Melayani kesehatan masyarakat selama 21 tahun, upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) terus dilakukan melalui program kesehatan gratis di Bandung dan sekitarnya.

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) adalah klinik bersalin gratis di bawah naungan yayasan untuk ibu hamil kurang mampu, yang dananya berasal dari zakat, infaq, dan sedekah.

Sejak 2004, RBC telah memberikan program kesehatan gratis untuk ibu dan anak, dengan layanan yang tersedia mulai dari masa kehamilan, hari persalinan, pasca melahirkan, hingga anak berusia 2 tahun.

Fase ini disebut 1.000 hari pertama kehidupan, yang dianggap sebagai masa emas untuk memberikan upaya terbaik bagi tumbuh kembang anak, termasuk mencegah generasi stunting.

Inilah alasan mengapa intervensi RBC dimulai sejak masa kehamilan.

Dengan latar belakang pasien yang seluruhnya berasal dari kalangan kurang mampu, tak jarang ditemukan kehamilan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Hal ini berkisar dari berat janin yang tidak sesuai usia kehamilan hingga kondisi kesejahteraan janin yang tidak diketahui.

Oleh karena itu, pemeriksaan yang dilakukan sejak kehamilan merupakan upaya RBC untuk menurunkan AKI dan AKB.

Meningkatkan Kualitas Layanan Melalui Zakat

Mencegah kematian ibu dan bayi tidak dapat dilakukan tanpa sumber daya profesional dan peralatan pendukung.

Dari 2004 hingga sekarang, RBC terus mengembangkan layanannya sedikit demi sedikit untuk memberikan upaya terbaik bagi ibu bersalin dan anak yang lahir dalam asuhan RBC.

Pada 2025, RBC kembali meningkatkan layanan dengan menghadirkan alat CTG (Cardiotocography) untuk memantau detak jantung janin, kontraksi rahim, dan kesejahteraan janin.

CTG ini membantu bidan profesional agar tidak terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan.

RBC sendiri telah menangani 11 ribu layanan gratis, termasuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi, KB, rawat jalan dan rawat inap, persalinan, senam hamil, pemeriksaan USG, serta pemberian nutrisi kehamilan.

Sekitar 435 persalinan ditangani pada tahun 2025.

RBC juga melakukan 216 kunjungan RSW (RBC Menyapa Warga), sebuah program pemeriksaan kesehatan dan edukasi gratis di desa-desa terpencil wilayah Bandung.

Semua layanan ini sepenuhnya didanai oleh zakat, infaq, dan sedekah.

Salah satu tujuan zakat adalah untuk mendatangkan berkah dalam kehidupan umat Islam.

Melalui zakat, pemberi (muzakki) tidak hanya menyucikan hartanya tetapi juga menjadi sarana untuk meringankan kesulitan orang lain.

Sudah saatnya umat Islam menyadari bahwa zakat memiliki dampak dan peran dalam pembangunan kesehatan.

Zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan sekali pakai, tetapi juga dapat digunakan untuk sektor jangka panjang seperti kesehatan.

Karena, pada hakikatnya, zakat yang disalurkan bukanlah bantuan, melainkan memberikan hak kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya.

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC)

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) adalah sebuah bangunan bersejarah di Kigali, Rwanda, yang awalnya dibangun pada tahun 1920-an oleh pemerintahan kolonial Belgia untuk memberikan layanan kesehatan ibu. Saat ini, bangunan ini berdiri sebagai situs warisan yang dilindungi, melambangkan perkembangan awal sistem kesehatan masyarakat Rwanda.

Bandung

Bandung adalah ibu kota Jawa Barat, Indonesia, yang terkenal sebagai “Paris van Java” karena arsitektur art deco era kolonial dan iklim dataran tinggi yang sejuk. Secara historis, kota ini menjadi terkenal sebagai pusat perkebunan dan perdagangan utama di bawah pemerintahan kolonial Belanda dan menjadi lokasi Konferensi Asia-Afrika 1955 yang penting, yang bertujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan budaya antar bangsa yang baru merdeka. Saat ini, Bandung adalah pusat pendidikan, industri kreatif, dan budaya Sunda yang dinamis.

zakat

Zakat bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan salah satu dari Rukun Islam yang lima, yaitu kewajiban amal bagi Muslim yang memenuhi syarat. Ini adalah kewajiban agama yang mengharuskan mereka yang memenuhi kriteria kekayaan tertentu untuk menyumbangkan bagian tetap (biasanya 2,5%) dari aset mereka setiap tahun untuk mendukung orang miskin dan membutuhkan. Ditetapkan secara historis pada abad ke-7 M, praktiknya berakar pada Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad, bertujuan untuk menyucikan harta dan mendorong kesejahteraan sosial dalam komunitas Muslim.

infaq

“Infaq” bukanlah tempat atau situs budaya tertentu, melainkan konsep keuangan dan spiritual Islam yang penting. Ini mengacu pada tindakan sukarela mengeluarkan harta, di luar zakat wajib, di jalan Allah untuk tujuan amal dan kesejahteraan masyarakat. Praktik ini berakar dalam pada Al-Qur’an dan tradisi Nabi Muhammad, mendorong umat Islam untuk dermawan dan mendukung mereka yang membutuhkan sebagai bagian inti dari iman mereka.

sadaqah

“Sadaqah” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan konsep Islam penting tentang pemberian amal sukarela. Berakar pada ajaran Al-Qur’an dan Nabi Muhammad, ini adalah tradisi memberikan harta, tindakan kebaikan, atau perbuatan baik kepada orang lain semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Praktik ini telah menjadi landasan masyarakat Muslim sepanjang sejarah, mempromosikan kesejahteraan sosial, kasih sayang, dan solidaritas komunitas.

angka kematian ibu (AKI)

Istilah “angka kematian ibu (AKI)” bukanlah tempat atau situs budaya, melainkan indikator kesehatan masyarakat utama. Ini mengukur jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, terutama akibat komplikasi kehamilan atau persalinan. Secara historis, AKI global sangat tinggi tetapi telah menurun secara signifikan selama seabad terakhir karena kemajuan dalam perawatan kesehatan, sanitasi, dan akses ke tenaga persalinan terampil.

angka kematian bayi (AKB)

“Angka kematian bayi (AKB)” bukanlah tempat atau situs budaya; ini adalah indikator demografi dan kesehatan masyarakat yang mengukur jumlah kematian bayi di bawah usia satu tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun tertentu. Secara historis, pelacakan AKB menjadi metrik kunci pada abad ke-19 dan ke-20 ketika negara-negara melakukan industrialisasi dan mengembangkan sistem kesehatan masyarakat, memungkinkan perbandingan kesehatan masyarakat dan efektivitas perawatan medis antar wilayah dan periode waktu.

CTG (Cardiotocography)

“CTG” merujuk pada Cardiotocography, yang bukanlah tempat atau situs budaya, melainkan teknologi medis. Ini adalah metode pemantauan elektronik berkelanjutan yang digunakan selama kehamilan dan persalinan untuk merekam detak jantung janin dan kontraksi rahim ibu. Dikembangkan pada pertengahan abad ke-20, CTG menjadi alat standar dalam kebidanan untuk membantu menilai kesejahteraan janin dan mendeteksi potensi gawat janin.