Untuk mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api di seluruh negeri, pihak kereta api kini akan bekerja dalam mode misi. Sehubungan dengan hal ini, sebuah lokakarya diadakan di New Delhi pada Kamis (19/3) di mana instruksi komprehensif diberikan kepada para pejabat.
Dinyatakan bahwa di tempat-tempat di mana permukiman berada di satu sisi jalur kereta dan ladang, sekolah, tanah pemakaman, atau tempat-tempat penting lainnya berada di sisi seberang, jembatan penyeberangan khusus (subway) akan dibangun untuk kemudahan masyarakat.
Tujuan dari jembatan penyeberangan ini adalah untuk menyediakan akses yang aman dan mudah bagi masyarakat umum. Para pejabat diinstruksikan agar desain jembatan penyeberangan harus sedemikian rupa sehingga orang dapat menggunakannya tanpa ragu-ragu.
Jembatan akan dibangun sehingga orang dapat dengan mudah bolak-balik membawa sepeda, sepeda motor, dan barang-barang penting lainnya. Inisiatif ini akan terbukti menyelamatkan nyawa bagi populasi besar negara ini.
Menurut rencana kereta api, struktur jembatan penyeberangan akan dipra-fabrikasi dan kemudian dibawa ke lokasi untuk pemasangan. Selama pemasangan, ‘blokade’ akan dilakukan di jalur kereta, di mana rel akan dipotong dan jembatan penyeberangan dipasang hanya dalam 12 jam, setelah itu akan dibuka untuk digunakan.
Diarahkan juga agar desain jembatan penyeberangan harus mencegah masalah seperti genangan air. Selain itu, pengaturan ini harus tetap efektif untuk waktu yang lama. Para pejabat diminta untuk memastikan solusi permanen untuk masalah ini dalam 5-6 tahun ke depan.
Keputusan ini adalah hasil dari proses konsultasi multi-hari dengan pejabat kereta api. Dipercaya bahwa hanya solusi yang sensitif dan praktis yang dapat memberikan perbaikan jangka panjang untuk masalah masyarakat umum.