Hyderabad, Festival Pongal bertajuk ‘Kites and Delights’ dirayakan hari ini di Badruka College of Commerce and Arts, Kachiguda. Menurut informasi yang diterima, acara ini dipenuhi dengan semangat tradisi, kebersamaan, dan sukacita.

Momen ini mengungkapkan rasa syukur terhadap alam dan penghormatan terhadap warisan budaya yang kaya melalui berbagai kegiatan. Sorotan utama acara adalah perayaan tradisi Pongal yang autentik, yang mencakup membawa Basavanna ke dalam kampus, menyiapkan Pongal, dan menyalakan Bhogi Mantalu, antara lain. Praktik tradisional ini memungkinkan mahasiswa merasakan esensi sejati festival tersebut.

Berbagai program budaya dan kompetisi diselenggarakan untuk mendorong partisipasi dan ekspresi kreatif mahasiswa. Ini termasuk pertunjukan tari, sesi open mic yang menarik, dan berbagai kegiatan terkait Pongal. Di antaranya, Art Club mengadakan kompetisi kreatif membuat layang-layang. Management Club meningkatkan antusiasme peserta melalui kegiatan hiburan dan perburuan harta karun.

Literary Club memikat penonton dengan penampilan open mic dan pidato informatif yang menyoroti signifikansi budaya Pongal. Pertunjukan tari dari Theater Club dan presentasi Harikatha yang unik menjadi daya tarik khusus program ini. Upacara pemberian penghargaan juga diadakan pada kesempatan tersebut. Buletin kampus secara resmi diluncurkan selama acara. Perayaan Pongal ini menyaksikan penyemangatan mahasiswa oleh para pejabat terhormat kampus.

Pongal

Pongal bukanlah sebuah tempat atau situs budaya, melainkan festival panen utama yang dirayakan selama beberapa hari, terutama di negara bagian Tamil Nadu, India. Festival ini dipersembahkan untuk Dewa Matahari (Surya) dan menandai awal perjalanan matahari ke arah utara (Uttarayan). Sejarah festival ini kuno, berakar pada tradisi agraris Dravida, dan namanya berasal dari hidangan upacara berupa nasi manis yang direbus dengan susu, yang disiapkan sebagai persembahan.

Basavanna

Basavanna, juga dikenal sebagai Basaveshwara, adalah seorang filsuf, negarawan, dan penyair India abad ke-12 yang merupakan tokoh kunci dalam kepercayaan Lingayat. Dia bukanlah sebuah tempat melainkan sosok yang dihormati, yang ajaran dan reformasi sosialnya—yang menentang diskriminasi kasta dan ritualisme—menjadi pusat budaya Karnataka. Warisannya dihormati di banyak kuil dan institusi di seluruh wilayah tersebut, yang paling terkenal adalah patung “Basavanna” di kompleks gedung parlemen di Bengaluru.

Bhogi Mantalu

“Bhogi Mantalu” adalah festival tradisional India Selatan, bukan tempat fisik, yang menandai hari pertama dari perayaan panen Pongal selama empat hari. Ini melibatkan pembakaran ritual barang-barang rumah tangga lama dan limbah pertanian dalam api unggun, melambangkan penghancuran yang lama dan tidak murni untuk menyambut awal baru. Praktik ini berakar pada sejarah agraris dan dipersembahkan untuk dewa hujan Hindu, Indra, untuk memastikan kemakmuran di tahun mendatang.

Badruka College of Commerce and Arts

Badruka College of Commerce and Arts adalah institusi pendidikan swasta yang terletak di Hyderabad, India. Kampus ini didirikan pada tahun 1950 oleh Badruka Educational Society, yang didirikan oleh filantropis Kotha Satyanarayana Badruka, dengan tujuan memberikan pendidikan perdagangan dan seni yang berkualitas. Selama beberapa dekade, kampus ini telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang dihormati dan berafiliasi dengan Osmania University.

Kachiguda

Kachiguda adalah lingkungan bersejarah di Hyderabad, India, paling dikenal karena Stasiun Kereta Api Kachiguda yang dibuka pada tahun 1916 selama pemerintahan Nizam. Stasiun ini pernah menjadi terminus utama untuk Nizam’s Guaranteed State Railway dan tetap menjadi pusat transportasi utama, yang mencerminkan perkembangan daerah tersebut sebagai pusat komersial dan perumahan pada awal abad ke-20.

Harikatha

Harikatha adalah seni pertunjukan tradisional India yang menggabungkan bercerita, musik, dan wacana moral, terutama berpusat pada epos agama Hindu dan cerita Purana. Berasal dari zaman kuno, seni ini menjadi tradisi lisan yang sangat terstruktur pada abad ke-16, yang terkenal dipopulerkan oleh para santo di Maharashtra dan Tamil Nadu untuk menyampaikan ajaran spiritual kepada massa. Seni ini tetap menjadi bentuk ekspresi budaya dan agama yang hidup di India Selatan, yang dibawakan oleh seorang narator-penyanyi solo (kathakar) yang mendramatisasi cerita untuk mendidik dan menghibur.