Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, sebanyak 400 pusat perbelanjaan di seluruh negeri akan menggelar acara diskon besar-besaran hingga 80% sebagai bagian dari Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Kementerian Perdagangan.

ISF 2025 akan berlangsung selama 11 hari, dari 14 hingga 24 Agustus 2025. Ketua APPBI menargetkan transaksi sebesar Rp 23,32 triliun dalam periode tersebut.

“Program promosi belanja ini akan berjalan dari 14 hingga 24 Agustus, sekitar 11 hari. Target kami adalah mencapai sekitar Rp 23,32 triliun,” ujar Ketua APPBI dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Ketua APPBI menyebutkan bahwa ISF tidak hanya mendorong konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi momen yang tepat untuk mempromosikan penjualan produk lokal, termasuk UMKM. Selain itu, periode ini bertepatan dengan masa sepi setelah liburan sekolah.

“Program promosi belanja ini akan membantu masyarakat kelas menengah ke bawah untuk berbelanja, membuat harga lebih terjangkau. Tentu saja, kami akan mengutamakan produk dalam negeri, karena acara ini membawa semangat kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.

Selain diskon, pengunjung bisa mengikuti undian Big Shop Big Win, dengan hadiah termasuk mobil listrik Vinfast, iPhone 16, dan jutaan voucher MAP. Pengunjung hanya perlu berbelanja minimal Rp 100.000 dan menunjukkan struknya ke customer service mal untuk mendapatkan nomor undian.

Tidak hanya itu, mal-mal juga akan menampilkan festival kuliner yang menampilkan makanan khas Indonesia, bazar produk UMKM, serta pertunjukan budaya di berbagai lokasi.

Wakil Menteri Perdagangan menekankan bahwa ISF 2025 adalah bagian dari rangkaian diskon nasional untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, agenda ini dirancang untuk menghidupkan kembali sektor ritel dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Anggap ini sebagai salah satu hadiah untuk merayakan kemerdekaan bangsa kita, dengan harapan dapat meningkatkan aktivitas konsumen, khususnya di sektor ritel. Kami juga berharap ini akan meningkatkan daya beli masyarakat secara keseluruhan,” kata Wamenperdag.

Selain ISF, ada juga program “Belanja di Indonesia Saja (BINA) Dirgahayu Indonesia” yang diselenggarakan HIPPINDO dari 15 hingga 31 Agustus, dengan target transaksi Rp 30 triliun. Sementara itu, program “Merdeka Madness” oleh anggota Aprindo akan berjalan sepanjang Agustus, menargetkan transaksi senilai Rp 44 triliun.

Indonesia Shopping Festival (ISF)

**Indonesia Shopping Festival (ISF)** adalah acara belanja nasional tahunan yang diluncurkan pemerintah Indonesia untuk mendorong pariwisata domestik, penjualan ritel, dan perekonomian. Pertama diadakan pada 2015, ISF menampilkan diskon besar-besaran, promosi, dan kegiatan budaya di toko, mal, dan platform daring yang berpartisipasi. Festival ini bertujuan mendukung bisnis lokal sekaligus menarik pembeli domestik dan internasional.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI)

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) adalah organisasi profesional yang didirikan untuk mendukung dan mengatur industri pusat perbelanjaan di Indonesia. Dibentuk untuk mempromosikan praktik terbaik, APPBI berperan kunci dalam menjalin kolaborasi antara pengelola mal, pedagang ritel, dan instansi pemerintah. APPBI juga mengerjakan standar industri, inisiatif keberlanjutan, dan adaptasi terhadap tren konsumen yang berkembang di sektor ritel Indonesia.

Kementerian Perdagangan

Kementerian Perdagangan adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengatur dan mengawasi kebijakan perdagangan, pembangunan ekonomi, dan perdagangan dalam suatu negara. Secara historis, kementerian semacam ini memainkan peran penting dalam membentuk perekonomian nasional, sering berevolusi dari kantor perdagangan kolonial atau merkantil menjadi badan pengatur modern. Fungsi mereka biasanya mencakup promosi perdagangan yang adil, dukungan kepada pelaku usaha, dan negosiasi perjanjian perdagangan internasional.

Big Shop Big Win

“Big Shop Big Win” tampaknya bukan merupakan situs budaya atau sejarah yang dikenal luas. Istilah ini mungkin merujuk pada pasar lokal, acara promosi, atau istilah sehari-hari tanpa latar belakang sejarah yang signifikan. Jika Anda memiliki detail atau konteks yang lebih spesifik tentang hal ini, silakan bagikan untuk ringkasan yang lebih akurat!

Vinfast

VinFast adalah produsen otomotif Vietnam yang didirikan pada 2017 sebagai anak perusahaan Vingroup, konglomerat swasta terbesar di negara itu. Awalnya memproduksi kendaraan mesin pembakaran, VinFast dengan cepat beralih ke kendaraan listrik (EV), dengan tujuan menjadi pemain global di pasar EV. Perusahaan ini menarik perhatian karena ekspansi cepatnya, kemitraan dengan perusahaan internasional, dan rencana membangun pabrik manufaktur di AS dan pasar lainnya.

iPhone 16

iPhone 16 adalah model smartphone terbaru Apple, yang diharapkan diluncurkan pada akhir 2024 sebagai bagian dari lineup iPhone tahunan perusahaan. Meski detailnya masih spekulatif, rumor menyarankan peningkatan seperti kemampuan AI yang ditingkatkan, kamera yang lebih baik, dan chipset baru, melanjutkan tradisi inovasi Apple dalam teknologi seluler. Sebagai ikon budaya, seri iPhone mencerminkan kemajuan modern dalam komunikasi, hiburan, dan gaya hidup digital.

Voucher MAP

“Voucher MAP” (atau voucher Museum and Arts Pass) adalah program akses budaya yang sering ditawarkan oleh perpustakaan atau pemerintah daerah untuk memberikan tiket masuk gratis atau diskon ke museum, galeri, dan institusi budaya. Inisiatif ini bertujuan membuat seni dan pendidikan lebih mudah diakses publik, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah atau komunitas yang kurang terlayani. Konsep ini mencerminkan upaya lebih luas untuk mendorong keterlibatan budaya dengan menghilangkan hambatan finansial, dengan program serupa yang ada di kota-kota di seluruh dunia dengan nama berbeda.

Belanja di Indonesia Saja (BINA) Dirgahayu Indonesia

“Belanja di Indonesia Saja (BINA) Dirgahayu Indonesia” tampaknya merupakan inisiatif atau kampanye patriotik yang mempromosikan produk buatan lokal di Indonesia, kemungkinan terkait dengan perayaan hari kemerdekaan negara itu (17 Agustus). Meski detail historis spesifiknya tidak jelas, gerakan semacam ini sering menekankan kebanggaan nasional, swasembada ekonomi, dan dukungan bagi bisnis Indonesia. Frasa ini mencerminkan penekanan budaya yang lebih luas pada persatuan dan cinta tanah air.