Seorang jurnalis media cetak berhasil meraih juara ketiga pada kategori media cetak di Lomba Karya Jurnalistik Piala Presiden 2025. Penghargaan tersebut diterima setelah acara pemberian penghargaan di Menara SCTV, Jakarta.

Pemenang mengaku terkejut bisa masuk tiga besar di tengah persaingan ketat dari ratusan peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh jurnalis, fotografer, dan kreator konten yang mengirimkan karya terbaik mereka sesuai kategori masing-masing.

“Ada ratusan peserta. Saya tidak benar-benar memiliki persiapan khusus; saya hanya mengirimkan tulisan saya dengan sikap ‘nothing to loss’,” ujar pemenang setelah menerima penghargaan.

Karya yang dikirimkan adalah artikel yang telah diterbitkan di media, sesuai dengan persyaratan lomba yang ditetapkan oleh panitia. Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email kepada penyelenggara.

Dalam artikelnya, pemenang menyoroti aspek lain dari ajang Piala Presiden, khususnya mengenai pamor pertandingan final yang menampilkan klub internasional, Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand.

Menurut pemenang, pertandingan tersebut bukan sekadar duel sepak bola biasa, melainkan simbol meningkatnya level persaingan dan daya tarik global turnamen pramusim di Indonesia.

“Finalnya menarik karena menampilkan tim asing. Ini menunjukkan Piala Presiden memiliki daya tarik dan pamornya sendiri,” kata mereka.

Di luar pertandingan itu sendiri, artikel tersebut juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan oleh penyelenggaraan Piala Presiden, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar lokasi pertandingan.

Pemenang menganggap dorongan terhadap ekonomi lokal sebagai salah satu aspek penting yang sering terabaikan, meskipun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Acara seperti ini merangsang ekonomi lokal, dari pedagang kecil hingga sektor jasa. Itulah yang saya coba tonjolkan dalam artikel,” jelas mereka.

Lomba Karya Jurnalistik Piala Presiden 2025 sendiri mengusung beberapa tema besar, antara lain transparansi, fair play, prestasi, hiburan publik, dan penguatan ekonomi rakyat melalui UKM.

Lomba ini terbuka untuk berbagai kategori, mulai dari media cetak, media daring, hingga televisi, fotografi, dan konten media sosial, dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah untuk setiap kategori.

Panitia mewajibkan setiap karya yang dikirimkan harus sudah diterbitkan di medianya masing-masing dan sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang menilai kualitas tulisan, kedalaman perspektif, dan relevansi dengan tema-tema besar.

Pemenang menambahkan bahwa kesuksesan ini menjadi motivasi pribadi untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang tajam dan berdampak.

Ada pula harapan agar acara seperti ini terus diadakan untuk memberikan ruang apresiasi bagi para profesional media di seluruh Indonesia.

“Semoga lebih banyak jurnalis berpartisipasi di masa depan, karena ini menjadi wadah untuk menunjukkan karya terbaik kita di tingkat nasional,” tutup pemenang.

Lomba Karya Jurnalistik Piala Presiden 2025

“Lomba Karya Jurnalistik Piala Presiden 2025” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan kontes media tahunan di Indonesia. Ini adalah kompetisi yang disponsori negara yang memberikan penghargaan kepada produksi media luar biasa, seperti laporan berita dan dokumenter, yang selaras dengan prioritas nasional dan mempromosikan nilai-nilai luhur. Secara historis, kompetisi semacam itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk membimbing dan mendorong konten media sesuai dengan kebijakan komunikasi dan budaya pemerintah.

Menara SCTV

Menara SCTV, yang terletak di Surabaya, Indonesia, adalah menara telekomunikasi dan observasi setinggi 212 meter yang selesai dibangun pada tahun 1992. Menara ini dibangun terutama untuk mendukung kebutuhan penyiaran jaringan televisi lokal SCTV (Surya Citra Televisi) dan sejak itu telah menjadi landmark kota yang menonjol. Menara ini memiliki restoran berputar dan dek observasi yang menawarkan pemandangan panoramik kota terbesar kedua di Indonesia.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar di Indonesia, terletak di pesisir barat laut Jawa. Secara historis dikenal sebagai Sunda Kelapa dan kemudian Batavia di bawah kekuasaan kolonial Belanda, kota ini menjadi pusat kerajaan perdagangan Perusahaan Hindia Timur Belanda pada abad ke-17 sebelum berganti nama menjadi Jakarta setelah kemerdekaan Indonesia. Saat ini, kota ini adalah metropolis yang luas dan dinamis yang berfungsi sebagai pusat politik dan ekonomi nasional.

Piala Presiden

Piala Presiden bukanlah tempat atau situs budaya tertentu, melainkan nama dari berbagai trofi dan kompetisi olahraga yang dianugerahkan di beberapa negara. Di Indonesia, ini adalah turnamen sepak bola pramusim tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sejarahnya terkait dengan naungan presiden negara, yang melambangkan kehormatan tertinggi dalam acara olahraga tersebut.

Oxford United

Oxford United adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Oxford, Inggris, didirikan pada tahun 1893 sebagai Headington United. Klub ini mengadopsi namanya saat ini pada tahun 1960 dan mencapai kesuksesan terbesarnya dengan memenangkan Piala Liga pada tahun 1986, menjadi klub pertama (dan satu-satunya) dari kasta ketiga yang memenangkan final Wembley besar. Klub ini saat ini memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Kassam dan memiliki persaingan lama dengan Swindon Town.

Port FC

Port FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Bangkok, Thailand, awalnya didirikan pada tahun 1967 sebagai Klub Sepak Bola Otoritas Pelabuhan Thailand. Secara historis terkait dengan Otoritas Pelabuhan Thailand, klub ini adalah salah satu klub tertua di negara ini dan memiliki basis penggemar yang bersemangat yang dikenal dengan identitas kelas pekerja yang kuat. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di Stadion PAT di distrik Klong Toei, dekat pelabuhan utama Bangkok.

Inggris

Inggris adalah sebuah negara di dalam Britania Raya, secara historis dibentuk oleh persatuan kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon dan kemudian dipersatukan di bawah kekuasaan Norman setelah invasi tahun 1066. Negara ini menjadi kekuatan sentral di Kekaisaran Inggris dan merupakan tempat lahirnya Revolusi Industri, yang secara mendalam membentuk sejarah, bahasa, dan budaya global. Saat ini, negara ini dikenal dengan landmark ikoniknya seperti Stonehenge, Westminster Abbey, dan monarki konstitusionalnya yang abadi.

Thailand

Thailand, secara resmi Kerajaan Thailand, adalah sebuah negara di Asia Tenggara dengan sejarah yang kaya sejak kerajaan kuno seperti Sukhothai dan Ayutthaya, yang membangun Buddhisme Theravada dan tradisi budaya yang khas. Negara ini terkenal secara global karena kuil-kuilnya yang indah, jajanan kaki lima yang semarak, pantai tropis, dan kota-kota yang ramai seperti Bangkok, semuanya didasari oleh rasa hormat yang mendalam terhadap monarki. Yang perlu diperhatikan, negara ini adalah satu-satunya negara di kawasan ini yang tidak pernah dijajah oleh kekuatan Eropa.