Material pasir yang digunakan dalam pembangunan 103 unit hunian tetap bagi korban banjir dan longsor di Dusun Tor Nauli, Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, diduga berasal dari aktivitas penambangan pasir tanpa izin.
Kecurigaan ini muncul setelah dilakukan investigasi lapangan pada hari Sabtu. Di beberapa titik, terlihat aktivitas pengambilan pasir menggunakan mesin keruk dan alat penyedot di area yang disebut-sebut berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Sigeaon dan Sungai Aek Siborgung.
Sejumlah truk pengangkut pasir terlihat meninggalkan area tersebut. Kendaraan-kendaraan itu diikuti, dan beberapa ditemukan sedang membongkar muatannya di lokasi pembangunan hunian tetap di Kecamatan Adian Koting, yang saat ini masih dalam pengerjaan.
Sebanyak 103 unit rumah sedang dibangun untuk warga terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025. Pembangunan hunian tetap ini merupakan kerja sama antara pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Pencangkulan pertama dilaksanakan pada 21 Desember 2025.
Keterangan Pekerja
Beberapa pekerja di lokasi proyek yang ditemui menyatakan tidak tahu pasti asal material pasir yang digunakan. Namun, mereka menyebut proyek ini ditangani oleh tiga kontraktor mitra: Tolkit, Mitra Keluarga, dan Hutabarat.
Terkait penyebutan nama Hutabarat, pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan bahwa mitra dimaksud adalah kerabat dekat dari JTP Hutabarat. Mereka juga menyebut adanya hubungan keluarga dengan Bupati Tapanuli Utara. Namun, informasi ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Laporan ke Pihak Berwajib
Sebelumnya, sebuah kelompok peduli lingkungan menyampaikan surat pengaduan masyarakat kepada Kapolres Tapanuli Utara pada 13 Februari 2026. Pengaduan tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas penambangan bahan galian bukan logam dan batuan yang disebut tidak memiliki izin resmi di beberapa titik di wilayah Tapanuli Utara.
Pelapor berharap aparat penegak hukum menyelidiki dan mengklarifikasi aktivitas tambang yang disebutkan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perizinan dan mencegah dampak lingkungan yang mungkin timbul.
Hingga berita ini dibuat, kepolisian, pemerintah daerah, dan kontraktor mitra proyek belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi.
Daerah Aliran Sungai (DAS) Sigeaon
Daerah Aliran Sungai (DAS) Sigeaon adalah lanskap ekologis dan budaya penting yang terletak di provinsi Benguet, Filipina utara. Secara historis, daerah ini menjadi pusat praktik pertanian dan pengelolaan sumber daya air masyarakat adat Ibaloi, yang telah mengolah lereng teraseringnya selama beberapa generasi. Saat ini, wilayah ini tetap menjadi kawasan penting bagi keanekaragaman hayati, irigasi, dan penopang kehidupan masyarakat lokal.
Sungai Aek Siborgung
Sungai Aek Siborgung adalah sungai penting yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia, mengalir melalui wilayah Toba yang kaya budaya. Sungai ini secara historis terkait dengan masyarakat Batak, khususnya Batak Toba, dan perairannya telah mendukung pertanian, perikanan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat selama berabad-abad. Sungai ini juga memiliki makna budaya dan spiritual dalam tradisi dan cerita rakyat lokal.
Dusun Tor Nauli
Tor Nauli adalah sebuah dusun tradisional Batak Toba yang terletak di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Indonesia. Dusun ini dikenal dengan contoh arsitektur Batak yang terpelihara baik, termasuk rumah-rumah kayu khas dengan atap pelana, dan berfungsi sebagai situs budaya yang menunjukkan warisan leluhur dan struktur sosial masyarakat Batak. Secara historis, dusun seperti ini diorganisir sekitar marga keluarga dan berfungsi sebagai komunitas mandiri yang berpusat pada lapangan upacara batu yang disebut *halaman*.
Desa Dolok Nauli
Desa Dolok Nauli adalah desa tradisional Batak Toba yang terletak di dekat Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia. Desa ini terkenal dengan *rumah adat*-nya yang terpelihara baik, memiliki atap berbentuk perahu khas dan ukiran rumit yang mencerminkan warisan arsitektur dan spiritual kuno masyarakat Batak. Desa ini menawarkan pengalaman budaya hidup, menunjukkan adat istiadat leluhur, musik, dan struktur sosial masyarakat yang telah bertahan selama berabad-abad.
Kecamatan Adian Koting
Adian Koting adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, kecamatan ini merupakan bagian dari wilayah budaya Batak Toba, daerah yang dikenal dengan desa-desa tradisionalnya, *rumah adat* khas, dan warisan Kristen yang kaya setelah penyebaran Protestantisme pada abad ke-19. Budaya dan kehidupan masyarakat di kecamatan ini tetap erat terkait dengan tradisi Batak tersebut.
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Tapanuli Utara adalah wilayah administratif di pulau Sumatra, Indonesia, yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Kabupaten ini memiliki signifikansi historis sebagai bagian dari jantung budaya Batak, rumah bagi masyarakat Batak Toba, dan mencakup kawasan Danau Toba—danau vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk dari letusan gunung berapi super masif sekitar 74.000 tahun yang lalu. Sejarah kabupaten ini terjalin erat dengan kerajaan-kerajaan Batak pra-kolonial dan penyebaran agama Kristen oleh misionaris Jerman pada abad ke-19.
Sumatera Utara
Sumatera Utara adalah sebuah provinsi Indonesia di pulau Sumatra, paling terkenal sebagai rumah bagi Danau Toba—danau vulkanik terbesar di dunia, terbentuk dari letusan super kataklismik sekitar 74.000 tahun yang lalu. Wilayah ini memiliki sejarah budaya yang kaya sebagai tanah kelahiran masyarakat Batak, yang tradisi khas, arsitektur (seperti *rumah adat* berbentuk perahu), dan agama Kristen hidup berdampingan dengan pengaruh Melayu dan Islam yang signifikan. Ibu kotanya, Medan, juga menampilkan landmark-era kolonial dari sejarahnya sebagai pusat utama ekonomi perkebunan Hindia Belanda.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia adalah cabang lokal dari organisasi kemanusiaan Buddha Tzu Chi global, didirikan di Indonesia pada awal 1990-an. Berakar pada prinsip kasih sayang dan bantuan, sejarahnya di Indonesia ditandai dengan memberikan respons bencana, layanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan masyarakat, sering memainkan peran kritis selama krisis nasional seperti tsunami 2004 dan berbagai bencana alam. Yayasan ini berfungsi sebagai lembaga budaya dan sosial yang signifikan, mempromosikan kerukunan antaragama dan sukarelawanisme di seluruh kepulauan Indonesia.