JAKARTA – Aliansi Rakyat Indonesia untuk Bela Palestina (ARI-BP) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak jurnalis Indonesia, baik media cetak maupun elektronik, untuk lebih lantang menyuarakan perlawanan terhadap kekejaman pendudukan Zionis Israel, khususnya terhadap jurnalis dan pekerja media di Palestina.

“Kami menyerukan kepada jurnalis Indonesia dan internasional untuk lebih keras menyuarakan tuntutan perlindungan bagi jurnalis di Palestina,” kata Ketua Komite Eksekutif ARI-BP, yang juga Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, dalam “Diskusi dan Konferensi Pers Solidaritas Media untuk Gaza” di Jakarta.

Pembicara lain dalam diskusi dan konferensi pers tersebut antara lain Sekretaris Komite Eksekutif ARI-BP, yang juga Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI, dan seorang Jurnalis Senior, dengan dimoderatori oleh Jurnalis Senior yang juga Wakil Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI.

Diskusi dan konferensi pers solidaritas media untuk Gaza digelar sebagai respons situasi darurat yang mengancam rakyat Gaza, khususnya jurnalis dan pekerja media yang menjadi sasaran dan dibunuh oleh pasukan Zionis Israel.

Sebelumnya diberitakan, pasukan pendudukan Zionis Israel membunuh sejumlah jurnalis di Gaza, Palestina, pada 10 Agustus 2025. Lima jurnalis tewas seketika setelah tenda kru media di dekat Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara dibombardir oleh pasukan Israel.

Kelima jurnalis tersebut adalah koresponden dan fotografer yang bekerja untuk berbagai media.

Pembunuhan terhadap kru media itu disengaja, setelah menjadi target langsung. Dengan lima kematian ini, total jurnalis yang tewas dibunuh pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza sejak genosida dimulai pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 304 orang.

Jumlah jurnalis yang tewas akibat kekejaman pasukan Zionis Israel ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah, bahkan melampaui kematian jurnalis pada masa Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, maupun Perang Afghanistan. Secara total, lebih dari 61.700 orang telah tewas akibat kekejian Israel, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Menurut salah satu pembicara, pemboman Israel terhadap jurnalis dan institusi media merupakan kejahatan perang yang nyata. Pasukan pendudukan Israel bertujuan membungkam kebenaran dan menghapus bukti genosida, sekaligus mempersiapkan pengaburan pembantaian brutal yang telah dan akan terus mereka lakukan di Jalur Gaza.

Sementara itu, pembicara lain menyatakan bahwa menyelamatkan rakyat Gaza bukan hanya tentang menyelamatkan kelompok tertentu, melainkan upaya menyelamatkan seluruh umat manusia.

“Menyelamatkan saudara-saudara kita di Gaza bukan sekadar melindungi penduduk di wilayah itu, tetapi pada hakikatnya adalah menyelamatkan seluruh umat manusia,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembunuhan terhadap lima jurnalis di Gaza baru-baru ini adalah contoh suram hilangnya nilai-nilai kemanusiaan di dunia. Kecaman terhadap pendudukan Zionis Israel di Gaza tidak terbatas pada umat Islam, tetapi telah menyebar secara global, terlebih Israel juga menargetkan penghancuran gereja-gereja di Jalur Gaza.

Aliansi Rakyat Indonesia untuk Bela Palestina (ARI-BP)

Aliansi Rakyat Indonesia untuk Bela Palestina (ARI-BP) adalah gerakan solidaritas di Indonesia yang memperjuangkan hak dan kemerdekaan Palestina. Dibentuk oleh berbagai kelompok masyarakat sipil, aktivis, dan organisasi keagamaan, gerakan ini mencerminkan dukungan Indonesia yang sudah lama bagi Palestina, yang berakar dari perjuangan bersama melawan kolonialisme dan solidaritas Islam. ARI-BP mengorganisir protes, kampanye, dan upaya bantuan kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran dan mendesak pemerintah mendukung penentuan nasib sendiri Palestina.

