Korban Kekerasan di Kepulauan Batu Laporkan Kasus ke Pimpinan Polisi
Kasus dugaan penganiayaan terhadap Mikhaeli Bilham Duha (27) hingga kini belum mendapat kejelasan hukum. Peristiwa itu terjadi pada 23 Desember 2025 di Pasar Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Mikhaeli menjelaskan, insiden berawal dari perkelahian antara anaknya dengan anak pelaku yang diduga berinisial NH. Akibatnya, anak Mikhaeli mengalami luka di kepala.
“Saat itu, saya minta pelaku untuk membawa anak saya ke puskesmas atau klinik untuk diobati. Namun, tidak ada itikad baik. Karena saya terus mendesak, akhirnya anak saya dibawa berobat, tetapi dokter yang dituju tidak ada,” kata Mikhaeli.
Menurut Mikhaeli, situasi kemudian memanas. Pelaku diduga telah menarik tubuhnya dan menendang perutnya sebanyak tiga kali hingga menimbulkan rasa sakit yang hebat.
Sehari setelah kejadian, yakni 24 Desember 2025, Mikhaeli pergi ke Puskesmas Pulau Tello karena berkali-kali muntah darah.
Dari hasil pemeriksaan medis, ia didiagnosis mengalami cedera abdomen pasca-trauma, diduga akibat penganiayaan yang dialaminya.
Setelah menjalani perawatan inap beberapa hari karena tidak bisa berdiri, Mikhaeli melaporkan kejadian tersebut ke Sektor Kepolisian Pulau-Pulau Batu pada 27 Desember 2025.
“Namun, laporan saya tidak langsung diproses dengan alasan situasi Natal dan Tahun Baru karena personel sedang bertugas pengamanan. Surat Tanda Penerimaan Laporan baru terbit pada 3 Januari 2026,” ujarnya.
Surat itu bernomor LP/B/1/I/2026/SPKT/Polsek Pulau-Pulau Batu/Polres Nias Selatan/Polda Sumatera Utara. Dalam proses itu, Mikhaeli juga mengaku diminta menjalani visum (pemeriksaan medis resmi), tetapi tidak dilaksanakan pada hari pelaporan.
Pada 5 Januari 2026, didampingi penyidik dari Sektor Polisi Pulau-Pulau Batu, Mikhaeli menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Swasta Stella Maris di Teluk Dalam. Namun, seorang dokter spesialis penyakit dalam merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit yang lebih lengkap di Gunungsitoli atau Medan karena keterbatasan peralatan.
Beberapa waktu kemudian, Mikhaeli dipanggil kembali ke Pulau Tello untuk mediasi dengan pelaku. Namun, upaya mediasi ini tidak membuahkan hasil.
Selanjutnya, pada 19 Januari 2026, Mikhaeli menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) bernomor B/06/I/RES.1.6/2026/RESKRIM tertanggal 15 Januari 2026, yang ditandatangani Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan sebagai penyidik atas nama Kapolres Nias Selatan.
Surat itu menjelaskan bahwa kasus yang dilaporkan merupakan tindak pidana umum dan bukan tindak pidana khusus, sehingga penanganannya tetap berada di Sektor Polisi Pulau-Pulau Batu.
Lebih lanjut, hasil tinjauan kasus menyatakan bahwa dua alat bukti belum terpenuhi, sehingga belum dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Mikhaeli mengaku telah berulang kali bolak-balik dari Pulau Tello ke Teluk Dalam, bahkan mendatangi Markas Polres Nias Selatan untuk mencari kepastian hukum atas laporannya, tetapi sejauh ini belum membuahkan hasil.
Menyikapi kondisi tersebut, Mikhaeli Bilham Duha secara terbuka meminta perhatian dan keadilan dari Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, dan Kapolres Nias Selatan.
“Saya sungguh-sungguh memohon kepada Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, dan Kapolres Nias Selatan untuk membantu saya mendapatkan keadilan. Sampai saat ini, pelaku masih bebas dan merasa kebal hukum,” katanya.
