwa program bantuan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
“Salah satu fokus utama program TJSL kami adalah peningkatan kapasitas masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat usaha minuman Bapak Dasuki sekaligus mendorong produktivitas dan keberlanjutan bagi penyandang disabilitas di sekitar perusahaan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa program TJSL ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini meningkatkan produktivitas Bapak Dasuki, mendatangkan kemakmuran bagi dia dan keluarganya. Kami juga berupaya memperluas usaha untuk membantu lebih banyak individu yang membutuhkan,” jelasnya.
Dasuki mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari PT Dahana.
“Bantuan ini sangat berarti. Gerobak dan peralatannya akan mengembangkan usaha kami. Terima kasih kepada PT Dahana—semakin sukses dan terus bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Persib Bandung secara resmi meluncurkan kembali program Passport dengan desain, sistem, dan identitas yang benar-benar baru.
Program ini kini menjadi bagian integral dari ekosistem klub—bukan sekadar layanan loyalitas biasa, melainkan simbol keterikatan emosional dan keterlibatan langsung fans dalam perjalanan Maung Bandung.
Wakil Presiden Komersial PT Persib Bermartabat menekankan bahwa pembaruan ini adalah langkah kunci dalam memposisikan ulang program loyalitas resmi klub.
“Beberapa tahun terakhir, ada kebingungan mengenai hubungan antara Passport dan klub. Kini, kami perjelas bahwa Passport sepenuhnya berada di bawah kendali resmi Persib, bukan pihak eksternal. Ini bukan sekadar ganti nama, tapi perancangan ulang konsep secara menyeluruh untuk relevansi dan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Berbeda dengan format sebelumnya, Persib Passport kini memadukan pengalaman digital dan fisik. Pemegangnya mendapatkan manfaat seperti diskon belanja dan akses ke acara eksklusif, serta ‘quest’ interaktif, sistem cap dan hadiah, dan voting langsung via aplikasi Persib untuk berpartisipasi dalam keputusan klub.
“Fokus kami bukan sekadar transaksi—tapi ikatan emosional. Pemegang Passport bisa mengikuti program seru seperti tur Stadion GBLA, ngobrol santai dengan pemain, dan sesi latihan eksklusif. Nama mereka bahkan akan diabadikan di Mosaic Wall sebagai bagian dari sejarah klub,” jelasnya.
Program ini menyasar fans berusia 25–40 tahun, pria dan wanita, dari kalangan profesional urban hingga mereka yang tinggal di luar Bandung atau luar negeri.
Semua manfaat dapat diakses melalui aplikasi resmi Persib, menjaga fans tetap terhubung dengan klub di mana pun mereka berada.
Setiap anggota menerima Welcome Box berisi Passport Book, merchandise eksklusif, dan Player Issue Jersey. Passport Book dapat dicap setelah menyelesaikan misi berbasis aplikasi.
“Cap ini melambangkan perjalanan bersama klub. Hadiahnya mencakup diskon, merchandise gratis, bahkan video call dengan pemain,” tambahnya.
Dari pendaftaran hingga penukaran hadiah, semuanya dipermudah dalam aplikasi Persib, yang dibangun dengan enkripsi keamanan tinggi dan verifikasi identitas.
“Tantangan terbesar kami adalah menyatukan pengalaman offline dan online dengan mulus. Kami ingin fans merasa terhubung—baik di stadion, rumah, atau luar negeri,” ujarnya.
Pemegang Passport juga akan mendapatkan manfaat tambahan jika Persib melakukan aksi korporasi seperti Penawaran Umum Perdana (IPO).
Manfaat tahunan termasuk Hadiah Ulang Tahun Keanggotaan, Kado Ulang Tahun, serta kolaborasi dengan pemain aktif, legenda klub, dan influencer.
Melalui peluncuran kembali ini, Persib bertujuan mengembalikan makna keanggotaan sebagai bagian dari keluarga Maung Bandung.
“Passport bukan sekadar kartu—ini adalah perjalanan spiritual bersama klub, dari tribun hingga menjadi bagian dari sejarahnya,” pungkasnya.