Bagian 1[]
Bagian 2[]
※Air sungai mungkin mengandung bakteri dan bahan kimia berbahaya. Tolong jangan coba-coba meniru ini.
Suatu hari di bulan Agustus. Setelah jeda tiga tahun, Hamarepo kembali hadir. “Kita bisa update rutin, tapi ada fitur spesial yang mau dilakukan dulu nggak?”
“Aku suka banget artikel Hamarepo, jadi pengen bikin ini sebagai fitur spesial,” kata seorang asli Yokohama sejati.
Ide itu disetujui, dan diputuskan untuk melanjutkan dengan mencicipi air sungai sebagai Bagian 3, meski pimpinan dari Prefektur Chiba masih belum tahu.
“Seberapa kacaunya sih sungai-sungai di Yokohama ini…?”
Dan orang yang mengusulkan “Ayo kita minum air sungai” padahal tahu kondisi sungai Yokohama, lebih kacau lagi dari sungainya sendiri.
Setelah melihat air sungai Yokohama di Google Maps dan langsung ciut, sang pimpinan diseret keluar dengan teriakan “Harus dilakukan! Kita lakukan!” untuk mengumpulkan sampel air.
Seperti dulu, air dikumpulkan dari empat sungai.
“Sungai Sakagawa”, “Sungai Ooka”, “Sungai Katabira”, “Sungai Tsurumi”

Sungai Sakagawa. Secara penampilan dan bau begitu bersih, sampai senyum muncul dengan sendirinya

Sang pimpinan juga tersenyum
Sekilas, mereka terlihat seperti sedang main di sungai, tapi orang yang lewat pasti nggak bakal nyangka kalau mereka ‘minum air sungai’.
Mereka juga minta maaf ke supir taksi yang mengantar ke Sungai Sakagawa, karena ngobrol hal nggak jelas di belakang seperti “Kita harus lakukan sungainya!” dan “Pasti enak soalnya di hulu ya?”.
Bisa jadi supirnya ketakutan mikir “Aku nganterin orang aneh nih.”
Mereka lanjut mengumpulkan air dari sungai lain dengan semangat yang sama.


Tidak berbau… mungkin?

Sungai Katabira. Di belakang mereka adalah jembatan tempat tim redaksi sebelumnya mengumpulkan air sungai.

Juga tidak berbau.
Mereka merasa terdorong untuk memberi komentar karena meski penampilannya begitu, baunya tidak ada.

Sungai Tsurumi. Air yang luar biasa kotor, berwarna hijau kecokelatan

Bau! Kehadiran khasnya yang kuat tetap utuh
Terima kasih Sungai Tsurumi, kamu menyelamatkan kami dari kecemasan karena rangkaian sungai tidak berbau!

Sungai-sungai yang terkumpul berjejer. Hanya Sungai Tsurumi yang keruh
Meski sudah September, hari itu masih terasa seperti musim panas.
Mereka selesai dengan selamat