Dua pelaku pencurian sepeda motor mendapat tindakan tegas dan terukur (ditembak) pada kakinya karena melawan dan berusaha kabur saat penangkapan.
Keduanya adalah MBH (19), warga Beringin Pasar 7, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan MA (20), warga Jalan Datuk Kabu, Tembung, Percut Sei Tuan.
Kapolsek Medan Area menyatakan kedua tersangka telah beraksi di 15 lokasi kejahatan dalam wilayah hukum Polrestabes Medan dan sekitarnya.
Penangkapan kedua tersangka diawali laporan dari korban Elpa Syahroni Nasution (31), warga Jalan Jermal XI, Kompleks Graha Rahayu, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai.
Nomor Laporan: LP/ B / 53 / I /2026/SPKT/POLSEK MEDAN AREA/ POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.
Korban kehilangan 1 unit sepeda motor Yamaha Nmax warna hijau dengan plat nomor BK 4432 ALU pada hari Minggu sekitar pukul 04.48 WIB.
“Kedua tersangka berhasil diamankan di Jalan Pasar 7 Beringin, Gang Durian, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan pada hari Jumat, 30 Januari,” jelas Kapolsek.
Awalnya, suami korban pulang mengendarai motor tersebut dari tempat nongkrong tak jauh dari rumah sekitar pukul 02.13 WIB. Setang kendaraan terkunci, namun gerbang tidak dipalang.
Pagi hari sekitar pukul 08.20 WIB, korban terbangun dan mendapati motor tersebut sudah hilang. Korban lalu melaporkan kejadian itu dan menyatakan rugi materi sebesar Rp 34.000.000.
Berdasarkan laporan itu, Kasat Reskrim Polsek Medan Area melakukan penyelidikan yang berujung pada penangkapan kedua tersangka.
“Kami tembakan peringatan, namun kedua tersangka melawan dan berusaha kabur sementara penyelidikan berkembang untuk mencari DPO temannya berinisial D, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur pada kaki mereka,” tegas Kapolsek.
Dalam proses pemeriksaan, kedua tersangka mengaku telah melakukan lebih dari belasan aksi pencurian.
“Aksi para tersangka terekam CCTV dan viral di media sosial,” ujar Kapolsek.
Tersangka MA beraksi di 10 TKP: pertama, pencurian Honda Beat hitam tahun 2023 di Jalan Menteng Raya; Beat hitam di Jalan Tanjung Morawa tahun 2023; Vario hitam dengan aksen merah di Jalan Letda Sudjono tahun 2023.
Kemudian, pencurian Beat hitam di Jalan Denai tahun 2024; Beat hitam di Jalan Delitua tahun 2024; Vario putih tahun 2025 di Jalan Denai; Beat hitam di Jalan Delitua tahun 2025.
Selanjutnya, Vario putih dan Beat hitam di Lubuk Pakam tahun 2026; Honda Genio hitam di Jalan SM Raja tahun 2026; dan Yamaha Nmax hitam di Jalan Jermal XI tahun 2026.
Sementara tersangka MBH beraksi di 5 TKP: Honda Beat hitam di Jalan Be, Gang Kurma tahun 2017; Yamaha Mio merah di Jalan Bengkel tahun 2019.
Lalu, Honda Beat biru di Jalan Prima tahun 2019; Mio putih di Jalan Makmur tahun 2020; dan Honda Scoopy abu-abu di Mega City tahun 2022.
Dari kedua tersangka, disita barang bukti: dua buah jaket hitam dan 1 celana panjang hitam yang dipakai saat beraksi, serta uang tunai Rp 200.000 hasil penjualan motor Nmax.
Rumah Sakit Bhayangkara
Rumah Sakit Bhayangkara adalah jaringan rumah sakit umum di Indonesia yang dioperasikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Sejarahnya terkait dengan institusi kepolisian, awalnya didirikan untuk memberikan layanan kesehatan bagi personel polisi, keluarga, dan veteran. Seiring waktu, layanannya diperluas untuk melayani masyarakat umum, menjadi bagian penting dari infrastruktur kesehatan nasional.
Polsek Medan Area
Polsek Medan Area adalah kepolisian sektor setempat yang terletak di pusat Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, namanya merujuk pada “Medan Area,” lokasi penting pertempuran sengit selama Revolusi Nasional Indonesia (1945–1949) di mana pasukan Indonesia melawan upaya Sekutu dan Belanda untuk menduduki kembali kota. Kini, ia berfungsi sebagai kantor polisi modern yang bertanggung jawab menjaga ketertiban hukum di distrik bisnis pusat dan bersejarah kota.
Polrestabes Medan
Polrestabes Medan adalah kepolisian daerah yang bertanggung jawab untuk penegakan hukum di Medan, ibu kota Sumatera Utara, Indonesia. Beroperasi di bawah Polda Sumatera Utara, ia memainkan peran kunci dalam menjaga ketertiban umum di salah satu pusat urban terbesar dan paling bersejarah di Indonesia, sebuah kota dengan warisan multikultural yang kaya yang berasal dari sejarahnya sebagai pusat perdagangan.
Jalan Jermal XI
Jalan Jermal XI adalah jalan permukiman yang terletak di kawasan Novena, Singapura. Secara historis terkait dengan kampung Jermal Road yang dahulu dan jeti pantai (“jermal”) yang digunakan untuk perikanan dan perdagangan pada awal hingga pertengahan abad ke-20. Kini, ia menjadi bagian dari lingkungan urban modern, dengan namanya menjaga hubungan dengan kehidupan maritim dan komunitas masa lalu Singapura.
Kompleks Graha Rahayu
Kompleks Graha Rahayu adalah pengembangan permukiman dan komersial modern yang terletak di Indonesia, terutama dikenal karena ruang hidup dan fasilitasnya yang terintegrasi. Meskipun detail sejarah spesifiknya terbatas, kompleks ini mewakili tren kontemporer pembangunan kompleks berskala besar dan multi-guna di area perkotaan dan pinggiran kota Indonesia untuk mengakomodasi populasi yang tumbuh dan gaya hidup modern.
Jalan Pasar 7 Beringin
“Jalan Pasar 7 Beringin” adalah nama jalan di Kuala Lumpur, Malaysia, terletak di kawasan Jinjang. Secara historis terkait dengan Pasar Jinjang Beringin, sebuah pasar basah tradisional yang telah melayani masyarakat setempat selama beberapa dekade sebagai pusat barang segar dan kebutuhan sehari-hari. Nama ini mencerminkan peran komersial dan sosial kawasan yang telah berlangsung lama di lingkungan tersebut.
Jalan Menteng Raya
Jalan Menteng Raya adalah jalan utama bersejarah di distrik Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia. Awalnya dikembangkan pada awal abad ke-20 sebagai kawasan permukiman eksklusif bagi pejabat Belanda dan orang Indonesia kaya, jalan ini dipenuhi arsitektur era kolonial dan dikenal dengan toko-toko, kafe, serta kediaman diplomatik mewahnya. Jalan ini mencerminkan masa lalu kolonial Jakarta dan evolusinya menjadi pusat komersial dan diplomatik modern.
Jalan Tanjung Morawa
Jalan Tanjung Morawa adalah jalan utama di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia, yang menghubungkan Kota Medan dengan daerah sekitarnya. Secara historis, kawasan ini penting karena perkebunan pertaniannya yang luas, khususnya karet dan kelapa sawit, yang dikembangkan selama era kolonial Belanda dan membentuk ekonomi serta pola permukiman wilayah. Kini, jalan ini tetap menjadi koridor transportasi dan komersial yang vital.