Washington, 3 Februari. Presiden Panama, Raúl Mulino, pada hari Minggu menyatakan bahwa Panama tidak akan memperpanjang kesepakatan Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI) dengan Tiongkok. Panama telah menandatangani kesepakatan ini dengan Tiongkok pada tahun 2017, dan kini tampaknya kesepakatan tersebut akan berakhir lebih awal dari yang direncanakan.
Mulino telah menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dalam investasi baru dengan Amerika Serikat, termasuk proyek-proyek infrastruktur. Menteri Luar Negeri AS tiba di Panama pada hari Minggu, menandai kunjungan pertama seorang diplomat Amerika ke Panama sejak pelantikan Presiden Trump.
Saat berbicara dengan media, Mulino menggambarkan kunjungan tersebut sebagai pembukaan pintu baru dalam hubungan bilateral, meskipun ia menegaskan kembali bahwa tidak akan ada perdebatan mengenai kedaulatan Terusan Panama. Ia menyebutkan bahwa ada diskusi dengan AS mengenai kekhawatiran tentang keterlibatan Tiongkok dengan terusan tersebut.
Amerika Serikat telah memperingatkan akan mengambil tindakan yang diperlukan
Setelah pernyataan Mulino, Departemen Luar Negeri AS membagikan rincian diskusi antara kedua negara, yang mencakup peringatan yang diberikan kepada Panama terkait Tiongkok.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa jika operasi Terusan Panama terganggu karena kekuatan asing,