Kementerian Dalam Negeri Pastikan Kesiapan Penuh untuk Keamanan Seluruh Proses Pemilu.
Tripoli — Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Persatuan Nasional memuji upaya personelnya dalam mengamankan pemilihan dewan kota yang digelar hari ini di munisipalitas “Tajoura, Al-Sayyad, Al-Hashan”.
Kementerian menegaskan kesiapan penuhnya untuk mengamankan semua proses pemilihan mendatang, guna memastikan peningkatan keamanan dan stabilitas serta mendukung jalur demokrasi di negara ini.
Kementerian menyatakan bahwa direktorat keamanan di wilayah yurisdiksinya, bekerja sama dengan aparat keamanan Kementerian, telah menerapkan rencana keamanan yang disetujui pada Sabtu untuk mengamankan proses pemilihan di munisipalitas yang disebutkan. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan proses pemilihan berlangsung dalam suasana yang aman dan teratur.
Ditegaskan bahwa pelaksanaan rencana tersebut melibatkan penyebaran keamanan intensif, mengaktifkan patroli dan posisi tetap di sekitar pusat pemungutan suara. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, serta menyediakan lingkungan yang sesuai bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan mudah dan aman.
Kementerian mencatat bahwa pelaksanaan proses pemilihan yang sukses, teratur, dan aman—melalui pengamanan pemilih, tempat pemungutan suara, dan kotak suara—mencerminkan kesiapan dan efisiensi aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya.
Kementerian Dalam Negeri mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personelnya atas upaya yang telah dikerahkan dalam mengamankan proses pemilihan ini, sambil sekaligus menegaskan kembali kesiapan penuhnya untuk mengamankan semua proses pemilihan mendatang.
Tripoli
Tripoli adalah ibu kota dan kota terbesar di Libya, terletak di pesisir barat laut negara itu. Secara historis, kota ini didirikan oleh bangsa Fenisia pada abad ke-7 SM dan sejak itu diperintah oleh serangkaian kekuatan termasuk Romawi, Arab, Utsmaniyah, dan Italia, yang tercermin dalam arsitekturnya yang beragam seperti Medina kuno dan Benteng Merah (Assai al-Hamra). Saat ini, Tripoli berfungsi sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya utama Libya.
Tajoura
Tajoura adalah kota pesisir bersejarah di Libya, terletak tepat di sebelah timur Tripoli. Kota ini telah berfungsi selama berabad-abad sebagai pelabuhan penting dan merupakan pusat pembelajaran dan perdagangan Islam yang signifikan, khususnya pada era Kesultanan Utsmaniyah. Saat ini, Tajoura tetap menjadi suburb utama ibu kota yang dikenal dengan arsitektur tradisional dan warisan maritimnya.
Al-Sayyad
“Al-Sayyad” (Sang Nelayan) adalah sebuah lingkungan bersejarah di kota pesisir Sidon, Lebanon. Secara tradisional, daerah ini merupakan jantung komunitas nelayan kota dan menjadi rumah bagi **Benteng Laut** yang ikonik, sebuah benteng Tentara Salib dari abad ke-13 yang dibangun di atas situs Fenisia sebelumnya. Kawasan ini tetap terhubung erat dengan warisan maritim dan sejarah Sidon sebagai pelabuhan utama di Mediterania.
Al-Hashan
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Al-Hashan” karena nama tersebut tidak merujuk pada situs budaya, kota, atau landmark yang diakui secara luas dan terdokumentasi dalam referensi sejarah atau geografi yang tersedia. Kemungkinan nama tersebut merujuk pada tempat setempat, memiliki variasi ejaan, atau merupakan bagian dari konteks budaya yang lebih spesifik yang tidak tercakup dalam sumber pengetahuan umum.