Wali Kota Medan Rico Waas melantik 76 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Pelantikan digelar di Ruang Rapat III Balai Kota Medan.

Pelantikan tersebut mencakup tiga pejabat eselon II: Benny Sinomba Siregar, dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan). Benny Sinomba Siregar merupakan paman dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Kemudian, Khairul Azmi dilantik sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi, dan Irsan Idris Nasution dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan.

Di antara ketiga jabatan eselon II ini, hanya Benny Sinomba Siregar yang dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Dua posisi lainnya diisi melalui mekanisme manajemen talenta.

Selain itu, 32 pejabat eselon III dan 41 pejabat fungsional juga turut dilantik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menekankan bahwa jabatan bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Yang terpenting bukanlah jabatannya, tetapi bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik. Setiap keputusan dan langkah kerja harus berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera menunjukkan kinerja nyata. Rico bahkan menetapkan tenggat waktu enam bulan untuk melihat perubahan yang signifikan.

“Jika tidak ada perubahan dalam waktu enam bulan, tentu kami akan melakukan evaluasi,” katanya.

Secara khusus, ia meminta Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip untuk bergerak cepat menghadirkan inovasi dan perbaikan di sektor masing-masing.

Tidak hanya itu, peringatan serupa juga ditujukan kepada pejabat di tingkat menengah, seperti kepala bidang dan sekretaris perangkat daerah, untuk serius menangani berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Medan.

Rico menegaskan bahwa peluang karier terbuka bagi siapa pun yang menunjukkan kinerja, namun sebaliknya, jabatan juga bisa dicopot jika gagal memenuhi harapan.

“Di tingkat mana pun, tunjukkan progres kerja. Jangan menyalahgunakan wewenang, dan pastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar untuk kepentingan masyarakat Kota Medan,” pungkasnya.

Berikut adalah daftar lengkap nama 76 pejabat manajerial dan fungsional yang dilantik:

  1. BENNY SINOMBA SIREGAR, S.E., M.A.P. — Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan
  2. KHAIRUL AZMI, S.S.T.P., M.T. — Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Medan
  3. IRSAN IDRIS NASUTION, A.P. — Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan
  4. ASMUL RASYID MARPAUNG, S.S.T.P., M.A.P. — Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan
  5. HABIBI ADHAWIYAH, S.H., M.Hum. — Asisten Inspektur II Inspektorat Kota Medan
  6. RIZKI ABDULLAH NASUTION, S.S.T.P., M.S.P. — Asisten Inspektur Khusus Inspektorat Kota Medan
  7. DESY CHALIZAH PERMATANINGTYAS HARAHAP, S.S.T.P., M.S.P. — Sekretaris Inspektorat Kota Medan
  8. SURIONO, S.SiT., M.T. — Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan
  9. WILLY IRAWAN, S.T., M.Ec.Dev. — Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan
  10. INRIANITA TONGGO TANGAP JUNITA, S.S.T.P., M.Si. — Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Medan
  11. GEMA HALELU ISA, S.T., M.T. — Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Medan

Balai Kota Medan

Balai Kota Medan adalah bangunan bersejarah yang menonjol, dibangun pada era kolonial Belanda dan selesai pada tahun 1908. Awalnya berfungsi sebagai kantor pusat Perusahaan Perkebunan Deli sebelum menjadi pusat administrasi kota. Bangunan ini merupakan contoh arsitektur kolonial yang terkenal dan tetap menjadi landmark utama di Medan, Indonesia.

Dinas Perpustakaan dan Arsip

Dinas Perpustakaan dan Arsip adalah perpustakaan dan arsip nasional Libya, yang berlokasi di Tripoli. Lembaga ini didirikan pada tahun 1970-an untuk mengumpulkan, melestarikan, dan menyediakan akses terhadap warisan dokumenter bangsa, termasuk naskah bersejarah, catatan pemerintah, dan publikasi. Sejarahnya terkait dengan pembentukan negara modern Libya, meskipun koleksi dan operasinya menghadapi tantangan signifikan akibat periode konflik dan ketidakstabilan di negara tersebut.

Dinas Pendidikan

Istilah “Dinas Pendidikan” bukan merujuk pada situs budaya tertentu, tetapi biasanya merujuk pada badan pemerintah atau administrasi yang bertanggung jawab mengawasi kebijakan, standar, dan pendanaan pendidikan publik di suatu wilayah atau negara. Secara historis, badan-badan semacam itu muncul pada abad ke-19 dan ke-20 ketika negara-negara mensistematisasikan sekolah umum massal untuk mempromosikan literasi, nilai-nilai kewarganegaraan, dan pembangunan ekonomi. Peran mereka terus berkembang dalam membentuk kurikulum, sertifikasi guru, dan kesetaraan pendidikan.

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi

“Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi” bukanlah situs sejarah atau budaya tertentu yang dikenal luas. Nama ini tampaknya merupakan nama umum untuk jenis badan pemerintah atau administrasi yang bertanggung jawab atas infrastruktur publik. Oleh karena itu, badan ini tidak memiliki sejarah atau signifikansi budaya tunggal untuk diringkas.

Dinas Perhubungan

Istilah “Dinas Perhubungan” bukanlah situs budaya atau tempat bersejarah tertentu, melainkan istilah umum untuk badan pemerintah atau perusahaan yang mengelola sistem transportasi (misalnya, jalan raya, kereta api, transportasi umum). Secara historis, badan-badan semacam itu muncul seiring industrialisasi untuk mengoordinasikan jaringan yang terus berkembang, seperti Sistem Jalan Raya Antarnegara Bagian AS yang dimulai pada tahun 1950-an. Warisannya adalah membentuk infrastruktur modern dan pembangunan perkotaan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan adalah lembaga pemerintah daerah yang bertanggung jawab mengelola dan menyelenggarakan urusan pendidikan publik dan kebudayaan di kota terbesar ketiga di Indonesia. Lembaga ini didirikan sebagai bagian dari struktur administrasi kota untuk menerapkan kebijakan nasional, mengembangkan program sekolah lokal, dan melestarikan warisan budaya yang beragam di Medan, sebuah pusat perdagangan bersejarah dengan pengaruh Melayu, Batak, Tionghoa, dan India. Fokus kerjanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan mempromosikan identitas multikultural kota yang unik.

Sekretariat Daerah Kota Medan

Sekretariat Daerah Kota Medan adalah pusat administrasi pemerintah Kota Medan di Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, tempat ini berfungsi sebagai kantor pusat bagi wali kota dan pegawai negeri sipil, mengoordinasikan tata kelola lokal dan layanan publik sejak pembentukan resmi kota dan perkembangannya sepanjang abad ke-20. Gedung ini melambangkan otoritas eksekutif dan pusat birokrasi kota terbesar ketiga di Indonesia.

Inspektorat Kota Medan

Inspektorat Kota Medan adalah badan pengawas internal pemerintah di Medan, Indonesia, yang bertanggung jawab untuk mengaudit dan memantau administrasi kota guna memastikan akuntabilitas dan mencegah korupsi. Sejarahnya terkait dengan kerangka kerja nasional pengawasan internal pemerintah (APIP) yang lebih luas, yang dibentuk untuk memperkuat tata kelola yang baik pasca era reformasi Indonesia pada akhir tahun 1990-an. Lembaga ini beroperasi di bawah Wali Kota Medan untuk menjunjung tinggi standar pelayanan publik dan penggunaan anggaran daerah yang tepat.