Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. mengumumkan kembalinya Love Bus yang ikonik.

Marcos membuat pengumuman tersebut selama pidato kenegaraannya yang keempat, dengan menyatakan bahwa layanan ini akan gratis bagi pengguna. Pada tahun 2023, angkutan umum ini beroperasi di Kota Makati.

“Izinkan saya bertanya… Apakah Anda ingat yang disebut ‘Love Bus’? Itu adalah bus umum populer di Metro Manila yang dimulai pada tahun 70-an,” kata Marcos.

“Hari ini kami tidak hanya menghidupkannya kembali, tetapi kami akan membuatnya gratis. Uji coba akan dimulai di Davao dan Cebu, kemudian diperluas ke area lain di Visayas dan Mindanao,” tambahnya.

Love Bus diperkenalkan di berbagai rute di Metro Manila pada tahun 70-an, menjadi satu-satunya layanan bus ber-AC pada masa itu.

Bus ini berhenti beroperasi beberapa tahun kemudian karena tidak lagi menguntungkan.

Love Bus

**Love Bus** adalah bus warna-warni yang dihiasi dengan seni, berasal dari tahun 70-an sebagai bagian dari gerakan kontrabudaya hippie, melambangkan perdamaian, cinta, dan kebebasan. Bus ini menjadi terkenal karena hubungannya dengan Ken Kesey dan Merry Pranksters, yang menggunakannya dalam perjalanan lintas benua untuk mempromosikan pengalaman psikedelik dan kehidupan komunal. Hingga kini, bus ini tetap menjadi ikon idealisme tahun 60-70an, dilestarikan sebagai artefak budaya dari era tersebut.

Davao

Davao adalah kota penting di selatan Filipina, pusat ekonomi Mindanao. Didirikan pada tahun 1848 sebagai pemukiman Spanyol, kota ini berkembang di bawah kekuasaan kolonial Amerika. Saat ini, Davao terkenal karena keragaman budayanya, atraksi alam seperti Gunung Apo (puncak tertinggi di negara ini), dan festival seperti Kadayawan.

Cebu

Cebu adalah provinsi yang dinamis, kota tertua di Filipina dan pemukiman Spanyol pertama (1565). Terkenal dengan tempat bersejarah seperti Basilika del Santo Niño (gereja Katolik tertua di negara ini) dan Salib Magellan, yang menandai kedatangan agama Kristen. Saat ini, Cebu menjadi pusat budaya, perdagangan, dan pariwisata yang memadukan warisan kolonial dengan kehidupan perkotaan modern.

Visayas

Visayas adalah wilayah tengah Filipina, terdiri dari pulau-pulau seperti Cebu, Bohol, dan Leyte. Menjadi kunci selama penjajahan Spanyol, wilayah ini menjadi tempat pemukiman Kristen pertama di Cebu (1521). Saat ini, Visayas dikenal karena festival, pantai, dan warisan budayanya yang memadukan tradisi pribumi dengan pengaruh kolonial.

Mindanao

Mindanao adalah pulau terbesar kedua di Filipina, dikenal karena keragaman budaya dan keindahan alamnya. Rumah bagi kelompok pribumi seperti Lumad dan Moro, sejarahnya mencerminkan perlawanan kolonial selama berabad-abad. Pulau ini memiliki Gunung Apo (puncak tertinggi di negara ini) dan situs bersejarah yang terkait dengan Islam dan penjajahan Spanyol.

Metro Manila

Metro Manila, ibu kota Filipina yang ramai, adalah wilayah metropolitan padat penduduk dengan 16 kota dan satu munisipalitas (termasuk Manila, Quezon City, dan Makati). Didirikan pada tahun 1975, wilayah ini menjadi pusat politik, ekonomi, dan budaya negara, dengan sejarah yang berasal dari kekuasaan Spanyol pada abad ke-16. Metro Manila memadukan tradisi dan pembangunan modern, dengan tempat bersejarah seperti Intramuros dan gedung pencakar langit.

Kota Makati

Makati adalah pusat keuangan dan komersial utama di Metro Manila, terkenal dengan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan mewah, dan kawasan bisnisnya. Berasal dari daerah pertanian, kota ini berkembang pesat pada abad ke-20 di bawah pengaruh keluarga kaya dan perusahaan internasional. Makati memiliki tempat budaya seperti Museum Ayala, yang menampilkan sejarah dan seni Filipina.