Pasar Tello
Pasar Tello adalah pasar tradisional besar dan ramai yang terletak di jantung Tello, sebuah distrik di kota Nasiriyah, Irak selatan. Secara historis, pasar ini telah menjadi pusat perdagangan dan kehidupan sosial selama beberapa dekade, melayani komunitas lokal Marsh Arab (Ma’dan) dan mencerminkan budaya dagang wilayah tersebut. Pasar ini dikenal menjual berbagai macam barang, mulai dari produk segar dan ikan hingga tekstil dan kerajinan tangan.
Kecamatan Pulau-Pulau Batu
Kecamatan Pulau-Pulau Batu adalah sebuah kepulauan terpencil dan kabupaten di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, pulau-pulaunya yang terisolasi dihuni oleh komunitas pelaut pribumi dengan ikatan budaya ke Nias, yang dikenal dengan tradisi lompat batu dan tradisi megalitik. Saat ini, wilayah ini diakui karena keanekaragaman hayati lautnya yang masih asli dan merupakan bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional.
Kabupaten Nias Selatan (Nisel)
Kabupaten Nias Selatan, terletak di Pulau Nias, Indonesia, terkenal dengan desa-desa tradisional yang unik dan budaya megalitiknya. Secara historis, wilayah ini merupakan pusat kekuasaan kepala suku yang dikenal dengan monumen batu yang mengesankan, rumah tradisional (*omo hada*), dan ritual lompat batu yang terkenal. Unsur-unsur ini mencerminkan masyarakat pra-Kristen yang menghargai keperkasaan prajurit dan penghormatan kepada leluhur.
Sumatera Utara
Sumatera Utara adalah sebuah provinsi di pulau Sumatra, Indonesia, yang paling terkenal sebagai rumah bagi Danau Toba yang luas dan kaya keanekaragaman hayati—danau vulkanik terbesar di dunia, terbentuk dari letusan super sekitar 74.000 tahun yang lalu. Wilayah ini memiliki sejarah budaya yang kaya sebagai jantung tanah suku Batak, dengan tradisi, arsitektur (terutama *rumah adat* berbentuk perahu), dan musik yang khas. Kota utamanya, Medan, juga memiliki situs-situs bersejarah dari era kolonial, seperti Istana Maimun, yang mencerminkan periode wilayah ini di bawah pemerintahan Belanda dan Kesultanan Deli.
Puskesmas Pulau Tello
Puskesmas Pulau Tello adalah fasilitas kesehatan modern yang melayani penduduk Pulau Tello, bagian dari Kepulauan Batu yang terpencil di Indonesia. Puskesmas ini didirikan untuk mengatasi tantangan akses kesehatan yang signifikan di wilayah terpencil ini, menyediakan layanan medis penting bagi komunitas yang sebelumnya memiliki pilihan yang sangat terbatas.
Sektor Kepolisian Pulau-Pulau Batu
Sektor Kepolisian Pulau-Pulau Batu adalah wilayah yurisdiksi penegak hukum yang mencakup Kepulauan Batu, sebuah kepulauan terpencil di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Pembentukannya terkait dengan kebutuhan tata kelola dan keamanan di wilayah terpencil ini, yang secara historis dikenal dengan akses yang menantang dan komunitas tradisionalnya. Sektor ini memainkan peran penting dalam keamanan maritim, policing komunitas, dan menghubungkan penduduk pulau dengan layanan administratif Indonesia yang lebih luas.
Rumah Sakit Swasta Stella Maris di Teluk Dalam
Rumah Sakit Swasta Stella Maris adalah fasilitas kesehatan modern yang terletak di Teluk Dalam, Pulau Nias, Indonesia. Rumah sakit ini didirikan untuk menyediakan layanan medis yang lebih maju bagi masyarakat lokal dan pengunjung, memenuhi kebutuhan wilayah akan infrastruktur kesehatan yang berkualitas. Meskipun detail pendiriannya terbatas, kehadirannya menandai perkembangan signifikan dalam layanan sosial dan kesehatan di daerah tersebut.
Markas Polres Nias Selatan
Markas Polres Nias Selatan adalah fasilitas administratif dan operasional modern untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Meskipun bangunannya sendiri merupakan struktur kontemporer, ia mewakili kehadiran pemerintah dan penegakan hukum yang berkelanjutan di wilayah yang secara historis dikenal dengan budaya pribumi dan tradisi megalitik yang unik di Pulau Nias.