Hyderabad: Industri TI India saat ini sedang mengalami gelombang PHK, yang mengguncang kepercayaan para karyawan di sektor tersebut. Menurut laporan terbaru yang mengejutkan, Tata Consultancy Services (TCS), perusahaan TI terbesar di negara itu, berencana melakukan PHK massal tahun ini.
Perlu dicatat bahwa perusahaan tersebut baru saja merekrut 5.000 karyawan baru pada bulan April, namun kini berusaha mengurangi jumlah tenaga kerja globalnya dan berencana memecat lebih dari 12.000 karyawan pada tahun 2025. Laporan menunjukkan bahwa karyawan yang terkena dampak adalah para profesional level menengah hingga senior. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran perusahaan.
Mengapa TCS melakukan PHK:
Per 30 Juni 2025, Tata Consultancy Services (TCS) memiliki total 613.069 karyawan, yang jumlahnya berencana dikurangi oleh perusahaan. Perusahaan menyatakan bahwa PHK ini merupakan bagian dari strateginya untuk mempersiapkan masa depan, yang mencakup investasi di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan ekspansi ke pasar baru.
Perusahaan berencana memecat sekitar 2% dari tenaga kerja globalnya, atau sekitar 12.000 karyawan. TCS telah memastikan bahwa karyawan yang terkena dampak akan menerima tunjangan, bantuan relokasi, konseling, dan dukungan.
Baca juga…
Perusahaan menyatakan bahwa TCS sedang dalam perjalanan untuk menjadi organisasi yang siap menghadapi masa depan. Hal ini mencakup berbagai inisiatif strategis, seperti berinvestasi dalam teknologi baru, memasuki pasar baru, adopsi AI secara besar-besaran untuk klien dan untuk dirinya sendiri, memperdalam kemitraan, membangun infrastruktur generasi berikutnya, dan menyelaraskan kembali model tenaga kerjanya.
Pernyataan TCS tentang PHK:
Menganalisis data, perusahaan TI utama India telah menghadapi perlambatan terbesar dalam pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk hasil kuartal pertama tahun fiskal 2026. Alasan di balik ini adalah ketidakpastian global dan situasi seperti perang di berbagai negara, yang mempengaruhi permintaan teknologi dan menunda keputusan klien.
Untuk Tata Consultancy Services (TCS), pendapatan pada kuartal Juni meningkat 1,3% year-on-year menjadi ₹63.437 crore, sementara laba bersih naik 5,9% menjadi ₹12.760 crore. CEO perusahaan, K. Krithivasan, menyatakan bahwa perusahaan menghadapi penurunan permintaan, terutama disebabkan oleh ketidakpastian global ini. Tidak hanya TCS, Microsoft juga telah memecat lebih dari 15.000 karyawan pada tahun 2025, yang mewakili hampir 7% dari tenaga kerja globalnya.