
Bandung –
Bripka Cecep Saepul Bahri mengalami kesulitan bernapas setelah mengendalikan massa pada acara makan gratis dalam perayaan pernikahan putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Maula Akbar, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.
Acara yang digelar di Pendopo Garut pada Jumat sore itu berakhir kacau. Massa saling dorong dan berdesakan untuk masuk ke area Pendopo.
Kelelahan akibat tugas pengamanan, petugas tersebut pingsan dan meninggal dunia. Cecep merupakan salah satu aparat Kepolisian Garut yang ditugaskan dalam operasi tersebut.
Sebagai penghormatan, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menaikkan pangkat anumerta Bripka Cecep Saeful Bahri menjadi Inspektur Satu (Aipda) melalui Surat Keputusan No. Kep/1085/VII/2025.
Kenaikan pangkat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, di rumah duka di Perumahan Guntur Residen No. 24, Kabupaten Garut.
“Kenaikan pangkat anumerta ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas,” ujar Rudi dalam keterangan yang diterima pada Minggu.
Rudi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum saat bertugas untuk bangsa.
“Atas nama pribadi dan negara, saya sampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.”
“Yakinlah bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik dan akan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.”
Dalam kesempatan itu, Rudi juga menyerahkan bantuan dana kepada keluarga. “Semoga bantuan ini bermanfaat,” tambahnya.
Tembakan salvo penghormatan melepas Bripka Cecep
Suara tembakan salvo memecah keheningan malam. Tembakan tersebut merupakan penghormatan terakhir bagi Bripka Cecep Saepul Bahri atas pengabdiannya sebagai polisi.
Cecep meninggal dunia saat acara pembagian makanan di pesta pernikahan putra gubernur dan wakil bupati Garut pada Jumat sore.
Ia merupakan salah satu dari tiga korban jiwa dalam acara tersebut. Brigadir itu dimakamkan pada hari yang sama di Tempat Pemakaman Umum Sukadana Gandok, Kelurahan Kota Kulon, Garut.
Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman. Upacara berlangsung khidmat, dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan pejabat kepolisian.
“Penghormatan ini mencerminkan apresiasi institusi kepada seorang pengabdi yang gugur saat mengamankan acara publik,” ujar Rudi Setiawan dalam keterangan pers pada Minggu.
Rudi menyatakan bahwa Bripka Cecep meninggal saat menjalankan tugas mulia mengamankan acara massal. Ia gugur saat membantu masyarakat, menjadi korban kelelahan.
Selama operasi, almarhum menunjukkan loyalitas luar biasa di tengah kepadatan manusia.
“Kami memberikan penghormatan kepada seseorang yang bertugas hingga napas terakhirnya. Almarhum Bripka Cecep adalah pahlawan sejati,” tegas Rudi.
Menurut Rudi, pengabdian dan keberanian Cecep akan menjadi inspirasi bagi seluruh personel kepolisian di Jawa Barat.
Dalam suasana haru, Rudi kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan menjamin dukungan kelembagaan yang berkelanjutan.

Rudi dan rombongan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dua korban lainnya.