Sejak Juni 2021, pengawasan khusus terhadap perlindungan ekologi dan lingkungan Sungai Yangtze telah dilakukan, bekerja sama untuk menjaga kejernihan airnya.

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan tempat lahirnya peradaban Tiongkok, dengan sejarah permukiman manusia dan pengembangan pertanian yang sudah ada sejak ribuan tahun. Sungai ini telah berfungsi sebagai jalur transportasi vital dan koridor ekonomi selama berabad-abad, membentuk budaya dan geografi Tiongkok selatan dan tengah. Saat ini, sungai ini juga menjadi lokasi proyek-proyek rekayasa modern besar seperti Bendungan Tiga Ngarai.

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan tempat lahirnya peradaban Tiongkok, dengan sejarah permukiman manusia dan pengembangan pertanian yang sudah ada sejak ribuan tahun. Sungai ini telah berfungsi sebagai jalur transportasi vital dan koridor ekonomi selama berabad-abad, membentuk budaya dan sejarah Tiongkok tengah. Saat ini, sungai ini juga dikenal dengan Bendungan Tiga Ngarai yang monumental, pembangkit listrik terbesar di dunia.

Bendungan Tiga Ngarai

Bendungan Tiga Ngarai adalah bendungan gravitasi hidroelektrik raksasa yang membentang di Sungai Yangtze di provinsi Hubei, Tiongkok. Diselesaikan pada 2006 setelah lebih dari satu dekade pembangunan, bendungan ini dibangun terutama untuk pengendalian banjir, pembangkit listrik, dan peningkatan navigasi sungai. Pembuatannya memerlukan relokasi lebih dari satu juta orang dan menenggelamkan banyak situs sejarah dan arkeologi di sepanjang ngarai terkenal sungai tersebut.

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan tempat lahirnya peradaban Tiongkok, dengan sejarah permukiman manusia dan pertanian yang sudah ada sejak ribuan tahun. Sungai ini telah berfungsi sebagai jalur transportasi vital, koridor ekonomi, dan simbol budaya sepanjang sejarah Tiongkok. Di era modern, sungai ini juga menjadi lokasi proyek-proyek rekayasa besar seperti Bendungan Tiga Ngarai.

Bendungan Tiga Ngarai

Bendungan Tiga Ngarai adalah bendungan gravitasi hidroelektrik raksasa yang membentang di Sungai Yangtze di Provinsi Hubei, Tiongkok. Diselesaikan pada 2006 setelah lebih dari satu dekade pembangunan, bendungan ini dibangun terutama untuk pengendalian banjir, pembangkit listrik, dan peningkatan navigasi sungai. Pembuatannya memerlukan relokasi lebih dari satu juta orang dan menenggelamkan banyak situs arkeologi dan kota di hulu sungai.

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan tempat lahirnya peradaban Tiongkok, dengan sejarah permukiman manusia dan pertanian yang sudah ada sejak ribuan tahun. Sungai ini telah berfungsi sebagai rute transportasi vital, urat nadi ekonomi, dan simbol budaya sepanjang sejarah Tiongkok. Di era modern, sungai ini terkenal sebagai lokasi Bendungan Tiga Ngarai yang sangat besar, sebuah proyek rekayasa monumental yang diselesaikan pada awal abad ke-21.

Bendungan Tiga Ngarai

Bendungan Tiga Ngarai adalah bendungan gravitasi hidroelektrik raksasa yang membentang di Sungai Yangtze di provinsi Hubei, Tiongkok. Diselesaikan pada 2006 setelah lebih dari satu dekade pembangunan, bendungan ini dibangun terutama untuk pengendalian banjir, pembangkit listrik, dan peningkatan

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan tempat lahirnya peradaban Tiongkok, dengan sejarah permukiman manusia dan pertanian yang sudah ada sejak ribuan tahun. Sungai ini telah berfungsi sebagai jalur transportasi vital, koridor ekonomi, dan simbol budaya sepanjang sejarah Tiongkok. Di era modern, sungai ini terkenal sebagai lokasi proyek hidroelektrik Bendungan Tiga Ngarai yang sangat besar.

Bendungan Tiga Ngarai

Bendungan Tiga Ngarai di Sungai Yangtze, Tiongkok, adalah stasiun pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia berdasarkan kapasitas terpasang. Diselesaikan pada 2006 setelah lebih dari satu dekade pembangunan, bendungan ini dibangun terutama untuk pengendalian banjir, pembangkit listrik, dan peningkatan navigasi sungai. Pembuatannya memerlukan relokasi lebih dari 1,3 juta orang dan menenggelamkan banyak situs arkeologi dan kota di hulu sungai.