Pertemuan di Sekretariat PWI Banten.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah menyelesaikan masalah dualisme kepemimpinan yang terjadi di kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Penyelesaian ini didasarkan pada surat keputusan resmi dari PWI Pusat dan hasil Kongres PWI 2025.

Surat keputusan ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang menjadi landasan hukum dan pedoman untuk menata kembali struktur organisasi PWI di tingkat daerah.

Penyelesaian dilakukan di Sekretariat PWI Banten dengan memanggil kedua kubu PWI Kabupaten Tangerang dan PWI Kabupaten Pandeglang beserta pendukungnya masing-masing.

Pertemuan dipimpin oleh Ketua PWI Banten, didampingi oleh Sekretaris PWI Banten dan pengurus provinsi lainnya. Dalam suasana kondusif yang penuh semangat kebersamaan, kedua kubu menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan perbedaan secara damai dan menjunjung tinggi semangat persatuan.

Musyawarah menghasilkan komitmen bersama untuk memulihkan martabat organisasi dan menjaga keharmonisan di antara anggota.

Kepemimpinan sementara di tingkat Kabupaten/Kota akan dipegang oleh Pejabat Sementara yang ditunjuk langsung oleh PWI Provinsi Banten. Masa jabatan Pejabat Sementara berlangsung selama enam bulan, hingga digelar Konferensi untuk membentuk kepengurusan definitif.

Ketua PWI Banten menekankan langkah ini sebagai bentuk konsolidasi internal dan bukti nyata komitmen seluruh jajaran PWI Banten untuk menjaga martabat dan kehormatan organisasi wartawan tertua di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa PWI di seluruh Banten berada di bawah satu komando, satu arah, dan satu tujuan. Dualisme hanya akan memecah belah kekuatan organisasi. Dengan kesepakatan ini, kami menunjukkan bahwa persatuan di tubuh PWI Banten tetap kuat,” demikian pernyataannya.

Ditambahkan bahwa penyatuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat solidaritas menjelang Hari Pers Nasional 2026.

Dengan berakhirnya dualisme ini, seluruh anggota PWI di tingkat kabupaten dan kota diharapkan dapat kembali fokus menjalankan tugas jurnalistik secara berimbang, mendidik, dan konstruktif, demi kemajuan daerah dan martabat organisasi PWI di Provinsi Banten.

Provinsi Banten

Provinsi Banten adalah wilayah di ujung barat Pulau Jawa, Indonesia, yang secara historis penting sebagai pusat Kesultanan Banten yang kuat, sebuah kerajaan Islam besar dan pelabuhan perdagangan lada yang makmur dari abad ke-16 hingga awal abad ke-19. Saat ini, dikenal karena zona industrinya dan situs warisan budaya penting, termasuk reruntuhan Istana Surosowan dan Masjid Agung Banten, salah satu masjid tertua di Indonesia. Provinsi ini resmi dibentuk pada tahun 2000 setelah memisahkan diri dari Jawa Barat.

Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia, yang terletak di pinggiran barat wilayah metropolitan Jakarta. Secara historis, daerah ini merupakan pemukiman penting bagi imigran Tionghoa pada abad ke-17 dan kemudian menjadi pusat industri dan manufaktur utama. Saat ini, dikenal karena perpaduan pembangunan perkotaan, budaya Betawi tradisional, dan situs bersejarah seperti kelenteng Boen Tek Bio dari abad ke-17.

Kabupaten Pandeglang

Kabupaten Pandeglang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia, yang terkenal sebagai pintu gerbang menuju Taman Nasional Ujung Kulon, Situs Warisan Dunia UNESCO dan tempat perlindungan terakhir bagi badak jawa yang terancam punah. Secara historis, daerah ini merupakan bagian dari Kesultanan Banten, sebuah kerajaan dagang Islam besar dari abad ke-16 hingga awal abad ke-19. Saat ini, perekonomiannya sangat bergantung pada pertanian dan pariwisata yang berpusat di sekitar taman nasional dan wilayah pesisirnya.
<

Sekretariat PWI Banten

Sekretariat PWI Banten adalah kantor pusat daerah untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di provinsi Banten. Tempat ini berfungsi sebagai pusat profesional dan tempat pertemuan bagi wartawan lokal, mendukung kegiatan pers dan etika di wilayah tersebut sejak Banten menjadi provinsi terpisah pada tahun 2000.

