Harga kontrak berjangka Desember untuk varietas ini naik 3,3% menjadi US$3,47 per pon (US$7,63 per kilogram) dalam perdagangan di New York pada 19 Agustus. Harga telah naik selama lima hari berturut-turut dan telah meningkat 12,62% sejak 13 Agustus.

Lonjakan harga terjadi di tengah gangguan pasokan dari Brasil. Kekhawatiran pasar juga terus berlanjut bahwa panen kopi tahun depan bisa terdampak oleh kondisi cuaca buruk selama periode pembungaan.

Perkiraan menunjukkan bahwa total panen kopi Arabika dan Robusta di Brasil untuk musim ini akan mencapai 63,9 juta karung dengan berat masing-masing 60 kilogram. Angka ini 2,1% lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Biaya kopi juga dipengaruhi oleh tarif 50% yang dikenakan Amerika Serikat pada ekspor dari Brasil. AS adalah konsumen utama produk ini. Sekitar sepertiga dari kopi yang belum disangrai di Amerika biasanya berasal dari Brasil.

Lebih dari setengah produksi kopi dunia berasal dari Brasil (40%) dan Vietnam (20%). Oleh karena itu, jika panen terganggu di kedua wilayah ini, dampaknya akan terasa bagi seluruh pasar. Pada 2024, Vietnam mengalami kekeringan dan topan. Perkebunan Brasil juga terutama terdampak oleh periode kering. Rata-rata, kenaikan harga bagi pembeli kopi pada 2024 mencapai 15–20%.

Sebelumnya, para ilmuwan menentukan bahwa pohon Arabika berasal dari Afrika 350.000–600.000 tahun yang lalu. Persilangan yang melahirkan varietas ini terjadi jauh sebelum dimulainya budidaya kopi dan bahkan sebelum munculnya spesies Homo sapiens.