Tripoli – Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya menyatakan keprihatinan atas penggunaan logo mereka tanpa izin yang terkait dengan sebuah inisiatif politik yang beredar di media sosial. Mereka menekankan bahwa hal ini menimbulkan kesan menyesatkan seolah-olah PBB terlibat atau mendukung kegiatan tersebut.

Misi tersebut menjelaskan dalam unggahan di halaman resminya bahwa peta jalan politik yang disampaikan Hanna Tetteh kepada Dewan Keamanan pada 21 Agustus 2025, tetap menjadi kerangka kerja yang disetujui untuk keterlibatan politik PBB di Libya.

Misi itu menyerukan kepada semua pengguna untuk memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya, serta memperingatkan bahwa menyebarkan konten yang tidak akurat berkontribusi pada kebingungan, merusak kepercayaan, dan meningkatkan ketegangan.

Misi PBB di Libya (UNSMIL)

Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya (UNSMIL) adalah misi politik yang didirikan pada 2011 oleh Dewan Keamanan PBB menyusul Perang Saudara Libya dan jatuhnya rezim Gaddafi. Mandatnya adalah mendukung upaya yang dipimpin Libya untuk mencapai perdamaian berkelanjutan, termasuk melalui mediasi, pemantauan hak asasi manusia, serta memfasilitasi transisi politik dan proses rekonsiliasi nasional.

Dewan Keamanan

Dewan Keamanan adalah badan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Didirikan pada 1945 setelah Perang Dunia II, kelima anggota tetapnya—Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat—memiliki hak veto. Dewan ini mengesahkan misi penjaga perdamaian, sanksi, dan bila diperlukan, penggunaan kekuatan untuk menghadapi ancaman global.

Libya

Libya, terletak di Afrika Utara, adalah negara dengan sejarah kaya yang terhubung erat dengan peradaban kuno Mediterania. Negara ini pernah menjadi rumah bagi kota Fenisia yang kuat, Leptis Magna, dan kemudian menjadi wilayah inti Kekaisaran Romawi, meninggalkan reruntuhan arkeologis yang luas. Di era modern, Libya meraih kemerdekaan pada 1951 dan dikenal karena bentang Gurun Sahara yang luas serta situs warisan budaya yang signifikan.

Tripoli

Tripoli adalah ibu kota dan kota terbesar Libya, sebuah pelabuhan utama di pesisir Mediterania dengan sejarah yang bermula dari abad ke-7 SM ketika didirikan oleh bangsa Fenisia. Secara historis dikenal sebagai Oea, kota ini kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi dan diperintah oleh serangkaian kekuatan, termasuk Arab, Ottoman, dan Italia, yang tercermin dalam arsitekturnya yang beragam seperti Benteng Merah (Assaraya al-Hamra) kuno dan medina tua yang berdinding.