Peringatan hujan lebat, badai petir, dan banjir lembah di wilayah barat.
Pusat Nasional memperbarui peringatannya bahwa sejumlah wilayah di Libya barat akan mengalami kondisi cuaca tidak stabil. Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi dalam periode mendatang, yang terkadang dapat disertai dengan sel badai petir yang kuat.
Pusat tersebut menjelaskan bahwa dampaknya terutama akan mencakup wilayah selatan Pegunungan Nafusa, selain itu juga wilayah Ghadames, Al-Hamada, dan Al-Jufra, di mana awan diperkirakan akan bertambah banyak secara signifikan dengan aktivitas badai petir yang dapat meningkatkan intensitas hujan.
Wilayah terdampak meliputi selatan Pegunungan Nafusa, Ghadames, Al-Hamada, dan Al-Jufra
Disebutkan bahwa kondisi cuaca ini dapat menyebabkan genangan air di daerah dataran rendah, terutama di dalam kota, yang dapat mengganggu lalu lintas dan menyulitkan pergerakan. Selain itu, ada kemungkinan beberapa lembah lokal mengalir akibat hujan lebat, yang membahayakan penduduk yang tinggal di dekat saluran banjir.
Banjir bandang di beberapa lembah lokal akibat curah hujan tinggi
Pusat tersebut mendesak warga untuk mengambil langkah pencegahan yang diperlukan, menekankan pentingnya kehati-hatian saat mengemudi karena potensi jarak pandang berkurang dan jalan menjadi licin akibat hujan. Mereka juga memperingatkan tentang perlunya menjauhi lembah dan tidak mengambil risiko menyeberanginya selama periode aliran air.
BMKG: Pentingnya menjauhi lembah dan tidak memaksakan penyeberangan
Ditegaskan bahwa peringatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk meningkatkan kesadaran akan potensi risiko cuaca dan mengurangi dampaknya terhadap warga dan properti.
Pegunungan Nafusa
Pegunungan Nafusa adalah rangkaian pegunungan terjal di barat laut Libya, secara historis berfungsi sebagai tanah air tradisional bagi masyarakat adat Amazigh (Berber). Selama berabad-abad, desa-desa berbenteng di puncak bukitnya, yang dikenal sebagai *ghurfas*, memberikan pertahanan dan melestarikan identitas budaya serta bahasa yang khas. Pegunungan ini juga memainkan peran strategis selama Perang Saudara Libya 2011 sebagai benteng utama pemberontak.
Ghadames
Ghadames adalah kota oasis kuno di Libya barat, sering disebut “Mutiara Gurun”. Sejarahnya berasal dari lebih dari dua milenium, dengan arsitektur khas bata lumpur bertingkat dan lorong-lorong tertutup yang dirancang untuk memberikan perlindungan dari iklim gurun yang keras. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, kota tua ini merupakan contoh permukiman tradisional pra-Sahara dan merupakan pusat kafilah yang penting untuk perdagangan trans-Sahara.
Al-Hamada
“Al-Hamada” (juga dikenal sebagai Hamada al-Hamra) adalah dataran tinggi gurun berbatu yang luas di Libya barat, terkenal dengan lanskapnya yang berwarna merah khas. Secara historis, ia berfungsi sebagai penghalang alami yang tangguh dan rute yang menantang bagi kafilah trans-Sahara kuno. Wilayah ini juga penting bagi pemburu meteorit, karena kondisi keringnya telah mengawetkan banyak temuan meteorit di permukaannya.
Al-Jufra
Al-Jufra adalah sebuah distrik di Libya tengah, secara historis signifikan sebagai oasis utama dan rute perdagangan di wilayah Fezzan. Wilayah ini paling dikenal karena mengandung kota modern Hun dan lumbung gandum berbenteng kuno Qasr al-Hajj, yang berasal dari abad ke-12 dan berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan komunal untuk suku-suku lokal. Dalam sejarah baru-baru ini, daerah ini mendapatkan pentingnya militer strategis selama Perang Saudara Libya 2011 dan konflik-konflik berikutnya.