Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika dengan barang bukti 15,7 kilogram sabu-sabu di area pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan empat tersangka berinisial RN, VR, TS, dan EC. Keempatnya diketahui berdomisili di Tangerang dengan latar belakang pekerjaan wiraswasta.

Direktur Ditresnarkoba menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyelundupan narkoba dari Pulau Sumatra ke Pulau Jawa menggunakan kendaraan ambulans.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim operasi dari Subdit 1 melakukan pemantauan terhadap sebuah kendaraan ambulans empat roda yang dicurigai akan menyeberang ke Pulau Jawa.

“Saat pemeriksaan di area pelabuhan penyeberangan Bakauheni, petugas menemukan ambulans Daihatsu Luxio bernopol B-1737-CIS melintas. Di dalam kendaraan, tidak ditemukan pasien, melainkan empat pria dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Kecurigaan petugas semakin kuat setelah keempat orang tersebut menunjukkan tanda-tanda gugup saat pemeriksaan awal.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di kabin kendaraan dan menemukan satu tas berisi 15 bungkusan yang diduga sabu-sabu.

“Barang bukti ditemukan disembunyikan di bawah jok belakang ambulans. Dari hasil penimbangan, total berat sabu yang diamankan mencapai 15.739 gram,” katanya.

Selain sabu, petugas juga menyita empat unit ponsel Android dan satu unit kendaraan ambulans Daihatsu Luxio yang digunakan untuk mengangkut narkoba tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka VR diduga bertindak sebagai pengemudi ambulans yang ditugaskan untuk menjemput seorang pasien.

Sementara RN, TS, dan EC diduga membawa 15 bungkusan sabu-sabu dari daerah perbatasan Riau-Jambi menuju Tangerang.

“Dari keterangan awal, tersangka disebut menerima uang jalan sebesar Rp300 ribu. Selain itu, ketiga tersangka lainnya juga dijanjikan upah antara Rp10 juta hingga Rp15 juta,” ujarnya.

Nilai ekonomi perkiraan barang bukti yang disita sekitar Rp22,5 miliar. Dari jumlah itu, pihak berwenang memperkirakan sekitar 60 ribu orang dapat diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika.

Untuk perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika jo. ketentuan terkait dalam KUHP dan penyesuaian ancaman pidana.

Mereka juga dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika beserta pasal-pasal terkait lainnya.

“Para tersangka terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun. Saat ini, keempat tersangka telah diamankan di Markas Polda Lampung untuk menjalani penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Pelabuhan Bakauheni

Pelabuhan Bakauheni adalah pelabuhan penyeberangan utama di ujung selatan Sumatra, Indonesia, yang berfungsi sebagai gerbang penting untuk penyeberangan laut yang ramai ke Jawa via Selat Sunda. Secara historis, pelabuhan ini lama menjadi penghubung transportasi dan perdagangan vital, dengan infrastruktur modernnya dikembangkan untuk menangani arus besar orang dan barang antara dua pulau terpadat di Indonesia. Kini, pelabuhan ini tetap menjadi salah satu terminal penumpang ferry tersibuk di negara ini.

Pulau Sumatra

Sumatra adalah pulau terbesar keenam di dunia, terletak di Indonesia bagian barat dan dikenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, termasuk hutan hujan tropis yang menjadi rumah bagi satwa unik seperti orangutan, harimau, dan badak. Secara historis, pulau ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim dan komersial dominan yang berkembang dari abad ke-7 hingga ke-13, mengendalikan rute perdagangan di Selat Malaka. Budaya pulau ini adalah mosaik kaya kelompok etnis, terutama Batak, Minangkabau, dan Aceh, masing-masing dengan tradisi, arsitektur, dan struktur sosial yang khas.

Pulau Jawa

Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia dan jantung sejarah, politik, serta ekonomi bangsa. Pulau ini terkenal dengan warisan budayanya yang mendalam, termasuk candi Buddha megah Borobudur dari abad ke-9 dan kompleks candi Hindu Prambanan. Sejarah pulau ini ditandai oleh kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha yang kuat, penyebaran Islam, dan berabad-abad sebagai pusat administrasi kolonial Belanda sebelum menjadi wilayah ibu kota Indonesia modern.

Tangerang

Tangerang adalah sebuah kota di provinsi Banten, Indonesia, terletak di pinggiran barat Jakarta. Secara historis, kota ini merupakan permukiman penting bagi imigran Tionghoa pada abad ke-17, sehingga mendapat julukan “Benteng”, dan menjadi pusat perdagangan serta industri. Kini, Tangerang adalah pusat industri dan manufaktur utama di wilayah metropolitan Jakarta.

Daerah Perbatasan Riau-Jambi

Daerah perbatasan Riau-Jambi di Sumatra tengah secara historis signifikan sebagai jantung **Kerajaan Melayu Sriwijaya** (abad ke-7 hingga ke-13), sebuah kekaisaran maritim Buddha besar yang mengendalikan perdagangan regional. Saat ini, kawasan ini dicirikan oleh hutan lebat, lahan gambut, dan sungai, dengan warisan arkeologinya, termasuk potensi situs candi yang belum ditemukan, masih dipelajari oleh para sejarawan.

Markas Besar Polda Lampung

Markas Besar Polda Lampung adalah komando utama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Provinsi Lampung, Sumatra. Markas ini dibentuk sebagai bagian dari struktur kepolisian nasional untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut setelah kemerdekaan Indonesia. Markas besar ini mengawasi penegakan hukum di seluruh kota dan kabupaten di provinsi ini dari basisnya di ibu kota, Bandar Lampung.

Area Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni

Area pelabuhan penyeberangan Bakauheni adalah gerbang ferry utama yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Jawa di Indonesia, terletak di ujung selatan provinsi Lampung. Secara historis, kawasan ini telah menjadi titik transit maritim vital sejak era kolonial, memfasilitasi arus penting orang dan barang melintasi Selat Sunda. Kini, kawasan ini tetap menjadi hub ramai dan strategis dalam jaringan transportasi nasional Indonesia.

Kabupaten Lampung Selatan

Kabupaten Lampung Selatan adalah wilayah administratif di ujung selatan Sumatra, Indonesia, yang secara historis signifikan sebagai bagian dari kekaisaran maritim Sriwijaya. Kini, kabupaten ini dikenal dengan lanskap pesisirnya, pertanian, dan gunung berapi Krakatau yang ikonis terletak di lepas pantai, yang letusan katastrofiknya pada 1883 membentuk sejarah global. Kabupaten ini juga memiliki situs budaya seperti kompleks megalitik Batu Bedil kuno.