Jaksa Perintahkan Tahan Ekspatriat Sudan Terlibat Geng Kriminal Penyedia Imigrasi Ilegal dari Pantai Al-Quwaya.
Tripoli – Kejaksaan telah memerintahkan penahanan seorang warga negara Sudan, anggota geng kriminal yang berspesialisasi dalam operasi imigrasi ilegal dari pesisir Al-Quway’ah, dan mengarahkan penangkapan anggota geng yang masih tersisa.
Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa mereka menerima informasi tentang sebuah lokasi pembuatan perahu yang digunakan untuk mengangkut migran dari pesisir daerah Al-Quway’ah ke Mediterania utara. Akibatnya, Kejaksaan mengawasi penggeledahan yang memungkinkan Departemen Tugas Khusus menyita perahu-perahu yang sedang dalam pembuatan dan menangkap seorang warga negara Sudan yang terlibat dalam pengorganisasian operasi imigrasi ilegal.
Pernyataan itu menegaskan bahwa penyidik memerintahkan penahanan tersangka menunggu persidangan dan mengarahkan polisi peradilan untuk menangkap anggota-anggota geng kriminal yang masih tersisa.
Tripoli
Tripoli adalah ibu kota dan kota terbesar Libya, terletak di pesisir Mediterania negara itu. Secara historis, kota ini didirikan oleh bangsa Fenisia pada abad ke-7 SM dan sejak itu diperintah oleh Romawi, Arab, Ottoman, dan Italia, meninggalkan warisan arsitektur yang kaya di medina kuno. Saat ini, Tripoli berfungsi sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya utama Libya.
Al-Quway’ah
Al-Quway’ah adalah sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi Riyadh, Arab Saudi, berada di wilayah bersejarah Najd. Meski bukan situs wisata utama, kota ini merupakan bagian dari lanskap budaya Najdi tradisional dan sejarahnya terkait erat dengan pola suku dan permukiman yang lebih luas di Arab tengah.
Laut Tengah (Mediterania)
Laut Tengah (Mediterania) bukanlah sebuah situs tunggal melainkan wilayah luas yang berpusat pada laut dengan nama yang sama, secara historis dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban Barat. Wilayah ini merupakan pusat bagi kerajaan-kerajaan kuno seperti Mesir, Yunani, Fenisia, dan Romawi, yang perdagangan, gagasan, dan konfliknya membentuk warisan budaya bersama. Saat ini, pesisirnya mencakup lebih dari 20 negara yang beragam, disatukan oleh iklim, kuliner, dan sejarah pertukaran maritim yang sama.