Bagi pengendara motor, menyalip kendaraan lain di jalan adalah praktik yang umum. Namun, manuver ini merupakan salah satu yang paling berisiko jika tidak dilakukan dengan benar.

Banyak pengendara menganggapnya mudah, tetapi membutuhkan perhatian penuh dan teknik yang tepat untuk tetap aman. Tanpa persiapan dan penilaian yang benar, menyalip dapat menyebabkan kecelakaan, membahayakan pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Panduan langkah demi langkah menyalip dengan aman:

  • Pastikan jalur lawan benar-benar kosong dan aman.

Jangan terburu-buru jika jarak pandang terbatas atau lalu lintas padat.

  • Nyalakan lampu sein kanan untuk memberi tahu niatmu menyalip.

Ini memperingatkan pengemudi di depan maupun di belakangmu.

  • Periksa kaca spion

Pastikan tidak ada kendaraan lain yang mencoba menyalipmu dari belakang.

  • Tingkatkan kecepatan secara bertahap sambil menjaga kendali.

Hindari akselerasi mendadak dan pastikan motor tetap stabil.

  • Setelah berhasil menyalip, segera kembali ke jalur kiri dengan memberi isyarat.

Jangan berada di jalur kanan terlalu lama, karena bisa berbahaya bagimu dan orang lain.

“Menyalip bukan soal pamer atau cepat sampai. Pengendara motor harus tetap tenang, mengamati sekitar, dan mengutamakan keselamatan.”

Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap pengguna jalan lain. Dengan memahami risiko dan menerapkan teknik yang tepat, setiap perjalanan bisa lebih aman dan nyaman bagi semua.

Abdul Aziz, gelandang Persib, perluas bisnis lapangan padel di Bandung

Abdul Aziz, gelandang Persib, serius memperluas bisnis lapangan padel di Bandung.

Menyikapi tren global olahraga padel, Aziz bersama rekan-rekannya seperti Rizky Ridho, mendorong pembangunan fasilitas ini sebagai peluang bisnis yang berkelanjutan.

“Bisnis itu soal timing. Padel sedang tren, tidak hanya di Indonesia atau Bandung, tapi di seluruh dunia. Saya melihatnya sebagai peluang jangka panjang, bukan tren sesaat.”

Saat ini, Aziz telah membangun empat lapangan dan berencana memperluas ke tiga lokasi lagi di Bandung: Hotel Horison, Batununggal, dan kawasan Pungkur.

“Semua proyek yang berjalan juga merupakan lapangan padel.”

Sebelumnya, Aziz mengelola bisnis Mini Soccer, namun kini lebih fokus ke padel karena prospeknya yang menjanjikan.

“Mini Soccer masih beroperasi di empat lokasi, tapi kami menghentikan investasi baru untuk fokus ke padel.”

Menurutnya, padel memiliki pasar yang luas dan inklusif. “Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa bermain dan menikmatinya. Di Jakarta, pemesanan sudah penuh, jadi banyak yang datang ke Bandung untuk menggabungkan olahraga dan rekreasi. Kami ingin mempromosikannya sebagai destinasi wisata olahraga.”

Grand opening direncanakan pada akhir Agustus 2025. Pembangunannya mencakup fasilitas seperti kamar mandi dan area istirahat.

Selain padel, Aziz tetap menjalankan bisnis lain seperti kuliner dan pakaian. “Bisnis makanan masih aktif, begitu juga Infiny.”

Langkah Aziz dan pesepakbola lain dalam berbisnis mencerminkan tren meningkat di kalangan atlet untuk mendiversifikasi pendapatan di luar olahraga.