Dalam gelombang transformasi digital, tata kelola lokal bergerak cepat menuju kecerdasan. Baru-baru ini, China Mobile Chongqing (selanjutnya disebut “Chongqing Mobile”) bekerja sama dengan desa Weituo, distrik Hechuan, untuk memperkenalkan drone dengan teknologi inspeksi berbasis AI. Berfokus pada tiga skenario utama —”pengelolaan sampah terbuka, patroli kebakaran hutan, dan penertiban penggunaan lahan ilegal”— inisiatif ini memanfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan tata kelola tradisional, menyuntikkan energi baru ke dalam manajemen cerdas lokal.
Inovasi Teknologi: Mengatasi Tantangan Inspeksi Tradisional
Tata kelola lokal tradisional bergantung pada inspeksi manual, yang tidak efisien dan terbatas oleh medan, cuaca, dan faktor lainnya, meninggalkan banyak titik buta. Misalnya, dalam pengelolaan sampah terbuka, inspeksi manual tidak dapat menjangkau area tersembunyi seperti gang atau daerah pinggiran kota, sehingga sulit mendeteksi secara tepat waktu sampah yang tersebar atau puing-puing konstruksi. Dalam patroli kebakaran hutan, medan pegunungan menyulitkan pekerjaan manual, menunda deteksi api. Demikian pula, penggunaan lahan ilegal, seperti bangunan tanpa izin di lahan pertanian, sering kali tidak terdeteksi karena sifatnya yang tersembunyi.
Sekarang, drone yang dilengkapi kamera definisi tinggi dan algoritma pengenalan AI mengubah lanskap ini. Kelincahan dan bidang pandangnya yang luas memungkinkan mereka menjangkau area yang tidak dapat diakses dengan cepat. Mereka dapat mengidentifikasi sampah secara akurat, mendeteksi sumber panas melalui pencitraan termal, dan memantau penggunaan lahan pertanian ilegal (“non-pertanian” dan “non-produksi beras”) melalui penginderaan jauh multispektral dan perbandingan gambar, mengungkapkan masalah tersembunyi.
Rute Khusus: Ketepatan dalam Tata Kelola Lokal
Untuk menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan manajemen, Chongqing Mobile merancang lebih dari 20 rute inspeksi yang disesuaikan dengan desa Weituo.
Untuk pengelolaan sampah terbuka, dibuat rute seperti “pemindaian spiral berbasis grid” dan “pemrofilan vertikal jalan” untuk mencakup area komersial, pinggiran kota, dan tepi jalan, dengan fokus pada area berisiko tinggi seperti pasar dan jalan pejalan kaki.
Untuk patroli kebakaran hutan, dipetakan “koridor pencitraan termal” sesuai medan, dengan peningkatan ronda pada musim rawan kebakaran, terutama di lembah dan punggung bukit.
Untuk penggunaan lahan ilegal, ditetapkan “rute pemantauan batas pertanian”, menggunakan perbandingan gambar multitemporal untuk mendeteksi aktivitas tidak sah seperti bangunan atau penambangan di lahan lindung.
Hingga saat ini, drone telah menyelesaikan lebih dari 1.000 patroli, mengidentifikasi dan memfasilitasi penyelesaian lebih dari 320 titik risiko.
Koordinasi Efisien: Membangun Siklus Tata Kelola Cerdas
Dengan data inspeksi yang akurat, proses manajemen beroperasi dengan lebih efisien. Integrasi teknologi drone dan AI dalam tata kelola lokal telah menciptakan sistem manajemen cerdas siklus tertutup.
Ketika anomali terdeteksi, drone menggunakan 5G untuk mentransmisikan gambar dan data secara real-time ke pusat komando Weituo. Platform tata kelola cerdas “141” menugaskan tugas ke departemen terkait melalui alur kerja otomatis, memastikan penyelesaian dan umpan balik yang cepat.
Sistem ini telah mengurangi waktu pembersihan sampah dari 2 hari menjadi 4 jam, memperpendek respons kebakaran dari 1 jam menjadi 15 menit, dan meningkatkan efisiensi deteksi penggunaan lahan ilegal hingga delapan kali lipat, mengubah tata kelola dari “reaktif” menjadi “proaktif”.
Saat ini, inspeksi drone mendukung banyak tugas kritis, seperti pengawasan keamanan, kebersihan lingkungan, regulasi konstruksi, perlindungan lahan pertanian, dan pencegahan kebakaran, berkembang dari model “fragmented” menjadi “terintegrasi”.
Ke depannya, Chongqing Mobile akan memperluas aplikasi teknologi ini, seperti pemantauan pertanian dan respons bencana, untuk menciptakan desa yang efisien dan ekologis, serta berbagi model yang dapat direplikasi dengan daerah lain.