MANILA – Perwakilan Abra, JB Bernos, mendorong deklarasi provinsi tersebut sebagai Kawasan Warisan Pariwisata dan Budaya untuk mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada budaya.
Sebuah rilis berita menyatakan bahwa melalui RUU Dewan Perwakilan Rakyat 3120, atau RUU Pengembangan Warisan Pariwisata dan Budaya Abra, Bernos mengupayakan agar Abra dinyatakan sebagai kawasan prioritas pengembangan pariwisata dan menginstitusionalkan kerangka kerja komprehensif untuk pengembangan sektor tersebut.
RUU ini memberikan fondasi kebijakan dan program bagi Abra untuk memanfaatkan pariwisata sebagai penggerak kemajuan inklusif dan transformasi pedesaan.
RUU 3120 mengusulkan penginstitusionalan dan promosi acara-acara unggulan seperti Festival Kawayan, yang menampilkan identitas Abra sebagai provinsi penghasil bambu terkemuka, serta menyoroti peran budaya lokal dalam pariwisata dan pembangunan ekonomi.
Demikian pula, undang-undang ini mewajibkan pembuatan Kerangka Pengembangan Pariwisata Abra 10 tahun untuk mengidentifikasi zona pengembangan pariwisata; menetapkan pedoman untuk ekowisata, pelestarian warisan, dan perlindungan budaya; serta menilai dan mengevaluasi dampak potensial pengembangan terhadap keselamatan lingkungan dan kesejahteraan zona warisan pariwisata dan budaya, komunitas, dan usaha, antara lain.
RUU ini juga menyerukan dilakukannya proyek pemetaan budaya yang komprehensif, untuk mengidentifikasi situs, praktik, dan artefak yang bernilai sejarah dan budaya.
Abra memiliki berbagai daya tarik, seperti Air Terjun Kaparkan, Gereja Paroki Santa Katarina dari Aleksandria bergaya Baroque dari abad ke-19, dan Terowongan Tangadan.
Abra juga merupakan rumah bagi tradisi budaya Tingguian yang telah berusia berabad-abad, serta kerajinan tenun dan bambu, yang ditampilkan selama Festival Kawayan.
“Abra tidak hanya diberkati dengan berbagai keajaiban alam, tetapi juga dengan budaya dan warisan yang kaya yang masih dapat disaksikan di komunitasnya hingga saat ini,” kata Bernos dalam sebuah pernyataan.
“Kami yakin tepat bagi provinsi kami untuk memiliki penetapan khusus, agar kami dapat lebih melindungi sumber daya alam dan budaya kami.”
Air Terjun Kaparkan
Air Terjun Kaparkan adalah air terjun bertingkat yang menakjubkan yang terletak di munisipalitas Tineg, provinsi Abra, Filipina. Air terjun ini terkenal karena formasi batuan kapur bertingkatnya yang unik yang menciptakan kolam alami berwarna pirus. Air terjun ini telah lama menjadi landmark alami bagi komunitas adat setempat, tetapi baru-baru ini mendapatkan popularitas yang lebih luas sebagai destinasi wisata yang sedang berkembang.
Gereja Paroki Santa Katarina dari Aleksandria
Gereja Paroki Santa Katarina dari Aleksandria adalah sebuah gereja Katolik Roma bersejarah yang terletak di Żurrieq, Malta, yang diyakini didirikan pada akhir abad ke-16. Gereja ini terkenal dengan arsitektur Baroknya yang megah, termasuk sebuah altar terkenal karya Mattia Preti. Gereja ini berfungsi sebagai landmark budaya dan agama yang signifikan di komunitasnya.
Terowongan Tangadan
Terowongan Tangadan adalah sebuah jalur pegunungan bersejarah yang dibangun selama era kolonial Amerika pada tahun 1920-an, terletak di La Union, Filipina. Ini adalah proyek teknik yang vital yang meningkatkan transportasi dan perdagangan dengan menghubungkan kota-kota pesisir dengan daerah pedalaman. Saat ini, terowongan ini merupakan daya tarik wisata populer yang dikenal karena pemandangannya yang indah dan signifikansi historisnya.
Festival Kawayan
Festival Kawayan adalah perayaan budaya tahunan yang diadakan di kota Balamban, Cebu, Filipina, yang didedikasikan untuk menghormati St. Fransiskus dari Assisi, santo pelindung kota tersebut. Festival ini menyoroti sejarah panjang kerajinan bambu di kota tersebut, yang telah menjadi industri lokal vital selama beberapa generasi. Festival ini menampilkan tarian jalanan yang meriah, float bertema bambu yang penuh warna, dan pameran yang menunjukkan keanekaragaman dan pentingnya ekonomi bambu (kawayan).
Tradisi budaya Tingguian
Suku Tingguian adalah kelompok masyarakat adat dari provinsi Abra pegunungan di Filipina utara, yang dikenal dengan tradisi lisan yang kaya, tenun yang rumit, dan kepercayaan animisme. Sejarah mereka dilestarikan melalui puisi epik seperti “Biag ni Lam-ang” dan praktik tradisional yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, mencerminkan hubungan yang mendalam dengan tanah leluhur mereka.
Tenun
Tenun adalah kerajinan global kuno yang berasal dari ribuan tahun yang lalu, dengan bukti tekstil awal ditemukan dalam budaya Neolitik. Tenun melibatkan penyilangan benang pada alat tenun untuk menciptakan kain dan telah menjadi landasan identitas budaya, ekonomi, dan tradisi kerajinan tangan bagi peradaban di seluruh dunia.
Kerajinan bambu
Kerajinan bambu mewakili tradisi budaya yang signifikan yang ditemukan di banyak masyarakat Asia, dengan sejarah yang membentang ribuan tahun. Praktik ini melibatkan seni terampil mengubah bambu menjadi berbagai macam barang fungsional dan artistik, dari alat rumah tangga hingga patung yang rumit. Kerajinan ini tetap menjadi bagian vital dari warisan budaya dan seni berkelanjutan di daerah-daerah di mana bambu melimpah.