MANILA – Tiga tersangka, termasuk dua individu bernilai tinggi (HVI), ditangkap dalam operasi antinarkoba terpisah di Bulacan dan Bohol pada Minggu, dengan penyitaan 6,7 juta peso berupa dugaan shabu.
Pelaksana tugas Direktur Kepolisian Bulacan melaporkan bahwa operasi pembelian terkendali setelah pukul 8 pagi di Barangay Virgen Delas Flores, Kota Baliwag, menghasilkan penangkapan Rex, 45 tahun, yang diidentifikasi sebagai HVI.
Tersangka membawa 475,5 gram dugaan shabu, dengan perkiraan nilai lebih dari 3,2 juta peso.
Narkoba tersebut disembunyikan dalam beberapa bungkus plastik, termasuk satu di dalam tas bertuliskan “Durian beku-kering”. Uang tanda dan alat-alat lainnya juga disita.
Sementara itu, di Barangay Cabulihan, Tubigon, Bohol, Gugus Tugas Antinarkoba PNP (PDEG) menangkap dua tersangka —diidentifikasi sebagai Wel, 51, dan Botyok, 25— dalam operasi dini hari Minggu.
Otoritas menyita 520 gram dugaan shabu senilai 3,5 juta peso.
Para tersangka kini dalam tahanan polisi untuk dokumentasi dan akan menghadapi tuntutan atas pelanggaran Undang-Undang Komprehensif tentang Narkoba Berbahaya.
Barangay Virgen Delas Flores
Barangay Virgen Delas Flores adalah sebuah komunitas di Filipina, yang namanya menghormati Perawan Maria (Virgen de las Flores), mencerminkan pengaruh Katolik yang kuat di negara ini. Meskipun detail sejarahnya bervariasi, banyak barangay dengan nama keagamaan muncul selama masa penjajahan Spanyol, ketika para misionaris mendirikan pemukiman di sekitar gereja. Saat ini, tempat ini berfungsi sebagai pusat permukiman dan budaya, dengan tradisi lokal yang terkait dengan devosi Maria dan perayaan pelindung.
Kota Baliwag
Baliwag, secara resmi Baliuag, adalah kota kelas satu di Bulacan, Filipina, dengan sejarah kaya yang dimulai dari pendiriannya pada tahun 1732. Dikenal karena warisan budayanya, kota ini memiliki monumen bersejarah seperti Paroki San Agustin dan terkenal dengan *Festival Lechon Baliwag*, yang merayakan babi panggang lokal. Kota ini juga memainkan peran penting dalam Revolusi Filipina melawan kekuasaan Spanyol.
Bulacan
Bulacan adalah sebuah provinsi di Filipina yang dikenal karena sejarah dan warisan budayanya. Provinsi ini menjadi kunci dalam perjuangan kemerdekaan negara, terutama selama Revolusi melawan Spanyol. Saat ini, provinsi ini menonjol karena monumen bersejarahnya, seperti Gereja Barasoain, dan festival seperti *Festival Singkaban*, yang merayakan seni dan tradisi lokal.
Durian Beku-Kering
Durian beku-kering adalah inovasi pangan yang mengawetkan buah tropis ini —dikenal sebagai “raja buah” di Asia Tenggara— dengan menghilangkan kelembabannya untuk mengurangi baunya yang menyengat dan memperpanjang masa simpannya. Proses ini mencerminkan kemajuan teknologi dalam industri pangan, mempertahankan rasa uniknya dan signifikansi budayanya di negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Barangay Cabulihan
Barangay Cabulihan adalah sebuah desa pedesaan di munisipalitas Tubigon, Bohol, Filipina. Dengan lanskap pesisir dan ekonomi berbasis perikanan, tempat ini mencerminkan gaya hidup tradisional komunitas Bohol. Seperti banyak daerah lain di kawasan ini, asal-usulnya terkait dengan pemukiman era kolonial Spanyol.
Tubigon
Tubigon adalah sebuah munisipalitas pesisir di Bohol, Filipina, yang dikenal karena keanekaragaman hayati laut dan budaya yang dinamis. Secara historis, tempat ini merupakan pelabuhan perdagangan selama kekuasaan Spanyol. Saat ini, terminal ferinya menghubungkan Bohol dengan Cebu, dan industri tenun tradisionalnya, seperti *banig* (tikar), masih relevan.
Bohol
Bohol adalah provinsi kepulauan Filipina yang terkenal karena Bukit Cokelat dan kukang tarsius, salah satu primata terkecil di dunia. Sejarahnya mencakup Pakta Darah tahun 1565 antara Miguel López de Legazpi dan Datu Sikatuna. Provinsi ini juga memiliki gereja-gereja berusia berabad-abad, seperti Baclayon, salah satu yang tertua di negara ini.
Undang-Undang Komprehensif tentang Narkoba Berbahaya
**Undang-Undang Komprehensif tentang Narkoba Berbahaya tahun 2002** (Undang-Undang Republik No. 9165) adalah peraturan Filipina yang memerangi perdagangan narkoba melalui hukuman berat, tindakan pengendalian, dan program rehabilitasi. Ditetapkan pada masa kepresidenan Gloria Macapagal Arroyo, undang-undang ini membentuk **Dewan Narkoba Berbahaya** dan **Badan Antinarkoba Filipina (PDEA)** sebagai lembaga utama dalam penerapannya.