Wasit Aljazair Mustapha Ghorbal Pimpin Laga Perempat Final Mesir vs Pantai Gading di Piala Afrika.
Olahraga – Mustafa Ghorbal
Komite wasit Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah memutuskan tim ofisial untuk pertandingan Mesir vs Pantai Gading, yang dijadwalkan besok, Sabtu, di Stadion Adrar di kota Agadir, Maroko, sebagai bagian dari babak perempat final Piala Afrika 2025.
Diketahui bahwa komite wasit CAF telah menunjuk wasit internasional asal Aljazair, Mustafa Ghorbal, untuk memimpin pertandingan Mesir vs Pantai Gading. Ia akan dibantu oleh rekan senegaranya, Lahlo Ben Braham, sebagai Asisten Wasit Video (VAR).
Sebelumnya, sempat ada ketidakjelasan terkait kepanitian menjelang laga yang dinantikan antara tim nasional Maroko dan Kamerun di babak delapan besar turnamen. Hal ini terjadi setelah pemberitahuan tim ofisial yang ditunjuk untuk mengelola pertandingan tertunda hingga saat ini, padahal waktu pertandingan sudah semakin dekat.
Diketahui dari sumber-sumber khusus bahwa komite wasit CAF, hingga larut malam kemarin, belum memberitahukan tim ofisial mana pun untuk mengelola pertandingan Maroko vs Kamerun. Padahal, rapat komite dengan para wasit turnamen telah berakhir beberapa jam sebelumnya, dengan sisa waktu kurang dari 24 jam sebelum jadwal pertandingan.
Menurut sumber-sumber tersebut, komite wasit menginformasikan kepada para wasit yang bertugas dalam turnamen bahwa pemberitahuan penugasan untuk pertandingan hari Jumat, serta dua pertandingan hari Sabtu, akan dikirim via email, paling lambat nanti malam ini atau besok pagi.
Stadion Adrar
Stadion Adrar adalah arena olahraga serbaguna yang terletak di Agadir, Maroko, terutama digunakan untuk pertandingan sepak bola dan sebagai kandang klub lokal Hassania Agadir. Stadion ini diresmikan pada 2013 untuk menggantikan Stadion Al Inbiaâte yang lebih tua, dibangun untuk memenuhi standar modern dan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Afrika 2015. Namanya diambil dari gunung Adrar di dekatnya, yang berarti “gunung” dalam bahasa Amazigh (Berber) setempat.
Kota Agadir, Maroko
Agadir adalah kota pesisir utama di barat daya Maroko, terkenal dengan resor pantai modern dan industri pariwisatanya yang dinamis. Sejarahnya berubah drastis akibat gempa bumi dahsyat pada 1960 yang menghancurkan sebagian besar kota tua; Agadir yang sekarang dibangun kembali dengan cermat di lokasi yang agak berjauhan dari reruntuhan, memadukan arsitektur kontemporer dengan elemen tradisional Maroko.
Piala Afrika
Piala Afrika (AFCON) adalah kompetisi sepak bola internasional pria terkemuka di Afrika, pertama kali diselenggarakan pada 1957. Turnamen ini didirikan untuk mempromosikan persatuan dan kemerdekaan di antara bangsa-bangsa Afrika, dengan hanya tiga negara yang berpartisipasi dalam edisi perdananya. Kini, AFCON menjadi acara olahraga global besar yang diadakan setiap dua tahun, memamerkan bakat sepak bola terbaik benua itu dan budaya suporter yang penuh gairah.
Mesir
Mesir, rumah bagi salah satu peradaban tertua di dunia, terkenal dengan monumen ikoniknya seperti Piramida Giza dan Sphinx Agung, yang berasal dari lebih dari 4.500 tahun yang lalu pada era firaun. Sejarahnya yang kaya mencakup kerajaan-kerajaan kuno, pemerintahan Yunani-Romawi, dan kekhalifahan Islam, yang semuanya meninggalkan warisan budaya dan arsitektur yang mendalam di sepanjang Sungai Nil. Saat ini, Mesir tetap menjadi destinasi utama untuk memahami perkembangan manusia awal, agama, dan rekayasa monumental.
Pantai Gading
Pantai Gading, secara resmi disebut Côte d’Ivoire, adalah negara Afrika Barat dengan sejarah kaya yang dibentuk oleh kerajaan-kerajaan pra-kolonial, kolonisasi Prancis dari akhir abad ke-19, dan kemerdekaan pada 1960. Secara budaya, negara ini terkenal dengan tradisi etnisnya yang beragam dan dianggap sebagai pusat produksi kakao global utama. Situs budaya yang terkenal termasuk kota bersejarah Grand-Bassam, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang merupakan ibu kota kolonial Prancis awal, dan Basilika Bunda Damai di Yamoussoukro, salah satu gereja terbesar di dunia.
Maroko
Kamerun
Kamerun adalah negara Afrika Tengah yang beragam, dikenal dengan warisan budayanya yang kaya, yang mencakup lebih dari 250 kelompok etnis dan tradisi linguistik. Secara historis, wilayahnya menyaksikan permukiman awal seperti peradaban Sao, diikuti kedatangan penjajah Eropa, yang menyebabkan wilayah ini menjadi protektorat Jerman pada 1884 sebelum kemudian dibagi menjadi zona administrasi Prancis dan Inggris setelah Perang Dunia I. Sejarah kolonial ini sangat membentuk identitas bilingual (Prancis dan Inggris) modern serta struktur politiknya.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF)
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) adalah badan administratif dan pengatur sepak bola asosiasi di Afrika, didirikan pada 1957 di Khartoum, Sudan. Pendiriannya didorong oleh keinginan untuk mempromosikan dan mengatur olahraga ini secara mandiri di benua itu, dengan turnamen andalannya, Piala Afrika, pertama kali diadakan pada 1957. CAF kini mewakili 54 asosiasi nasional dan merupakan anggota penting FIFA, yang mengawasi semua kompetisi sepak bola besar di Afrika.