CAMP OLIVAS, Pampanga – Polisi di Luzon Tengah mempertahankan momentum mereka dalam memerangi kejahatan. Operasi yang diperketat pada Agustus berhasil menyita narkoba ilegal senilai PHP836,4 juta, menangkap ratusan buronan, dan menyita senjata api tanpa izin.

Dalam laporan hari Senin, direktur Kepolisian Daerah 3 (Polda 3) menyatakan serangkaian operasi yang dilaksanakan dari 1 hingga 31 Agustus itu merupakan bagian dari Enhanced Managing Police Operations (EMPO) Polri, yang selaras dengan Agenda 7-Poin dari Pelaksana Tugas Kapolri.

Dalam kampanye anti-narkoba, Polda 3 melaksanakan 659 operasi yang berujung pada penangkapan 1.006 tersangka, termasuk 34 target berprioritas tinggi.

Otoritas menyita 122.631,645 gram shabu dan 11.370,711 gram ganja, dengan total perkiraan nilai pasar sebesar PHP836.406.721,22.

Operasi pengejaran juga menunjukkan hasil, dengan ditangkapnya 745 orang buronan. Di antara yang tertangkap adalah 13 buronan paling dicari tingkat daerah, 43 buronan utama tingkat provinsi, dan 59 pelanggar utama tingkat kota.

Sementara itu, operasi intensif daerah itu terhadap senjata api ilegal berhasil menyita 258 pucuk senjata. Dari jumlah tersebut, 144 disita selama operasi, 96 diserahkan secara sukarela, dan 18 disimpan untuk pengamanan, mengurangi potensi kekerasan terkait senjata api di masyarakat.

Direktur tersebut mengatakan keberhasilan daerah ini menegaskan keselarasannya dengan arahan Pelaksana Tugas Kapolri.

“Polda 3 berkomitmen penuh untuk membuat jalanan kita lebih aman dan memastikan masyarakat merasa lebih terlindungi. Kami akan melanjutkan inisiatif anti-kriminal dengan semangat dan kegigihan yang lebih besar, konsisten dengan Agenda 7-Poin,” ujar direktur tersebut.

CAMP OLIVAS

Camp Olivas adalah kamp pelatihan dan markas besar daerah utama Polri di San Fernando, Pampanga. Awalnya didirikan pada 1905 selama periode kolonial Amerika sebagai tempat pelatihan untuk Pasukan Polisi Filipina (Philippine Constabulary). Saat ini, berfungsi sebagai pusat administrasi untuk operasi kepolisian di Luzon Tengah.

Kepolisian Daerah 3

Kepolisian Daerah 3 (Polda 3) adalah markas besar daerah Polri untuk wilayah Luzon Tengah. Didirikan untuk mengawasi penegakan hukum, menjaga ketertiban dan keamanan, serta melaksanakan program keselamatan publik di seluruh tujuh provinsi di wilayah tersebut.

Polda 3

Saya tidak dapat memberikan ringkasan karena “Polda 3” tidak merujuk pada tempat atau situs budaya yang dikenal. Bisakah Anda memberikan nama lengkap atau detail lebih lanjut tentang lokasi yang Anda maksud?

Polri (Kepolisian Nasional Filipina)

Polri (Kepolisian Nasional Filipina/PNP) adalah lembaga penegak hukum utama Filipina, dibentuk dalam bentuknya yang sekarang pada 1991 melalui penggabungan Pasukan Polisi Filipina (Philippine Constabulary) dan Polisi Nasional Terpadu (Integrated National Police). Dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik 6975 untuk menyediakan kepolisian yang bersifat sipil dan berorientasi pada masyarakat guna menjaga perdamaian, ketertiban, dan keselamatan publik.

Enhanced Managing Police Operations

“Enhanced Managing Police Operations” (EMPO) bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan sistem manajemen dan akuntabilitas yang digunakan oleh departemen kepolisian. Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Kepolisian New York (NYPD) pada 1990-an di bawah Komisaris William Bratton sebagai bagian dari model CompStat. Sistem ini menggunakan strategi berbasis data dan pertemuan rutin untuk menganalisis statistik kejahatan dan meminta pertanggungjawaban komandan polsek dalam menangani masalah di wilayah mereka.

EMPO

Saya tidak dapat mengidentifikasi tempat atau situs budaya spesifik yang dikenal sebagai “EMPO.” Istilah ini mungkin merupakan akronim, singkatan, atau kesalahan eja dari lokasi yang lebih terkenal. Jika Anda memiliki konteks lebih lanjut atau dapat memeriksa ejaannya, saya dengan senang hati akan memberikan ringkasan.

Agenda 7-Poin

“Agenda 7-Poin” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan kerangka kerja kebijakan strategis. Ini adalah rencana pembangunan yang diperkenalkan pada 2007 oleh mantan Presiden Nigeria Umaru Musa Yar’Adua, yang berfokus pada area kritis seperti ketenagalistrikan, ketahanan pangan, dan penciptaan kekayaan untuk mempercepat pembangunan negara.

Kapolri

Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Kapolri” karena istilah ini tidak merujuk pada tempat atau situs budaya tertentu. Istilah ini biasanya merujuk pada Kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP), yang merupakan lembaga kepolisian nasional Filipina dan sebuah jabatan pemerintah, bukan lokasi fisik.