Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pakpak Bharat menggelar rapat paripurna penyampaian laporan pelaksanaan Reses II Tahun 2025.
Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua Sonni Berutu ini dihadiri Ketua DPRD Elson Angkat, Sekretaris Daerah Jalan Berutu, para kepala OPD, camat, dan undangan lainnya.
Setelah rapat dibuka, diberikan kesempatan kepada juru bicara dari masing-masing tiga tim Reses II untuk menyampaikan temuannya.
Juru bicara Tim A, Marta Rizki Oktavia Berutu, memaparkan sejumlah usulan masyarakat dari Dapil I, meliputi Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Pergetteng-getteng Sengkut, dan Salak.
Dari Sitellu Tali Urang Julu, usulan mencakup lanjutan pengerasan jalan menuju Desa Ulumerah, pemasangan jaringan listrik di Desa Cikaok, dan rehabilitasi jalan di Desa Silimakuta.
Permintaan lain termasuk traktor untuk Desa Cikaok, bibit kakao untuk Desa Silima Kuta, serta perawatan jalan di Kecamatan Salak.
Warga juga mendesak pemerintah menetapkan batas antar-desa di Salak dan membangun dinding penahan di sepanjang jalan lingkar Boangmanalu.
Dari Pergetteng-getteng Sengkut, usulan meliputi perbaikan jalan, rehabilitasi jembatan, perawatan penerangan jalan, dan perluasan pipa air ke beberapa desa.
Juru bicara Tim B, Mawardi Tumanggor, menyampaikan temuan dari Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe dan Pagindar, termasuk permintaan lampu jalan di Desa Perolihen.
Warga membutuhkan balai pertemuan karena keterbatasan ruang rumah serta klarifikasi tentang papan tanda hutan lindung yang menimbulkan keresahan. Kebutuhan lain meliputi pagar sekolah, perbaikan saluran air, dan pelebaran jalan di titik rawan kecelakaan.
Usulan dari Kecamatan Pagindar mencakup perbaikan area longsor, penempatan alat berat untuk bencana alam, serta dukungan pertanian bagi petani durian dan kelapa sawit.
Juru bicara Tim C, Selloh Cibro, melaporkan dari Kecamatan Kerajaan, Tinada, dan Siempat Rube, yang menyoroti kebutuhan seperti pembangunan gedung kecamatan, pengembangan lapangan sepak bola, dan fasilitas air bersih.
Perbaikan jalan diminta menuju lokasi wisata dan area pertanian, bersama pemasangan jaringan listrik dan rehabilitasi lapangan olahraga di Tinada.
Warga Siempat Rube mendesak perbaikan jalan, pembangunan dinding penahan, dan jembatan untuk memperluas akses ke lahan pertanian.
Rapat ditutup dengan penyerahan resmi Laporan Reses II kepada Sekretaris Daerah dan foto bersama.
DPRD Kabupaten Pakpak Bharat
DPRD Kabupaten Pakpak Bharat adalah lembaga legislatif lokal dari Kabupaten Pakpak Bharat, sebuah wilayah di Sumatera Utara, Indonesia, yang dikenal dengan budaya asli Pakpak Batak. Dibentuk sebagai bagian dari reformasi desentralisasi Indonesia, DPRD memainkan peran kunci dalam pemerintahan daerah, mewakili kepentingan masyarakat Pakpak sekaligus menangani pembangunan regional. Kabupaten ini sendiri dibentuk tahun 2003, hasil pemekaran dari Kabupaten Dairi untuk lebih mengakomodasi kebutuhan budaya dan administratif daerah.
Sitellu Tali Urang Julu
Sitellu Tali Urang Julu adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Indonesia. Desa ini dikenal dengan warisan budayanya yang kaya, khususnya dari masyarakat Pakpak, dan menampilkan rumah adat, ritual, serta praktik komunal yang dilestarikan turun-temurun. Desa ini memberikan gambaran tentang kehidupan adat dan tradisi sejarah masyarakat Batak Pakpak.
Pergetteng-getteng Sengkut
“Pergetteng-getteng Sengkut” adalah sebuah situs atau upacara budaya tradisional yang terkait dengan masyarakat Karo Batak di Sumatera Utara, Indonesia. Sering dikaitkan dengan ritual atau pertemuan komunal yang merayakan panen, tradisi leluhur, atau persatuan sosial. Meski detail sejarahnya dapat bervariasi, praktik ini mencerminkan hubungan mendalam masyarakat Karo Batak dengan akar agraris dan warisan spiritual mereka.
Salak
Salak adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Nama ini merujuk pada wilayah administratif sekaligus kawasan budaya masyarakat Pakpak di daerah tersebut. Sebagai bagian dari kabupaten, Kecamatan Salak memiliki peran dalam tata kelola lokal dan pembangunan wilayah.
Sitellu Tali Urang Jehe
Sitellu Tali Urang Jehe adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Indonesia. Desa ini dikenal dengan warisan budaya masyarakat Pakpak yang kaya, menampilkan rumah adat (*jabu*) dan ritual tradisional. Desa ini melestarikan tradisi kuno dan berfungsi sebagai situs budaya tempat pengunjung dapat mempelajari kehidupan lokal dan sejarah masyarakat Pakpak.
Pagindar
Pagindar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Sebagai wilayah administratif, kecamatan ini merupakan bagian dari struktur pemerintahan kabupaten dan dihuni oleh masyarakat Pakpak. Nama Pagindar merujuk pada kawasan geografis dan budaya tertentu dalam konteks Kabupaten Pakpak Bharat.
Kerajaan
Kerajaan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Nama ini digunakan sebagai sebutan administratif untuk wilayah tersebut dalam struktur pemerintahan kabupaten. Kecamatan Kerajaan merupakan bagian dari daerah yang dihuni oleh masyarakat Pakpak dan terlibat dalam proses pembangunan lokal.
Tinada
Tinada adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Sebagai wilayah administratif, kecamatan ini termasuk dalam wilayah kabupaten dan dihuni oleh masyarakat Pakpak. Nama Tinada merujuk pada kawasan geografis dan budaya tertentu dalam konteks Kabupaten Pakpak Bharat.