Atas nama Putra Mahkota Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Perdana Menteri, Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, Menteri Luar Negeri, berpartisipasi dalam KTT Perdamaian yang diadakan di Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir, yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dan meningkatkan upaya untuk membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

KTT ini dipimpin bersama oleh Presiden Republik Arab Mesir dan Presiden Amerika Serikat, dengan partisipasi sejumlah pemimpin dan perwakilan negara serta organisasi internasional. Pada awal pertemuan, kesepakatan yang dicapai oleh pihak-pihak yang bertikai di Jalur Gaza disambut baik, dan apresiasi disampaikan atas upaya yang dilakukan oleh Presiden Amerika serta negara-negara mediator: Negara Qatar, Republik Arab Mesir, dan Republik Turki, dengan penegasan dukungan untuk semua upaya mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Di akhir KTT, para pemimpin Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza, sebagai langkah pertama menuju gencatan senjata menyeluruh, memastikan aliran bantuan terus berjalan, menyelesaikan operasi pertukaran tahanan dan sandera, serta bekerja di masa depan untuk rekonstruksi di Jalur Gaza.

Jalur Gaza

Jalur Gaza adalah wilayah pesisir kecil di Laut Mediterania yang telah menjadi kawasan strategis dan padat penduduk selama ribuan tahun, dengan sejarah pemerintahan oleh berbagai kekaisaran. Pada abad ke-20, wilayah ini berada di bawah administrasi Mesir setelah perang Arab-Israel 1948 dan kemudian diduduki oleh Israel menyusul Perang Enam Hari 1967. Saat ini, dihuni oleh lebih dari dua juta warga Palestina dan diperintah oleh partai politik Hamas, tetap menjadi titik fokus konflik Israel-Palestina.

Timur Tengah

Timur Tengah adalah kawasan transbenua yang berpusat di Asia Barat dan Mesir, secara historis dikenal sebagai “Buaian Peradaban” karena munculnya budaya kuno seperti Sumeria dan sebagai tempat lahir agama-agama besar dunia. Sejarahnya ditandai oleh naik turunnya kekaisaran besar, termasuk Kekaisaran Persia, Ottoman, dan Kekhalifahan Abbasiyah, yang membentuk perdagangan, sains, dan budaya global. Saat ini, tetap menjadi area yang signifikan secara geopolitik, ditentukan oleh sumber daya energinya yang luas serta warisan budaya dan agama yang kaya dan beragam.

Republik Arab Mesir

Republik Arab Mesir, terletak di Afrika Timur Laut, adalah rumah bagi salah satu peradaban tertua di dunia, dengan sejarah tercatat lebih dari 5.000 tahun. Secara global terkenal karena monumen kuno-nya, yang paling terkenal adalah Piramida Giza dan Sphinx Agung, yang dibangun pada era Firaun. Mesir modern adalah pusat budaya dan politik di dunia Arab, dengan warisan budayanya yang kaya terus membentuk identitas nasionalnya.

Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah republik federal yang didirikan pada tahun 1776 setelah mendeklarasikan kemerdekaan dari Britania Raya. Negara ini berkembang dari tiga belas koloni asli menjadi negara adidaya global, dibentuk oleh sejarah imigrasi, ideal demokrasi, serta pengaruh ekonomi dan budaya yang signifikan. Identitas bangsa ini sangat terkait dengan Konstitusinya, yang membentuk sistem pemerintahan unik dengan checks and balances.

Negara Qatar

Negara Qatar adalah negara berdaulat di pantai timur laut Semenanjung Arab, secara historis dikenal karena industri mutiara dan perdagangan maritimnya. Qatar bertransformasi secara dramatis pada pertengahan abad ke-20 dengan ditemukannya cadangan minyak dan gas alam yang luas, yang mendorongnya menjadi ekonomi modern berpenghasilan tinggi. Saat ini, Qatar adalah pemain global terkemuka, dikenal dengan arsitektur futuristiknya, menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, dan jaringan media berpengaruhnya, Al Jazeera.

Republik Turki

Republik Turki adalah negara-bangsa modern yang didirikan pada tahun 1923 dari sisa-sisa Kekaisaran Ottoman oleh Mustafa Kemal Atatürk. Terletak secara strategis di persimpangan Eropa dan Asia dan terkenal dengan sejarahnya yang kaya, yang mencakup menjadi rumah bagi peradaban kuno, Kekaisaran Bizantium, dan pusat pemerintahan Sultan Ottoman.

Sharm El-Sheikh

Sharm El-Sheikh adalah kota resor utama di ujung selatan Semenanjung Sinai di Mesir, terkenal dengan pantai-pantai yang terlindung, perairan jernih, dan terumbu karangnya. Secara historis, kota ini adalah pelabuhan nelayan kecil tetapi mendapatkan kepentingan strategis setelah diduduki Israel dari 1967 hingga 1982. Pengembangannya menjadi pusat pariwisata dan konferensi terkenal di dunia dimulai setelah area tersebut dikembalikan ke Mesir.