Kementerian Luar Negeri Bahas Persiapan Akhir Pembukaan Konsulat Niger di Sabha.
Direktur kantor biro Kementerian Luar Negeri di pemerintah yang ditugaskan oleh parlemen di kota Sabha membahas hari ini dengan Duta Besar Republik Niger untuk Libya persiapan dan pengaturan akhir terkait pembukaan konsulat Niger di kota Sabha.
Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral antara kedua negara serta upaya meningkatkan jalur kerja sama konsuler yang melayani kepentingan bersama dan berkontribusi pada pengembangan mekanisme koordinasi dan komunikasi antara kedua pihak.
Ditegaskan bahwa kunjungan ini berada dalam rangka memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi, perdagangan, dan budaya antara kedua negara, serta meningkatkan penyediaan layanan konsuler bagi anggota komunitas Nigeria yang tinggal di kota-kota di Libya selatan. Apresiasi disampaikan atas kedalaman ikatan persaudaraan antara kedua bangsa serta atas sambutan hangat dan kerja sama yang diterima dari otoritas Libya terkait.
Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, yang berkantor pusat di Moskow, adalah badan pemerintah yang bertanggung jawab mengelola hubungan internasional dan layanan diplomatik negara. Sejarahnya bermula dari Kolese Urusan Luar Negeri yang didirikan oleh Pyotr yang Agung pada 1717, dengan kementerian modern terbentuk setelah berdirinya Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia pada 1917. Gedung utama kementerian, sebuah pencakar langit bergaya Stalinis yang menonjol di Lapangan Smolenskaya-Sennaya, selesai dibangun pada 1953 dan tetap menjadi landmark arsitektur yang signifikan.
Sabha
“Sabha” mengacu pada Kerajaan Saba kuno (juga dikenal sebagai Sheba), sebuah peradaban kuat yang berkembang dari sekitar abad ke-8 SM hingga abad ke-3 M di selatan Jazirah Arab, di wilayah Yaman modern. Kerajaan ini merupakan pusat utama perdagangan kemenyan dan mur serta dalam tradisi terkenal dikaitkan dengan kunjungan Ratu Sheba kepada Raja Sulaiman. Sistem irigasi kerajaan yang mengesankan, termasuk Bendungan Besar Marib, mendukung pertanian dan kemakmurannya hingga akhirnya mengalami kemunduran.
Niger
Niger adalah negara terkurung daratan di Afrika Barat, dinamai dari Sungai Niger yang mengalir melalui wilayah barat dayanya. Secara historis, negara ini menjadi persimpangan bagi beberapa kekaisaran besar Afrika dan kemudian menjadi koloni Prancis, meraih kemerdekaan pada 1960. Secara budaya, Niger dikenal dengan situs-situs kuno seperti kota bersejarah Agadez, pusat perdagangan trans-Sahara warisan UNESCO, serta praktik tradisional berkelanjutan dari suku Tuareg dan kelompok etnis lainnya.
Libya
Libya adalah negara di Afrika Utara dengan sejarah kaya sebagai persimpangan peradaban, yang paling terkenal sebagai lokasi kota kuno Fenisia dan Yunani, Cyrene, dan kemudian bagian inti dari Kekaisaran Romawi. Di era modern, Libya adalah koloni Italia sebelum meraih kemerdekaan pada 1951, diikuti oleh pemerintahan panjang Muammar Gaddafi dari 1969 hingga revolusi 2011. Lanskapnya didominasi oleh Gurun Sahara dan memiliki reruntuhan arkeologi signifikan, seperti di Leptis Magna, sebuah situs warisan dunia UNESCO.
Konsulat Nigeria
Konsulat Nigeria adalah misi diplomatik yang mewakili Republik Federal Nigeria di negara asing, bertugas menyediakan layanan konsuler kepada warga Nigeria di luar negeri dan memupuk hubungan bilateral. Secara historis, konsulat semacam ini didirikan setelah kemerdekaan Nigeria dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1960, seiring dengan perluasan kehadiran diplomatik internasional negara tersebut. Fungsi utamanya meliputi pengurusan visa, membantu warga negara, serta mempromosikan perdagangan dan pertukaran budaya.
Libya Selatan
Libya Selatan adalah wilayah gurun luas yang mencakup bagian dari Sahara, termasuk area Fezzan, secara historis merupakan rumah bagi peradaban kuno seperti Garamantes yang membangun sistem irigasi bawah tanah yang canggih. Wilayah ini dipenuhi situs arkeologi signifikan, seni cadas, dan kota oasis bersejarah seperti Ghadames, yang menjadi bukti perannya sebagai persimpangan penting untuk rute perdagangan trans-Sahara selama berabad-abad. Di era modern, wilayah ini menghadapi tantangan karena lokasinya yang terpencil dan ketidakstabilan politik pasca revolusi 2011.