Kota Seki di Prefektur Gifu telah mengajukan gugatan hukum, menuntut pengembalian subsidi sebesar 20 juta yen yang diberikan untuk proyek film lokal.

Pemerintah kota sebelumnya memberikan subsidi 20 juta yen kepada sebuah perusahaan perencana yang berbasis di Prefektur Hyogo untuk produksi film bertema lokal.

Namun, syarat-syarat pemberian subsidi—termasuk kewajiban menayangkan film di beberapa bioskop setidaknya selama empat minggu sebelum akhir Maret tahun ini—tidak terpenuhi. Kota menuntut pengembalian penuh subsidi tersebut, namun uangnya tidak dikembalikan.

Pada 29 Agustus, pemerintah kota mengajukan gugatan untuk menuntut pembayaran subsidi 20 juta yen beserta biaya terkait.

Perwakilan hukum perusahaan perencana menyatakan, “Kami sedang bernegosiasi untuk mengembalikan seluruh jumlah secara cicilan. Kami berusaha menyelesaikan masalah ini melalui diskusi, jadi sangat disayangkan hal ini berujung pada gugatan hukum.”

Seki

Seki adalah sebuah kota di Prefektur Gifu, Jepang, yang secara historis terkenal sebagai pusat utama produksi pedang berkualitas tinggi sejak abad ke-13. Saat ini, kota ini terkenal dengan industri alat potong dan pembuatan bilahnya, yang berevolusi dari warisan pembuatan pedang samurai. Kota ini merayakan sejarah ini di Seki Sword Tradition Museum.

Prefektur Gifu

Prefektur Gifu adalah wilayah pegunungan di Jepang tengah yang dikenal dengan sejarahnya yang kaya dan kerajinan tradisional. Wilayah ini menjadi lokasi pertempuran penting selama periode Sengoku dan berfungsi sebagai basis bagi panglima perang Oda Nobunaga pada abad ke-16. Saat ini, prefektur ini terkenal dengan desa-desa bersejarah seperti Shirakawa-gō, penangkapan ikan dengan burung kormoran tradisional di Sungai Nagara, serta produksi kertas washi Mino dan alat potong berkualitas tinggi.

Prefektur Hyogo

Prefektur Hyogo adalah wilayah bersejarah di Jepang barat, rumah bagi Kastil Himeji yang ikonik, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang awalnya dibangun pada abad ke-14. Kota utamanya, Kobe, berkembang menjadi pelabuhan internasional terkemuka setelah dibuka untuk perdagangan asing pada akhir abad ke-19.