Presiden AS Trump menyatakan dalam sebuah wawancara dengan media Amerika pada tanggal 14 bahwa konflik Iran “hampir berakhir.”

Trump diwawancarai oleh seorang reporter Fox News Channel pada hari itu. Reporter bertanya mengapa dia terus mengatakan “perang sudah berakhir.” Trump menjawab, “Saya pikir (konflik Iran) hampir berakhir. Ya, maksud saya, saya pikir ini sangat dekat untuk berakhir.”

Media AS: Jika AS dan Iran Kembali Berunding, Vance Akan Pimpin Delegasi Lagi
Menurut laporan pada tanggal 14, jika Amerika Serikat dan Iran mengadakan putaran kedua perundingan tatap muka, Wakil Presiden AS Vance diperkirakan akan memimpin delegasi Amerika lagi.
Laporan itu mengutip sumber terpercaya yang menyatakan bahwa utusan khusus Presiden AS Trump, Witkof, dan menantunya, Kushner, juga diperkirakan akan menghadiri negosiasi. Sumber tersebut mengatakan Trump telah menugaskan ketiga orang ini untuk menemukan jalur diplomatik guna mengakhiri perang dan masih mempercayai mereka untuk menyelesaikan misi ini. Sejak putaran pertama perundingan AS-Iran berakhir akhir pekan lalu, Vance, Witkof, dan Kushner telah menjaga kontak dengan pejabat dan perantara Iran.

Trump mengisyaratkan dalam wawancaranya dengan media Amerika pada tanggal 14 bahwa AS dan Iran mungkin akan kembali ke meja perundingan di Pakistan dalam dua hari ke depan.
Sebelumnya, media AS melaporkan pada tanggal 13 bahwa AS dan Iran masih melakukan kontak, dan pemerintahan Trump sedang membahas detail untuk mengadakan pertemuan tatap muka kedua.
Media Iran: Iran dan AS Mungkin Memulai Kembali Perundingan
Menurut laporan pada tanggal 15, delegasi Iran dan AS mungkin akan memulai kembali negosiasi di ibu kota Pakistan, Islamabad, akhir pekan ini.
Delegasi AS dan Iran memulai perundingan di Islamabad, Pakistan, pada tanggal 11. Perundingan berakhir pada pagi hari tanggal 12 tanpa mencapai kesepakatan apa pun. Pihak Iran menyatakan negosiasi berlangsung dalam “suasana ketidakpercayaan dan kecurigaan,” dengan perbedaan pendapat pada dua atau tiga isu penting. Pihak AS menyatakan telah menjelaskan dengan jelas “garis merah” mereka sendiri, tetapi pihak Iran tidak menerima persyaratan AS.