Sudah 10 tahun sejak KTT Ise-Shima pada tanggal 26 Mei. Gubernur Prefektur Mie merenungkan dampak KTT tersebut terhadap pariwisata dalam konferensi pers pada tanggal 26.

KTT Ise-Shima diadakan selama dua hari mulai 26 Mei 2016, di Pulau Kashiko, Kota Shima. KTT ini menarik perhatian internasional dan domestik ke kawasan Ise-Shima dan menghasilkan dampak ekonomi langsung sekitar 107 miliar yen, serta berbagai manfaat signifikan lainnya.

Pulau Kashiko

Pulau Kashiko, yang terletak di Prefektur Mie, Jepang, adalah sebuah pulau kecil dan sakral di Teluk Ise yang merupakan bagian dari kawasan pesisir Futami-ga-ura. Secara historis, pulau ini telah menjadi tempat ibadah Shinto, terkenal dengan “Meoto Iwa” (Batu Pernikahan), yang diikat bersama dengan tali shimenawa dan melambangkan penyatuan dewa Izanagi dan Izanami. Pulau dan bebatuan di sekitarnya telah dihormati selama berabad-abad sebagai tempat yang memiliki makna spiritual dan keindahan alam, menarik pengunjung untuk tujuan keagamaan dan pemandangan.

Ise-Shima

Ise-Shima adalah sebuah kawasan di Prefektur Mie, Jepang, yang terkenal akan makna budaya dan spiritualnya yang mendalam. Kawasan ini merupakan rumah bagi Kuil Agung Ise, salah satu situs paling suci dalam agama Shinto, yang telah dibangun kembali setiap 20 tahun selama lebih dari seribu tahun sebagai bagian dari ritual pemurnian kuno. Daerah ini juga memiliki sejarah yang kaya akan ama (penyelam mutiara perempuan) dan penangkapan ikan tradisional, memadukan keindahan alam dengan tradisi berusia berabad-abad.

Pulau Kashiko

Pulau Kashiko, yang terletak di lepas pantai Jepang di Prefektur Mie, adalah sebuah pulau kecil dan sakral yang secara tradisional dikaitkan dengan dewi pernikahan Shinto, Izanami-no-Mikoto. Secara historis, pulau ini diyakini sebagai situs pemakaman sang dewi, dan selama berabad-abad, pulau ini telah menjadi tujuan ziarah yang dihormati, dengan sebuah kuil yang membatasi pengunjung hanya untuk laki-laki selama ritual tertentu. Saat ini, pulau ini tetap menjadi situs spiritual yang tenang, dapat diakses dengan feri dan dikenal karena keindahan alam serta signifikansi budayanya.

Futami-ga-ura

Futami-ga-ura adalah kawasan pesisir yang indah di Prefektur Mie, Jepang, yang dikenal dengan ikon “Meoto Iwa” (Batu Pernikahan), sepasang batu sakral yang dihubungkan oleh tali shimenawa. Menurut tradisi Shinto, batu-batu ini melambangkan penyatuan dewa pencipta Izanagi dan Izanami, dan situs ini telah menjadi tempat ibadah selama berabad-abad. Kawasan ini juga memiliki Kuil Futami Okitama di dekatnya, yang menghormati batu-batu tersebut dan menarik pengunjung yang mencari berkah untuk pernikahan dan keberuntungan.

Meoto Iwa

Meoto Iwa, atau “Batu Pernikahan,” adalah situs kuil Shinto terkenal yang terletak di lepas pantai Futami, Jepang. Kedua batu tersebut, dihubungkan oleh tali shimenawa sakral, melambangkan penyatuan dewa pencipta Izanagi dan Izanami dalam mitologi Jepang. Secara tradisional, tali tersebut diganti beberapa kali dalam setahun dalam sebuah ritual seremonial, melambangkan ikatan pernikahan dan keharmonisan yang abadi.

Pulau Kashiko

Pulau Kashiko, yang terletak di Prefektur Mie, Jepang, adalah sebuah pulau kecil dan sakral di Teluk Ise yang merupakan bagian dari garis pantai Futami-ga-ura. Pulau ini memiliki signifikansi historis dan budaya sebagai lokasi Meoto Iwa (Batu Pernikahan), sepasang formasi batuan yang diikat dengan tali shimenawa, melambangkan penyatuan dewa Shinto Izanagi dan Izanami. Pulau dan bebatuan ini telah dihormati selama berabad-abad sebagai tempat ibadah dan simbol keharmonisan pernikahan dalam cerita rakyat Jepang.

Ise-Shima

Ise-Shima adalah sebuah kawasan di Prefektur Mie, Jepang, yang dikenal karena keindahan alam dan signifikansi budayanya. Kawasan ini merupakan rumah bagi Kuil Agung Ise (Ise Jingu), salah satu situs paling suci dalam agama Shinto, yang telah dibangun kembali setiap 20 tahun selama lebih dari 1.300 tahun sebagai bagian dari tradisi pemurnian dan pembaruan. Daerah ini juga terkenal dengan Ama tradisionalnya (penyelam mutiara perempuan) dan budidaya mutiara budaya, yang dipelopori oleh Kokichi Mikimoto pada akhir abad ke-19.

Futami-ga-ura

Futami-ga-ura adalah kawasan pesisir yang indah di Prefektur Mie, Jepang, terkenal dengan “Meoto Iwa” (Batu Pernikahan), dua batu sakral di laut yang dihubungkan oleh tali shimenawa yang berat. Menurut kepercayaan Shinto, batu-batu ini melambangkan penyatuan dewa pencipta Izanagi dan Izanami, dan dianggap sebagai simbol pernikahan. Situs ini telah menjadi tempat ibadah sejak zaman kuno, dengan Kuil Futami Okitama di dekatnya yang mengawasi batu-batu tersebut dan menyelenggarakan festival yang menghormati pasangan dewa.

Meoto Iwa

Meoto Iwa, atau “Batu Pernikahan,” adalah sepasang batu sakral di lepas pantai Futami, Jepang, diikat bersama oleh tali shimenawa untuk melambangkan pernikahan dan penyatuan dewa Shinto Izanagi dan Izanami. Menurut legenda, dewa-dewa ini menciptakan pulau-pulau Jepang, dan batu-batu tersebut mewakili ikatan suci mereka. Situs ini telah menjadi tujuan ziarah populer selama berabad-abad, dengan pengunjung sering berdoa untuk keharmonisan pernikahan dan keberuntungan.