Provinsi Banten

Provinsi Banten adalah wilayah di ujung barat Pulau Jawa, Indonesia, yang secara historis penting sebagai pusat Kesultanan Banten yang kuat, sebuah kerajaan Islam besar dan pelabuhan perdagangan lada yang makmur dari abad ke-16 hingga awal abad ke-19. Saat ini, dikenal karena zona industrinya dan pelabuhan modern, sambil melestarikan situs bersejarah seperti Masjid Agung Banten dan reruntuhan Istana Surosowan. Warisan budayanya memadukan tradisi Sunda dengan pengaruh Islam yang kuat dari masa kesultanan.

Kesultanan Banten

Kesultanan Banten adalah kerajaan Islam yang kuat yang didirikan pada abad ke-16 di pesisir barat laut Jawa, Indonesia, berkembang sebagai pusat utama perdagangan lada dan kesarjanaan Islam. Kesultanan ini mencapai puncak kejayaannya di bawah Sultan Ageng Tirtayasa pada akhir abad ke-17 sebelum perang saudara dan intervensi kolonial Belanda berikutnya menyebabkan kemundurannya. Kesultanan ini secara resmi dibubarkan oleh Belanda pada tahun 1813, meskipun kota pelabuhan bersejarahnya, Banten Lama, tetap menjadi situs reruntuhan arkeologi yang penting.

Istana Surosowan

Istana Surosowan, juga dikenal sebagai Keraton Surosowan, adalah istana kerajaan utama dan pusat administrasi Kesultanan Banten di Banten, Indonesia saat ini. Dibangun pada awal abad ke-16, istana ini melambangkan kekuasaan kesultanan dan merupakan pusat utama perdagangan lada dan pembelajaran Islam di wilayah tersebut. Istana ini dihancurkan oleh Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) pada tahun 1680 setelah pemberontakan, dan saat ini hanya tersisa dinding batu berbenteng dan fondasinya sebagai reruntuhan bersejarah.

Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten adalah masjid bersejarah di Banten, Indonesia, yang dibangun pada abad ke-16 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin dari Kesultanan Banten. Masjid ini memiliki menara berbentuk pagoda lima tingkat yang unik, mencerminkan perpaduan pengaruh arsitektur Jawa, Tionghoa, dan Eropa. Sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia, masjid ini tetap menjadi landmark keagamaan dan budaya yang penting.

Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia, yang terletak di pinggiran barat wilayah metropolitan Jakarta. Secara historis, daerah ini merupakan pemukiman penting bagi imigran Tionghoa pada abad ke-17, dengan kawasan “Benteng” berfungsi sebagai pusat budaya. Saat ini, daerah ini merupakan zona industri dan pemukiman utama, yang dikenal karena perpaduan pembangunan perkotaan dan situs bersejarah seperti Kelenteng Boen Tek Bio.

Kelenteng Boen Tek Bio

Kelenteng Boen Tek Bio, yang terletak di Tangerang, Indonesia, adalah salah satu kelenteng Tionghoa tertua di negara itu, awalnya dibangun pada tahun 1684. Kelenteng ini didirikan oleh para migran Tionghoa untuk berfungsi sebagai pusat ibadah, komunitas, dan pelestarian budaya. Saat ini, tempat ini tetap menjadi situs penting bagi komunitas Tionghoa-Indonesia setempat dan didedikasikan untuk tradisi Buddha, Konfusius, dan Tao.

Kabupaten Pandeglang

Kabupaten Pandeglang adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Banten di Pulau Jawa, Indonesia. Secara historis penting sebagai lokasi **Kesultanan Banten** kuno, sebuah kerajaan Islam besar dan pelabuhan perdagangan yang kuat dari abad ke-16 hingga ke-18. Saat ini, kabupaten ini juga dikenal karena mencakup sebagian besar **Taman Nasional Ujung Kulon**, Situs Warisan Dunia UNESCO dan tempat perlindungan terakhir bagi badak jawa yang terancam punah.