Sebagai bank yang fokus utama pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong nasabahnya, khususnya di segmen Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk naik kelas.
Hal ini disampaikan Direktur Utama BRI dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI bahwa hingga akhir kuartal II 2025, jumlah nasabah KUR yang berhasil naik kelas mencapai 574 ribu orang, meningkat signifikan dibandingkan 286 ribu orang pada kuartal I 2025. Artinya, dalam 3 bulan terakhir, hampir 300 ribu pelaku usaha kecil berhasil naik kelas.
“Pencapaian ini menunjukkan komitmen BRI tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi juga mendorong UMKM untuk selalu naik kelas,” ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam upaya mendorong UMKM naik kelas, BRI juga memberikan akses dan layanan komprehensif melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya program BRILiaN Village yang telah membina 4.625 desa dan 41.217 klaster bisnis di seluruh Indonesia.
Tidak hanya itu, BRI juga mengembangkan platform pembelajaran bagi pelaku UMKM melalui 54 Rumah BUMN dan memperluas digitalisasi usaha melalui platform LinkUMKM yang telah digunakan lebih dari 12,9 juta pengguna, serta meningkatkan daya saing melalui platform PARI dengan lebih dari 113 ribu pengguna.
“Semua inisiatif ini bertujuan memberikan akses pelatihan dan peluang agar UMKM memiliki daya saing tinggi,” katanya.
Untuk informasi, hingga akhir Juli 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp99,31 triliun, setara 56,75% dari total alokasi 2025 sebesar Rp175 triliun. Penyaluran KUR BRI didominasi sektor produktif yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri, dan jasa lainnya, dengan porsi 63,88% dari total penyaluran KUR.
Sektor pertanian juga menjadi penyumbang utama dengan pembiayaan mencapai Rp44,11 triliun, setara 44,42% dari total penyaluran. Capai-an ini sejalan dengan komitmen BRI memperkuat sektor riil dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Persib Bandung kembali melepas sejumlah pemainnya dengan status pinjaman. Setelah sebelumnya meminjamkan Zalnando ke Persita Tangerang, kini giliran beberapa pemain melanjutkan karier di klub lain.
Satu pemain, yang akrab disapa Dado, secara resmi bergabung dengan Bhayangkara FC.
Sementara itu, pemain lainnya dipinjamkan ke Malut United, dan satu lagi akan memperkuat Persik Kediri hingga akhir musim.
Pelatih menekankan, keputusan peminjaman ini diambil untuk memberi kesempatan bagi para pemain berkembang lebih optimal.
Khususnya, Dado dan Dimas membutuhkan waktu bermain setelah cukup lama absen karena cedera.
“Mereka perlu kembali ke level terbaik, dan untuk itu mereka perlu bermain secara rutin,” kata pelatih.
Sebelum tiga nama ini, klub juga sebelumnya telah meminjamkan Ferdiansyah ke Semen Padang dan Muhammad Adzikry ke Persijap Jepara.