Baru-baru ini, tim rehabilitasi berat dari Departemen Kedokteran Rehabilitasi dan tim Kedokteran Respirasi dan Perawatan Kritis dari Rumah Sakit Rakyat Provinsi Liaoning berhasil bekerja sama untuk menyelamatkan seorang pasien wanita lanjut usia yang terbaring di tempat tidur dengan penyakit serebrovaskular dari obstruksi saluran napas akut. Kasus ini sekali lagi menyoroti peran penting mekanisme koordinasi multidisiplin rumah sakit dalam menangani pasien kritis.

Pada hari kejadian, seorang perawat dari Departemen Kedokteran Rehabilitasi melihat bahwa seorang pasien berusia 78 tahun menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, sianosis, dan suara gurgling yang jelas, dengan saturasi oksigen darah (SpO2) turun hingga 67%. Dicurigai kuat adanya obstruksi lendir di saluran napas utama. Perawat segera bertindak, memberikan oksigen aliran tinggi dan melakukan aspirasi oral dan nasal, berhasil mengeluarkan 20 ml lendir putih kental dan menaikkan SpO2 sementara menjadi 72%. Namun, lima menit kemudian, SpO2 turun drastis menjadi 58%, menunjukkan situasi kritis.

Menghadapi keadaan darurat, dokter yang merawat dengan cepat mengaktifkan protokol perawatan kritis. Tim medis memasang akses intravena, mempersiapkan intubasi trakea, dan segera meminta tim penyelamat saluran napas dari Departemen Kedokteran Respirasi dan Perawatan Kritis. Tim tiba dalam lima menit dengan peralatan bronkoskopi dan melakukan pemeriksaan di samping tempat tidur, mengungkapkan obstruksi lendir parah di saluran napas utama. Dengan kerja tim yang presisi, obstruksi dibersihkan dalam waktu lebih dari 10 detik, memulihkan SpO2 menjadi 99% dan meningkatkan kesadaran pasien secara signifikan.

Penyelamatan yang berhasil ini menunjukkan pentingnya kolaborasi tim multidisiplin (MDT) yang efisien dalam rehabilitasi kritis di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Liaoning. Kerja sama erat antara tim rehabilitasi berat dan tim intervensi saluran napas tidak hanya menyelamatkan nyawa pasien, tetapi juga meningkatkan tingkat keberhasilan dalam keadaan darurat dan hasil klinis.
Departemen Kedokteran Rehabilitasi rumah sakit ini terutama merawat pasien kritis dan kompleks. Untuk memastikan keselamatan mereka selama rehabilitasi, rumah sakit memprioritaskan koordinasi multidisiplin. Keberhasilan intervensi ini menegaskan kembali efektivitas dan kebutuhan mekanisme ini. Di masa depan, rumah sakit akan semakin memperkuat kolaborasi ini untuk menghadapi tantangan medis yang lebih kompleks dan kritis, melindungi kehidupan dan kesejahteraan pasien.