Ganja ditemukan di tas kopilot Air India! Ganja tersebut disita dari tas pilot saat pemeriksaan rutin di bandara San Francisco, Amerika Serikat. Tindakan tegas telah diambil terhadap tersangka dalam insiden ini. Pilot tersebut telah dideportasi dari AS dan dikirim kembali ke India.
Diketahui bahwa insiden ini terjadi pada 14 April. Pilot tersebut berada di kabin penumpang sebuah penerbangan dari Delhi ke San Francisco. Dia bertugas menerbangkan pesawat yang sama kembali ke Delhi. Dalam terminologi penerbangan, proses ini disebut ‘positioning’. Artinya, pilot sedang bertugas. Menurut sumber berita, setelah pesawat tiba di San Francisco, petugas AS menemukan ganja di tas pilot saat penggeledahan. Tindakan segera diambil terhadapnya. Dia dikirim kembali ke India dengan penerbangan tersedia berikutnya.
Setelah pesawat tiba di San Francisco, petugas AS menemukan ganja di tas pilot saat penggeledahan. Tindakan segera diambil terhadapnya.
Masalah ini telah dilaporkan ke DGCA oleh Air India. Memberikan informasi terperinci tentang seluruh insiden, disebutkan bahwa pilot kembali ke Delhi pada hari Kamis. Selanjutnya, mengeluarkan peringatan keras tentang tindakan tegas terhadap pilot yang dituduh, maskapai tersebut menyatakan, ‘Salah satu anggota kru kami, yang bepergian dari Delhi ke San Francisco pada 14 April dan dijadwalkan untuk mengoperasikan penerbangan berikutnya. Namun, ia dianggap ‘tidak layak’ untuk mengoperasikan penerbangan tersebut dan telah dipulangkan ke India.’
Menyusul hal ini, sebuah peringatan dikeluarkan, yang menyatakan, ‘Air India menganut kebijakan tanpa toleransi terhadap setiap pelanggaran hukum. Kami sama sekali tidak mentolerir pelanggaran keselamatan, pelanggaran perilaku, dan perilaku tidak profesional. Tindakan disipliner yang tegas dan sesuai akan diambil dalam masalah ini sesuai dengan peraturan perusahaan. Memastikan keselamatan selalu menjadi prioritas tertinggi Air India.’
Bandara San Francisco
Bandara Internasional San Francisco (SFO) dibuka pada tahun 1927 dan telah berkembang menjadi salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat serta gerbang utama menuju kawasan Pasifik. Bandara ini terkenal karena arsitekturnya yang ikonik, seperti atrium megah Terminal Internasional, dan karena menjadi bandara pertama di AS yang memiliki museum terakreditasi di dalam terminalnya.
Delhi
Delhi adalah ibu kota India, dengan sejarah yang membentang lebih dari dua milenium, berfungsi sebagai pusat pemerintahan beberapa kekaisaran termasuk Kesultanan Delhi dan Mughal. Delhi adalah pusat budaya dan politik utama, terkenal karena kontrasnya yang mencolok antara monumen kuno seperti Benteng Merah dan Qutub Minar dengan gedung pemerintahan modern. Sejarah berlapis kota ini tercermin jelas di lingkungannya yang beragam, dari jalan-jalan sibuk Delhi Lama hingga jalan-jalan terencana Delhi Baru, yang didirikan sebagai ibu kota kekaisaran oleh Inggris pada tahun 1911.
San Francisco
San Francisco adalah kota pesisir utama di California Utara, didirikan pada tahun 1776 sebagai misi dan presidio Spanyol. Kota ini berkembang pesat selama Demam Emas 1849 dan dibangun kembali secara terkenal setelah gempa bumi dan kebakaran dahsyat tahun 1906. Saat ini, kota ini dikenal secara global karena landmark seperti Jembatan Golden Gate, kereta kabel bersejarahnya, dan perannya sebagai pusat teknologi dan budaya progresif.
DGCA
“DGCA” paling umum merujuk pada **Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil** di India, yang merupakan badan pengatur nasional untuk penerbangan sipil. Didirikan pada tahun 1946, badan ini bertanggung jawab untuk mengatur layanan angkutan udara, menegakkan peraturan penerbangan sipil, dan memastikan standar keselamatan penerbangan di seluruh negeri.
Air India
Air India adalah maskapai penerbangan bendera India, didirikan pada tahun 1932 oleh industrialis J. R. D. Tata sebagai Tata Airlines. Maskapai ini dimulai sebagai layanan pos dan menjadi perusahaan publik setelah kemerdekaan India, terkenal karena maskotnya, “Maharaja,” dan karena mengoperasikan rute jarak jauh seperti layanan jet pertama antara India dan New York. Setelah beberapa dekade sebagai perusahaan milik negara, maskapai ini diakuisisi kembali oleh Tata Group pada tahun 2022, menandai kembalinya kepada pendiri aslinya.