Bangalore – Royal Challengers Bangalore (RCB) sekali lagi membuktikan bahwa kriket bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana tanggung jawab terhadap masyarakat dan kemanusiaan. RCB telah melangkah untuk memberikan bantuan keuangan sebesar ₹2,5 juta kepada sebuah keluarga yang terdampak oleh insiden tragis baru-baru ini.
Latar Belakang Insiden
Dalam insiden terkait Bangalore ini, sebuah keluarga kehilangan orang yang mereka cintai dan menghadapi kesulitan finansial serta emosional. Begitu berita tersebut sampai kepada manajemen tim dan para pemain, mereka sepakat memutuskan untuk mendukung keluarga yang terdampak.
Inisiatif RCB
Manajemen tim segera mengalokasikan dana bantuan dan mengumumkan donasi sebesar ₹2,5 juta untuk keluarga yang terdampak. RCB menyatakan bahwa bantuan ini akan membantu keluarga tersebut kembali menuju kehidupan normal. Selain itu, franchise tersebut menunjukkan kesiapan untuk menawarkan dukungan lebih lanjut jika diperlukan di masa depan.
Perasaan Para Pemain
Beberapa pemain senior RCB mengungkapkan kesedihan mereka atas insiden tersebut di media sosial, dengan menyatakan, “Kemanusiaan lebih besar dari kemenangan atau kekalahan apa pun. Kami ingin keluarga ini tahu bahwa seluruh komunitas kriket berdiri bersama mereka.”
Pesan untuk Masyarakat
Inisiatif ini bukan hanya bantuan keuangan, tetapi juga pesan untuk masyarakat bahwa kapan pun krisis terjadi, olahraga dan atlet tidak terbatas pada lapangan. Mereka menyentuh kehidupan orang dan menjadi sumber dukungan di masa-masa sulit.
Langkah RCB mencerminkan hubungan mendalam antara olahraga dan masyarakat. Upaya semacam ini tidak hanya mendukung keluarga yang terdampak tetapi juga menyalakan api kemanusiaan di hati penggemar olahraga dan masyarakat umum. Diharapkan institusi olahraga dan pemain lain akan mengambil inspirasi dari contoh seperti ini dan melangkah ke depan.
Pemerintah Karnataka Sempat Menyatakan RCB Bertanggung Jawab Sebuah laporan dari pemerintah Karnataka tanggal 17 Juli telah muncul. Laporan itu menyatakan RCB bertanggung jawab atas insiden tersebut, juga menyebutkan Kohli. Pemerintah Karnataka menyatakan bahwa RCB tidak meminta izin apa pun dari pemerintah untuk parade kemenangan yang diselenggarakan di Chinnaswamy.
Namun, pemerintah juga mencatat bahwa membatalkan acara secara tiba-tiba dapat memicu kekerasan dan mengganggu ketertiban hukum di kota. Pemerintah menyerahkan laporan tersebut ke Pengadilan Tinggi pada 15 Juli. Pemerintah menginginkan laporan itu dirahasiakan, tetapi pengadilan menyatakan tidak ada dasar hukum untuk kerahasiaan semacam itu.