-
Kasus Pemerkosaan di Fakultas Hukum Kolkata: Seorang pemimpin politik senior telah membuat pernyataan kontroversial tentang pemerkosaan berkelompok terhadap seorang mahasiswi di Fakultas Hukum Kolkata. Jumat ini, saat mengomentari insiden tersebut, pemimpin itu berkata, “Apa yang bisa dilakukan jika seorang teman memperkosa temannya sendiri?” Namun, anggota dewan tersebut juga menyatakan bahwa para terdakwa harus ditangkap.
Anggota dewan itu menyatakan: “Saya bukan pengacara dalam kasus Fakultas Hukum ini, tetapi para terdakwa harus ditahan. Beberapa orang melakukan kejahatan semacam ini. Tapi, apa yang bisa dilakukan jika seorang teman memperkosa temannya? Haruskah ada polisi di sekolah? Ini dilakukan oleh mahasiswa terhadap mahasiswa lain. Siapa yang akan menjamin keamanannya (korban)? Ini (Fakultas Hukum Kolkata Selatan) adalah universitas negeri. Mungkinkah ada polisi di sana setiap saat?”
Hooghly, Benggala Barat | Tentang dugaan kasus pemerkosaan berkelompok di Kolkata, anggota dewan mengatakan: “Saya bukan pengacara dalam insiden yang terjadi di Fakultas Hukum, tetapi para terdakwa harus ditangkap. Beberapa pria melakukan kejahatan semacam ini… Tapi, apa yang bisa dilakukan jika seorang teman memperkosa temannya…
Tiga Tersangka Ditangkap
Dalam insiden memalukan di Fakultas Hukum Kolkata ini, polisi telah menangkap tiga individu. Para tersangka diidentifikasi sebagai Manojit Mishra (31), Zab Ahmed (19), dan Pramit Mukhopadhyay alias Pramit Mukherjee (20).Tersangka Utama adalah Pengacara Pidana Aktif
Manojit Mishra adalah ketua unit dewan mahasiswa dan sekretaris organisasi cabang Kolkata selatan. Pihak berwenang fakultas mengkonfirmasi bahwa Mishra bekerja sebagai staf administrasi sementara dengan kontrak yang dapat diperbarui setiap 45 hari. Ia juga berpraktik sebagai pengacara pidana di Pengadilan Polisi dan Sidang Alipore. Wakil direktur fakultas menyatakan bahwa perekrutannya didasarkan pada proposal yang disetujui oleh badan pengurus.Konfirmasi Polisi
Menurut Kepolisian Kolkata, kejadian itu terjadi pada 25 Juni di sebuah ruang jaga yang bersebelahan dengan kantor serikat mahasiswa, di lantai dasar. Petugas menyatakan: “Penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban datang ke fakultas pada sore hari untuk mengisi formulir akademik setelah dipanggil oleh orang-orang tertentu.”