Situasi pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue (DBD) dan demam chikungunya secara nasional sedang serius, karena penyakit ini terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes (biasa dikenal sebagai nyamuk harimau). Pada 4 Agustus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Chongqing mengumumkan bahwa, untuk mencegah kasus impor menyebabkan penularan lokal, Chongqing akan merilis hasil surveilans nyamuk mingguan mulai Agustus guna memastikan warga tetap mendapat informasi tentang risiko dan berkolaborasi dalam upaya pencegahan.

Diketahui bahwa indikator kunci untuk mengukur kepadatan nyamuk Aedes di suatu area adalah Indeks Breteau (BI). Jika penyakit yang ditularkan nyamuk terdeteksi dan BI lokal berada di antara 5–10, ada risiko penularan; BI antara 10–20 menunjukkan risiko wabah berkelompok, sementara BI di atas 20 menunjukkan risiko wabah lokal.

Hasil surveilans pada 1–3 Agustus di Chongqing menunjukkan rata-rata BI sebesar 11,35, menempatkan kota tersebut pada tingkat risiko sedang. Di antara 39 distrik dan kabupaten di Chongqing, 1 berisiko tinggi (BI ≥20, merah); 26 berisiko sedang (10 ≤ BI <20, oranye); 7 berisiko rendah (5 ≤ BI <10, kuning); dan 5 memenuhi standar (BI <5, hijau).

Demam berdarah dengue dan demam chikungunya sama-sama penyakit yang ditularkan nyamuk. Gejala DBD meliputi demam mendadak, nyeri tubuh parah (terutama di otot dan sendi besar), ruam, perdarahan, dan jumlah sel darah putih rendah. Gejala demam chikungunya meliputi demam mendadak, sering disertai nyeri sendi parah (terutama di sendi kecil) dan ruam. Dalam kasus langka, pasien dapat mengalami perdarahan, ensefalitis, mielitis, atau komplikasi berat lainnya. Jika gejala-gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis dan beri tahu dokter tentang perkembangan detailnya. Laporkan kasus ke komite masyarakat setempat atau dinas pengendalian penyakit.

Untuk mengendalikan penyebaran secara efektif, CDC Chongqing memberikan rekomendasi pencegahan berdasarkan tingkat risiko berbeda, mendesak kerja sama publik dalam upaya pengendalian nyamuk:

1. Pemberantasan Nyamuk Menyeluruh

Komunitas harus melakukan pemberantasan nyamuk secara menyeluruh. Warga harus bekerja sama dengan upaya disinfeksi dan menutup pintu serta jendela saat keluar rumah.

2. Hilangkan Genangan Air

Segera balikkan pot bunga, ember, botol, dan wadah lainnya.

Wadah acar dan wadah tanaman air harus ditutup atau airnya diganti dua kali seminggu. Bilas akar tanaman dan gosok dinding wadah. Buang air yang telah dikuras ke tanah untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di saluran air.

Buang atau bor lubang pada ban bekas, kotak busa, dan sampah lainnya untuk mengalirkan air.

3. Cegah Gigitan

Pasang kasa nyamuk di jendela dan pintu rumah. Gunakan kelambu, obat nyamuk bakar, atau pengusir nyamuk listrik saat tidur.

Saat berada di luar ruangan, kenakan baju lengan panjang dan celana panjang berwarna terang, serta oleskan losion anti nyamuk dengan nomor registrasi pestisida yang diawali “WP.”

1. Periksa Area Kunci untuk Genangan Air

Di dalam ruangan: Wadah air di bawah dispenser air minum, wadah acar.

Balkon/Atap: Wadah tanaman, wadah tidak terpakai.

Area publik: Segera bersihkan wadah air kecil; laporkan genangan air yang tidak dapat dihilangkan (misalnya, di sabuk hijau, saluran air) kepada pengelola properti.

2. Pengendalian Nyamuk di Rumah

Gunakan obat nyamuk bakar, pengusir nyamuk listrik, semprotan insektisida, atau raket nyamuk listrik.

1. Kelola Wadah Kunci

Ganti air pada tanaman air setiap minggu dan gosok wadahnya.

Tambahkan garam atau segel air dalam wadah acar.

2. Perlindungan Pribadi

Gunakan penolak nyamuk selama aktivitas luar ruangan pada senja/fajar.

Area yang memenuhi standar (BI <5)—Pertahankan pencegahan jangka panjang:

Bersihkan titik tersembunyi: Secara teratur periksa balkon, atap, dan kanopi untuk genangan air; pastikan drainase berfungsi baik.

Buang sampah: Pilah dan buang sampah dengan benar; hindari penyimpanan terbuka; jaga agar tempat sampah tertutup rapat.

Cegah perkembangbiakan: Tutup wadah penyimpanan air (misalnya, vas, tangki air).

Selain itu, CDC Chongqing mengingatkan warga bahwa Indeks Breteau (BI) yang lebih tinggi menunjukkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk lebih besar. Karena tingkat risiko dapat berubah, warga harus tetap mendapat informasi terkini dan mengambil langkah-langkah perlindungan.

<img alt="Indeks Breteau per Distrik" src="https://asiacity.news/wp-content/uploads/2025/08/11905dfb9e4b4e9