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Majelis Ulama Indonesia (MUI), didirikan pada 1975, adalah badan ulama tertinggi di Indonesia yang mengeluarkan fatwa dan memberi nasihat kepada pemerintah mengenai masalah keislaman. MUI memainkan peran kunci dalam membentuk kebijakan keagamaan, mempromosikan Islam moderat, dan menangani isu-isu seperti sertifikasi halal dan hubungan antaragama. Meskipun berpengaruh, pandangan konservatifnya mengenai topik seperti penodaan agama dan moralitas memicu perdebatan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.

Rumah Sakit Al-Shifa

Rumah Sakit Al-Shifa, terletak di Kota Gaza, adalah kompleks medis terbesar di Jalur Gaza yang memberikan layanan kesehatan kritis bagi warga Palestina. Awalnya didirikan pada masa Mandat Britania tahun 1920-an, rumah sakit ini telah diperluas namun juga berulang kali rusak selama konflik, termasuk akibat serangan udara Israel. Rumah sakit ini tetap menjadi institusi vital namun rentan, yang bergulat dengan kekurangan dan kepadatan di tengah ketegangan regional yang berlanjut.

Jalur Gaza

Jalur Gaza adalah wilayah pesisir kecil di Mediterania timur, berbatasan dengan Israel dan Mesir. Secara historis merupakan bagian dari Kanaan kuno dan kemudian diperintah oleh berbagai kekaisaran, wilayah ini menjadi titik fokus konflik Israel-Palestina pada abad ke-20. Saat ini, dihuni oleh lebih dari dua juta warga Palestina dan diperintah oleh Hamas, menghadapi tantangan politik dan kemanusiaan yang signifikan.

Perang Dunia I

Perang Dunia I (1914–1918) adalah konflik global yang terutama melibatkan Sekutu (termasuk Prancis, Inggris, dan kemudian AS) dan Blok Sentral (dipimpin Jerman, Austria-Hongaria, dan Kesultanan Utsmaniyah). Dipicu oleh pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dari Austria pada 1914, perang ini memperkenalkan perang parit, pertempuran dahsyat seperti Somme dan Verdun, serta korban jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perang berakhir dengan Perjanjian Versailles pada 1919, yang membentuk ulang perbatasan dan menyiapkan panggung untuk ketegangan geopolitik masa depan.

Perang Dunia II

Perang Dunia II (1939–1945) adalah konflik global yang melibatkan Sekutu (dipimpin AS, Inggris, dan Uni Soviet) dan Blok Poros (dipimpin Jerman, Jepang, dan Italia). Perang dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia dan mencakup peristiwa besar seperti Holocaust, serangan ke Pearl Harbor, dan pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki. Perang berakhir dengan kekalahan Blok Poros, yang membentuk ulang politik global dan mengarah pada pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perang Vietnam

Perang Vietnam (1955–1975) adalah konflik berkepanjangan antara Vietnam Utara komunis, didukung Uni Soviet dan Tiongkok, dengan Vietnam Selatan, didukung Amerika Serikat dan sekutu anti-komunis lainnya. Perang ini muncul dari ketegangan Perang Dingin dan perjuangan Vietnam untuk merdeka setelah penjajahan Prancis, berakhir dengan jatuhnya Saigon dan penyatuan Vietnam di bawah kendali komunis. Perang ini menimbulkan biaya manusia yang dahsyat, memicu protes global, dan sangat mempengaruhi kebijakan luar negeri AS.

Perang Afghanistan

Perang Afghanistan (2001–2021) dimulai sebagai kampanye militer pimpinan AS setelah serangan 9/11, yang bertujuan membongkar al-Qaeda dan menggulingkan Taliban dari kekuasaan. Selama lebih dari dua dekade, konflik berkembang menjadi pemberontakan berkepanjangan, dengan Taliban kembali menguasai Afghanistan pada 2021 setelah penarikan pasukan internasional. Perang ini meninggalkan dampak mendalam pada masyarakat, infrastruktur, dan geopolitik global Afghanistan.