Mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) telah menyegel gedung rektorat yang berlokasi di Jalan DR TD Pardede, Medan.

Beberapa spanduk berisi tuntutan mahasiswa tergantung di pagar dan dinding gedung rektorat milik keluarga DR TD Pardede.

Salah satu tuntutan yang terlihat di spanduk berbunyi: “Kami, mahasiswa Fakultas Teknik UDA, menuntut yayasan untuk menunjukkan dokumen legal yang sah di hadapan seluruh mahasiswa.”

Spanduk lain yang dipasang tepat di pintu masuk rektorat melalui Gedung Pascasarjana UDA menyatakan: “Kampus ini sedang dirusak oleh keserakahan.”

Akibat penyegelan, Kantor Rektorat UDA tidak beraktivitas, tanpa ada pegawai yang melakukan tugas seperti biasa.

Pintu putih dengan spanduk bertuliskan “Disegel oleh mahasiswa” dikunci dengan gembok oleh para demonstran.

Situasi ini menarik perhatian mahasiswa UDA lain yang sedang melaksanakan ujian akhir pada hari Senin di semua fakultas di kampus Medan.

Beberapa mahasiswi menyatakan kekhawatiran atas situasi terkini UDA Medan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menunjukkan kekhawatiran khusus atas keabsahan nilai mereka, karena ujian akan berlangsung hingga 2 Agustus 2025.

“Kami bingung karena beredar informasi bahwa nilai kami tidak akan dicatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) bagi mereka yang membayar uang kuliah melalui yayasan baru,” kata seorang mahasiswa.

Seorang mahasiswi berhijab mengungkapkan bahwa orang tuanya memintanya pindah ke universitas lain tanpa masalah seperti ini.

“Orang tua saya marah besar. Mereka menyuruh saya pindah ke institusi lain,” ujarnya.

Kelalaian
Seorang anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik menyatakan bahwa penyegelan akan berlanjut tanpa batas waktu.

“Ini berarti penyegelan akan tetap dilakukan sampai yayasan dan rektorat memenuhi tuntutan kami. Hanya setelah itu kami akan mempertimbangkan untuk membukanya,” tegas mereka.

Para mahasiswa berupaya memastikan solusi yang adil dan transparan atas konflik ini.

Mahasiswa tingkat akhir menyatakan kekecewaan terhadap respons pemerintah, khususnya Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 1 Sumatera.

Mereka menduga LLDIKTI lalai dalam menangani konflik di dalam Yayasan Pendidikan Darma Agung (YPDA) yang mengelola UDA dan Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP).

“Menghadapi kelalaian ini, kami mulai meragukan niat LLDIKTI untuk menyelesaikan konflik di UDA. Bagaimana jika mereka sengaja mengabaikannya? Semoga dugaan kami salah. Jika benar, ini adalah pengkhianatan terhadap dunia pendidikan,” ujar seorang mahasiswa.

Sementara itu, dilaporkan bahwa rektor dari kedua faksi UDA — Partahi Siregar (Dr. Lilis S. Gultom) dan Hana Nelsri Kaban (Prof. Suwardi Lubis) — dipanggil oleh Kepala LLDIKTI Wilayah 1 Sumatera, Prof. Saiful Anwar Matondang.

Namun, alasan pemanggilan tersebut tidak diketahui.

Sumber menyebutkan bahwa pemanggilan itu terkait dengan protes mahasiswa pekan lalu yang berujung pada penyegelan rektorat.

Universitas Darma Agung (UDA)

Universitas Darma Agung (UDA) adalah institusi swasta yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara (Indonesia), didirikan pada tahun 1985. Menawarkan program sarjana dan pascasarjana, dikenal karena kontribusinya terhadap pendidikan dan penelitian di wilayah tersebut. Misi UDA adalah mencetak tenaga profesional yang terampil dengan mempromosikan nilai-nilai budaya dan etika di komunitas akademiknya.

Jalan DR TD Pardede

Jalan DR TD Pardede adalah jalan penting di Medan (Indonesia), dinamai untuk menghormati Tumpal Dorianus Pardede, seorang pengusaha dan filantropis lokal terkemuka. Terletak di kawasan komersial yang dinamis, jalan ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi Medan. Meskipun bukan situs bersejarah, jalan ini memperingati warisan Pardede dalam pengembangan bisnis dan komunitas di wilayah tersebut.

Gedung Pascasarjana UDA

Gedung Pascasarjana UDA adalah bagian dari Universitas Darma Agung di Indonesia, dirancang untuk studi lanjutan dan penelitian. Diresmikan pada awal abad ke-21, gedung ini memiliki fasilitas modern untuk mahasiswa pascasarjana. Arsitekturnya menggabungkan fungsionalitas dengan desain kontemporer, mendorong inovasi dan kolaborasi akademik.

Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT)

**Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT)** adalah inisiatif pemerintah Indonesia untuk mengumpulkan dan mengelola informasi tentang institusi pendidikan tinggi, program, dan penelitian. Dibuat untuk menjamin transparansi dan mendukung pengembangan akademik, PDPT memusatkan data akreditasi, catatan mahasiswa, dan metrik institusional. PDPT berperan kunci dalam perumusan kebijakan dan penjaminan mutu sistem pendidikan Indonesia.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah organisasi mahasiswa yang ada di universitas, khususnya di Indonesia, yang mewakili kepentingan mahasiswa. Muncul pada abad ke-20, BEM mendorong kepemimpinan, menyelenggarakan kegiatan, dan menjadi mediator dengan otoritas universitas. BEM memainkan peran kunci dalam kehidupan mahasiswa dan partisipasi demokratis di dalam institusi akademik.

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 1 Sumatera

**Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 1 Sumatera** adalah badan pemerintah Indonesia yang mengawasi universitas di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, LLDIKTI menjamin mutu pendidikan melalui akreditasi, pendanaan, dan implementasi kebijakan. LLDIKTI sangat penting untuk meningkatkan standar akademik dan mendorong kolaborasi riset di Sumatera.

Yayasan Pendidikan Darma Agung (YPDA)

Yayasan Pendidikan Darma Agung (YPDA) adalah institusi Indonesia yang didedikasikan untuk memajukan keunggulan akademik dan pengembangan budaya. Didirikan dengan fokus pada pendidikan berkualitas, yayasan ini mengelola sekolah dan program yang mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan pembelajaran modern. Sejarahnya mencerminkan komitmen terhadap pembentukan generasi masa depan secara holistik.

Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP)

**Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP)** adalah institusi pendidikan di Indonesia yang berfokus pada sains dan teknologi. Dinamai sesuai T.D. Pardede, pengusaha dan filantropis terkenal, ISTP bertujuan mendorong inovasi dan keterampilan teknis untuk pembangunan industri. Meskipun sedikit detail tentang pendiriannya, ISTP merupakan bagian dari upaya memperkuat pendidikan STEM di wilayah tersebut.