Medan –
Beras premium di toko ritel modern di Kota Medan, Sumatera Utara, mulai menipis. Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengungkap penyebabnya.
Kepala PDN Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Energi dan Sumber Daya Mineral, Charles Situmorang, menjelaskan, berkurangnya pasokan beras premium di ritel modern disebabkan penyerapan gabah oleh pemerintah untuk stok beras SPHP.
“Beras premium habis karena gabah dipakai untuk beras SPHP. Ya, semua pasokan gabah antara April dan Juni dialokasikan untuk pembelian pemerintah,” kata Charles pada Senin (4/8/2025).
Sementara itu, Charles menyebutkan, kelangkaan stok juga terjadi karena Sumatera Utara belum masuk masa panen, sehingga tidak ada pasokan gabah usai diserap pemerintah untuk beras SPHP.
“Saat ini sedang musim tanam, jadi pasokan gabah tidak terpenuhi. Nah, Bulog menyalurkan beras SPHP ke masyarakat akhir Juli. Mungkin sebentar lagi, beras Bulog akan lebih banyak beredar dan harganya kembali normal,” lanjutnya.
Di sisi lain, dinas akan segera mengadakan rapat terkait regulasi beras SPHP masuk ke ritel modern.
“Pernah masuk sebentar (ke ritel modern), tapi karena ada ketidaksesuaian, sempat dihentikan sementara. Besok akan kita rapat sesuai aturan Bappenas, meminta semua peritel modern membantu beras ini,” tutupnya.