Tripoli – Presiden Dewan Kepresidenan menerima sejumlah kabel ucapan selamat dari para kepala negara dan pemimpin dunia dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Libya ke-74 dan tahun baru Masehi.

Kabel-kabel tersebut menyampaikan harapan bagi rakyat Libya pada momen nasional abadi dan tahun baru ini, sambil memuji hubungan historis yang mendalam serta ikatan persahabatan dan kerja sama yang menyatukan negara mereka dengan Negara Libya.

Kabel ucapan selamat diterima dari:

– Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

– Presiden Republik Malta Miriam Spiteri Debono.

– Presiden Republik Italia Sergio Mattarella.

– Presiden Republik Korea Lee Jae-myung.

– Presiden Republik Azerbaijan Ilham Aliyev.

– Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

– Presiden Republik Polandia Karol Nawrocki.

– Presiden Republik Portugal Marcelo Rebelo de Sousa.

– Presiden Federal Republik Austria Alexander Van der Bellen.

– Presiden Republik Serbia Aleksandar Vučić.

Yang Mulia Presiden Republik Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake.

– Presiden Republik Niger Jenderal Abdourahamane Tchiani.

– Presiden Republik Montenegro Jakov Milatović.

– Gubernur Jenderal Kanada Mary Simon.

– Gubernur Jenderal Persemakmuran Australia Sam Mostyn.

348113

Tripoli

Tripoli adalah ibu kota dan kota terbesar Libya, terletak di pesisir Laut Mediterania negara itu. Secara historis, kota ini didirikan oleh bangsa Fenisia pada abad ke-7 SM dan kemudian menjadi kota Romawi penting yang dikenal sebagai Oea. Benteng Merah (Assaraya al-Hamra) yang ikonik dan medina tua yang berdinding mencerminkan berabad-abad pengaruh dari kekuasaan Berber, Arab, Ottoman, dan Italia.

Libya

Libya, yang terletak di Afrika Utara, memiliki sejarah budaya yang kaya yang terhubung erat dengan peradaban Mediterania kuno, terutama kekaisaran Fenisia, Yunani, dan Romawi, yang reruntuhannya dapat ditemukan di situs-situs seperti Leptis Magna dan Sabratha. Di era modern, Libya meraih kemerdekaan pada 1951 dan diperintah oleh Muammar Gaddafi dari 1969 hingga revolusi 2011. Saat ini, warisan sejarahnya yang signifikan berdampingan dengan ketidakstabilan politik yang berlanjut.