Bekasi – Sebuah SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi, ditutup sementara setelah sejumlah kendaraan mogok, diduga akibat bahan bakar yang terkontaminasi air.

Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
<img alt="Kondisi SPBU di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. SPBU tersebut masih belum beroperasi setelah diduga menjual bahan bakar yang tercampur air. Kecurigaan ini muncul setelah beberapa kendaraan mogok tak lama setelah mengisi bahan bakar di lokasi tersebut."