Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), melalui Terminal Terpadu (IT) Teluk Kabung, mengadakan kegiatan Pasar Murah bagi warga Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Kedatangan program ini disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Program Pasar Murah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pertamina kepada masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera, agar mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah berbagai dinamika ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Pertamina juga berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung ketahanan pangan di wilayah sekitar operasinya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari kecamatan setempat, kelurahan, Dinas Sosial Kota Padang, dan tokoh masyarakat setempat.

Sebanyak 1.000 paket sembako disediakan untuk anggota masyarakat prasejahtera. Setiap paket berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula pasir, 1 kaleng susu kental manis, 1 botol kecap manis, dan 1 kaleng sarden, yang dapat ditebus seharga Rp 30.000, atau sekitar Rp 181.000 lebih murah dari harga normal paket sekitar Rp 211.000.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan. Hasil penjualan paket sembako akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dukungan untuk pembangunan fasilitas umum, sosial, keagamaan, dan pendidikan di wilayah Teluk Kabung Tengah.

Disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

“Melalui pasar murah ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat. Selain itu, hasil dari kegiatan ini juga akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dukungan untuk fasilitas sosial, keagamaan, dan pendidikan,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Antusiasme masyarakat tercermin dalam berbagai tanggapan positif. Seorang warga Teluk Kabung Tengah mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Saya sangat terbantu dengan tersedianya paket sembako ini. Dengan harga yang terjangkau, kebutuhan kami dapat terpenuhi,” ujar warga tersebut.

Apresiasi juga disampaikan. Kegiatan ini dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan IT Teluk Kabung yang telah melaksanakan Pasar Murah ini. Program ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami berupaya agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau, sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan melalui penguatan fasilitas sosial di lingkungan sekitar,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan di wilayah Teluk Kabung Tengah.

Program Pasar Murah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Terminal Terpadu Teluk Kabung

Terminal Terpadu Teluk Kabung adalah pusat transportasi utama yang terletak di Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Terminal ini dikembangkan untuk memodernisasi dan mengkonsolidasikan layanan bus dan minivan (angkot) kota, menggantikan terminal-terminal lama yang tersebar untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas perkotaan dan kenyamanan penumpang. Pendiriannya mencerminkan inisiatif nasional yang lebih luas pada awal abad ke-21 untuk meningkatkan infrastruktur transportasi umum di seluruh kota-kota di Indonesia.

Terminal Terpadu Teluk Kabung

Terminal Terpadu Teluk Kabung adalah pusat transportasi utama yang terletak di Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Terminal ini dikembangkan untuk memodernisasi sistem transit kota, menggabungkan berbagai layanan bus dan minibus untuk mengurangi kemacetan perkotaan. Terminal yang namanya berarti “Teluk Kabung” ini mulai beroperasi pada tahun 2010-an sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur regional untuk mendukung pertumbuhan populasi dan pariwisata di daerah tersebut.

Kota Padang

Padang adalah ibu kota dan kota terbesar di Sumatera Barat, Indonesia, yang secara historis berfungsi sebagai pelabuhan utama bagi dataran tinggi Minangkabau dan pusat perdagangan utama sejak abad ke-16. Kota ini merupakan gerbang budaya bagi masyarakat Minangkabau, yang dikenal dengan masyarakat matrilineal yang unik dan arsitektur Rumah Gadang yang khas. Kota ini juga terkena dampak signifikan akibat gempa bumi besar pada tahun 2009, yang menyebabkan pembangunan kembali dan modernisasi secara ekstensif.

Kelurahan Teluk Kabung Tengah

Teluk Kabung Tengah adalah sebuah kelurahan pesisir yang terletak di kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Secara historis, daerah ini merupakan komunitas nelayan tradisional, dengan ekonomi dan budayanya yang lama berpusat di sekitar laut dan hutan bakau di dekatnya. Saat ini, daerah ini juga dikenal karena pantainya yang indah dan berfungsi sebagai gerbang menuju objek wisata alam terdekat seperti kawasan Teluk Bungus.

Kecamatan Bungus Teluk Kabung

Bungus Teluk Kabung adalah sebuah kelurahan pesisir yang terletak di dalam kecamatan Teluk Kabung di pesisir barat Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Secara historis, daerah ini merupakan komunitas nelayan tradisional, dengan ekonomi dan budayanya yang terkait erat dengan laut dan hutan bakau di dekatnya. Kawasan ini juga dikenal karena pantainya yang indah dan merupakan bagian dari upaya daerah untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

Dinas Sosial Kota Padang

Dinas Sosial Kota Padang adalah lembaga pemerintah daerah di Padang, Indonesia, yang bertanggung jawab untuk melaksanakan program kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Meskipun kantor dinas ini adalah unit administratif modern, pekerjaannya sangat terkait dengan sejarah ketahanan daerah, terutama setelah bencana alam besar seperti gempa bumi tahun 2009 yang menghancurkan kota dan meningkatkan kebutuhan akan dukungan sosial dan layanan rehabilitasi yang terkoordinasi.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah seperangkat universal yang terdiri dari 17 tujuan yang saling terkait yang diadopsi oleh semua Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Tujuan-tujuan ini dibangun di atas Tujuan Pembangunan Milenium sebelumnya dan menyediakan cetak biru global untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet ini, dan memastikan perdamaian serta kemakmuran bagi semua orang pada tahun 2030.

SDG 1 (Tanpa Kemiskinan)

“SDG 1 (Tanpa Kemiskinan)” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Sejarahnya berakar pada upaya pembangunan internasional selama beberapa dekade, yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan ekstrem bagi semua orang di mana pun pada tahun 2030 melalui sistem perlindungan sosial, hak yang setara atas sumber daya, dan membangun ketahanan terhadap bencana lingkungan dan ekonomi.

SDG 2 (Tanpa Kelaparan)

“SDG 2 (Tanpa Kelaparan)” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan tujuan global yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Sejarahnya berakar pada upaya internasional selama beberapa dekade untuk memerangi malnutrisi dan kerawanan pangan, yang bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan di seluruh dunia pada tahun 2030.